Dampak Jangka Pendek Pengelolaan Jerami Padi terhadap Karbon Organik dan Rasio CN Tanah

Penulis

  • Ida Ayu Kusuma Tri Handayani Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Ni Nyoman Sulastri Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Gusti Ketut Arya Arthawan Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Made Anom Sutrisna Wijaya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/j.beta.2025.v13.i01.p09

Kata Kunci:

C-Organik Tanah, C/N Rasio, Pengelolaan Jerami

Abstrak

Siklus tanam padi tahunan menghasilkan 6,73 ton jerami kering per hektar. Jerami mengandung unsur hara
yang bermanfaat bagi tanaman. Supaya limbah jerami berkurang dan kesuburan tanah meningkat, petani
sering membakar jerami padi atau membenamkannya ke dalam tanah. Karena jerami padi sulit
terdekomposisi, diperlukan tambahan dekomposer seperti bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui dampak jangka pendek dari pengelolaan jerami padi terhadap C-organik dan C/N rasio pada
tanah. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Nested Design. Tiga perlakuan dilakukan: pembakaran
(BR), pembenaman jerami tanpa EM4 (S0), dan pembenaman jerami dengan EM4 (S1). Analisis
laboratorium dilakukan pada parameter C-organik dan C/N rasio. Perbedaan parameter tanah yang diamati
antara sebelum dan sesudah perlakuan pengelolaan jerami menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan
C-organik sesudah perlakuan mengalami peningkatan, pada perlakuan pembakaran meningkat sebesar
29,7%, pada perlakuan pembenaman jerami meningkat sebesar 10,9%, dan pada perlakuan pembenaman
jerami dengan EM4 meningkat sebesar 10,2%. Meningkatnya C-organik setelah perlakuan pengelolaan
jerami disebabkan karena adanya mineralisasi bahan organik tanah. Mineralisasi bahan organik tanah
ditunjukkan dengan nilai rata-rata C/N di bawah 20, walaupun nilai C/N rasio pada perlakuan setelah
pembakaran meningkat sebesar 56% dan pada perlakuan pembenaman jerami dengan EM4 meningkat
sebesar 0,35%, dimana nilai rata-rata rasio C/N yang didapat dari semua perlakuan berkisar antara 9,1 –
16,8. Dalam jangka pendek, ketiga perlakuan jerami dapat meningkatkan karbon organik dan menghasilkan
nilai C/N rasio di bawah 20.

Referensi

Arifin, M., Putri, N., Sandrawati, A., & Harryanto, R. (2018). Pengaruh Posisi Lereng terhadap Sifat Fisika dan Kimia Tanah pada Inceptisols di Jatinangor. Soilrens, 16(2), 37–44.

Che Jusoh, M. L., Abd Manaf, L., & Abdul Latiff, P. (2013). Composting of rice straw with effective microorganisms (EM) and its influence on compost quality. Iranian Journal of Environmental Health Science and Engineering, 10(17), 1–9. https://doi.org/10.1186/1735-2746-10-17

Corning, E., Sadeghpour, A., Ketterings, Q., & Czymmek, K. (2016). The Carbon Cycle and Soil Organic Carbon. Agronomy Fact Sheet Series, C, 2.

Djuarnani, N., Kristian, & Setiawan, B. S. (2005). Cara Cepat Membuat Kompos. Agromedia Pustaka. https://books.google.co.id/books?id=O46HSApC94IC&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false

Dobermann, A., & Fairhurst, T. (2002). Nutrient Disorders and Nutrient management. PPIPPIC-IRRI.

Gummert, M., Van Hung, N., Chivenge, P., & Douthwaite, B. (2019). Sustainable Rice Straw Management. In Sustainable Rice Straw Management. https://doi.org/10.1007/978-3-030-32373-8

Halder, M., Ahmad, S. J., Rahman, T., Joardar, J. C., Siddique, M. A. B., Islam, M. S., Islam, M. U., Liu, S., Rabbi, S., & Peng, X. (2023). Effects of straw incorporation and strawburning on aggregate stability and soil organic carbon in a clay soil of Bangladesh. Geoderma Regional, 32(e00620).

Harjdowigeno, S. (2010). Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta.

Ismayana, A., Indrasti, N. S., Suprihatin, Maddu, A., & Fredy, A. (2012). Faktor Rasio CN Awal dan Laju Aerasi pada Proses Cocomposting Bagasse dan Blotong. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 22(3), 1–23.

Kumar, A., Gaind, S., & Nain, L. (2008). Evaluation of thermophilic fungal consortium for paddy straw composting. Biodegradation, 19(3), 395–402. https://doi.org/10.1007/s10532-007-9145-3

Makarim, A. K., Sumarno, & Suyanto. (2007). Jerami padi: pengelolaan dan pemanfaatan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

Mandal, K. G., Misra, A. K., Hati, K. M., Bandyopadhyay, K. K., Ghosh, P. K., & Mohanty, M. (2004). Rice residuemanagement options and effects on soil properties and crop productivity. Food, Agriculture & Environment, 2(1).

Meryandini, A., Widosari, W., Maranatha, B., Sunarti, T. C., Rachmania, N., & Satria, H. (2009). Isolasi Bakteri Selulolitik Dan Karakterisasi Enzimnya. Makara Journal of Science, 13(1). https://doi.org/10.7454/mss.v13i1.369

Numberi, S. C. N., Sinolungan, M. T. M., & Kumolontang, W. J. N. (2017). Respons Pemberian Kompos Eceng Gondok Pada Sedimen Daerah Aliran Sungai Tondano Terhadap Pertumbuhan Jagung. Cocos. https://doi.org/https://doi.org/10.35791/cocos.v1i1.14855

Purnomo, E. A., Sutrisni, E., & Sumiyati, S. (2017). Pengaruh Variasi C/N Rasio terhadap Produksi Kompos dan Kandungan Kalium, Pospat, dari batang Pisang dengan Kombinasi Kotoran Sapi dalam Sistem Vermicomposting. Jurnal Teknik Lingkungan, 6(2).

Safitri, I. N., Setiawati, T. C., & Bowo, C. (2018). Biochar Dan Kompos Untuk Peningkatan Sifat Fisika Tanah Dan Efisiensi Penggunaan Air. Techno: Jurnal Penelitian, 7(01), 116.87 https://doi.org/10.33387/tk.v7i01.611

Sari, R. P., Iswanto, B., & Indrawati, D. (2018). Pengaruh Variasi Rasio C/N terhadap Kualitas Kompos dari Sampah Organik secara Anaerob. Seminar Nasional Cendekiawan Ke, 4, 657–663.

Schultheis, L., Whitney, T., Lesoing, G., Gross, P., Cates, A., Eck, K., Sell, W., Curell, C., & Kalwar, N. (2020). Carbon to Nitrogen Ratio (C:N). Soil Health Nexus. https://soilhealthnexus.org/resources/soilproperties/soil-chemical-properties/carbonto-nitrogen-ratio-cn/

Setiawati, M. R., Herdiyantoro, D., Damayani, M., & Suryatmana, P. (2019). Analisis C, N, C/N Ratio Tanah dan Hasil Padi yang Diberi pupuk Organik dan Pupuk Hayati Berbasis Azolla Pada Lahan Sawah Organik. Ilmiah Lingkungan, 16(2), 30–36.

Singh, Y., Singh, B., Ladha, J. K., & Khind, C. S. (2004). Effects of Residue Decomposition on Productivity and Soil Fertility in Rice - Wheat Rotation. Soil Science Society of America, 68(3), 854–864.

Suningsih, N., Ibrahim, W., Liandris, O., & Yulianti, R. (2019). Kualitas Fisik dan Nutrisi Jerami Padi Fermentasi pada Berbagai Penambahan Starter Physical and Nutrition Quality of Fermented Rice Straw in Various Starter Additions

N. Suningsih, W. Ibrahim, O. Liandris, dan R. Yulianti. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 14(2), 191–200.

Sutanto, R. (2005). Dasar-Dasar Ilmu Tanah – Konsep dan Kenyataan. Kanisius, Yogyakarta.

Syamsu, J. A., & Abdullah., A. (2008). Kajian Ketersediaan Limbah Tanaman Pangan Sebagai Pakan Untuk Pengembangan Ternak Ruminansia di Kabupaten Bulukumba. Buletin Ilmu Peternakan Dan Perikanan., 12 (1), 163–169.

Tommy, A., Mukhlis, & Hidayat, B. (2014). Karakteristik Biologi dan Kimia Tanah Sawah akibat Pembakaran Jerami. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2(2), 851–864. http://117.74.115.107/index.php/jemasi/article/view/537

Diterbitkan

2025-04-30

Cara Mengutip

Handayani, I. A. K. T., Sulastri, N. N., Arthawan, I. G. K. A., & Wijaya, I. M. A. S. (2025). Dampak Jangka Pendek Pengelolaan Jerami Padi terhadap Karbon Organik dan Rasio CN Tanah. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 13(1), 81–87. https://doi.org/10.24843/j.beta.2025.v13.i01.p09

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 > >>