Pengaruh Ketebalan Dinding Kotak Pendingin Termoelektrik Terhadap Kinerja Kotak Penyimpanan Dingin Berbasis Tec1-12715

Penulis

  • Sigit aris mahendra putra “Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia.
  • Ida Bagus Putu Gunadnya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Ni Luh Yulianti Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Bintang Madrini Ida Ayu Gede Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia .

Kata Kunci:

COP, ketebalan dinding, kotak pendingin, pendinginan, termoelektrik

Abstrak

Penelitian untuk mengembangkan sistem pendingin yang ramah lingkungan terus dilakukan. Salah satu sistem pendingin ramah lingkungan yang banyak dikaji adalah sistem pendingin termoelektrik(Thermoelectric Cooler/TEC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan dinding kotak pendingin dan lama pengoperasian alat terhadap kinerja pendinginan (COP) dan suhu di dalam ruangan penyimpanan kotak pendingin berbasis TEC1-12715. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola fakotrial dua faktor. Perlakuan pertama berupa tiga variasi ketebalan dinding styrofoam, yaitu 2 cm, 4 cm, dan 6 cm. Perlakuan lainnya adalah lama pengamatan peroperasian alat dengan waktu pencatatan berkala 20, 40, dan 60 menit. Ruangan penyimpanan dari kotak pendingin bervolume 17,5 liter. Pengamatan dilakukan selama 60 menit dengan mengukur suhu di dalam kotak dan parameter kelistrikan seperti tegangan, dan arus DC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ketebalan dinding kotak dan lama pengoperasian secara terpisah memberikan pengaruh yang sangat nyata (p < 0,01) terhadap nilai COP, namun interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata (p > 0,05). Semakin tebal dinding kotak menyebabkan nilai COP menurun, sebaliknya semakin lama pengoperasian membuat COP meningkat. Nilai COP tertinggi yang berbeda nyata diperoleh pada ketebalan dinding 2 cm dengan nilai 0,123. Peningkatan ketebalan dinding kotak pendingin menyebabkan suhu ruangan penyimpanan kotak pendingin semakin tinggi. Suhu ruangan penyimpanan terendah diperoleh dari perlakuan ketebalan dinding kotak pendingin 2 cm yaitu sebesar 16,3°C.

Referensi

D Ananta, H., Padang, Y. A., & Mirmanto, M. (2017). Unjuk kerja kulkas termoelektrik dengan rangkaian seri dan paralel pada beban air 1500 ml. Dinamika Teknik Mesin, 7(2):7-12.

Anwar, K. (2010). Efek beban pendingin terhadap performa sistem mesin pendingin. J. Smartek. 8(3): 203-214.

Ashari, Y., Widjonarko dan B. Rudiyanto. (2020). Rancang bangun cool case portabel menggunakan modul TEC1-12710. NCIET 1:B99-B110.

Aziz, A., Subroto, J., & Silpana, V. (2015). Aplikasi modul pendingin termoelektrik sebagai media pendingin kotak minuman. Jurnal Rekayasa Mesin, 10(1):32-38.

Cengel, Y. A. & Ghajar, A. J. (2015). Heat and Mass Transfer: Fundamentals & Applications. McGraw-Hill Education, New York.

Delly, J., Hasbi, M., & Alkhoiron, I. F. (2016). Studi penggunaan modul thermoelektrik sebagai sistem pendinginn portable. ENTTHALPY, 1(1):50-55.

Diputra, B. M. B., Gunadnya, I. B. P., & Budisanjaya, I P. G. (2021). Modifikasi kotak polistiren untuk penyimpanan dingin sayur kubis dengan menggunakan es kering sebagai media pendingin. JBETA, 9(2):212-222.

Ilham, F. (2021). Analisa pemanfaatan termoelektrik sebagai sumber energi listrik. Jurnal EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication), 4(1):22-27.

Mainil, A.K., A. Aziz dan M. Akmal. (2018). Portable thermoelectric cooler box performance with variation of input power and cooling load. Aceh Int. J. Technol. 7(2):85-92.

Mansyur, A. (2021). Rancang bangun cooler box berbasis termoelektrik dengan variasi heatsink. JTT (Jurnal Teknologi Terpadu), 9(1):10-14.

Mirmanto, M., Sutanto, R., & Putra, D. K. (2018). Unjuk Kerja Kotak Pendingin Termoelektrik dengan Varuasi Laju Aliran Massa Air Pendingin. Jurnal Teknik Mesin, 7(1):44-49.

Mirmanto, M., Joniarta, I W., Wijayanta, A. T., Pranowo, & Habiburrahman, M. (2019a). Experimental performance of a cooler box with heat dissipation unit variations. International Journal of Heat and Technology, 37(4), 991-998.

Mishra, V. K., & Gamage. T. V. (2007). Postharvest Physiology of Fruit and Vegetables. In Handbook of Food Preservation. M. S. Rahman. CRC Press, Boca Raton. pp 19-48.

Muharom, V., & Rifky, M. (2022). Analisis perbandingan daya keluaran termoelektrik dengan variasi bahan isolator pada cooler box. Jurnal Teknik Mesin dan Energi, 10(1), 14–20.

Munawir, M., Sasongko, M. N., & Hamidi, N. (2020). Unjuk kerja cool box berbasis thermoelektrik cooler dengan single dan multi-stage termoelektrik. Rotor, 12(2), 28-33.

Munawir, M., & Aziz, A. (2023). Studi eksperimental variasi beban pada konsumsi energi pendingin termoelektrik berbasis styrofoam. Jurnal Teknik Mesin Terapan, 11(2), 45–53.

Priyono, B. W., Hasbi, M., & Tomo, S. (2014). Sistem pakar deteksi kerusakan kulkas. Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIKomSiN), 2(1):1-5.

Sormin, I. A., Gunadnya, I. B. P., & Aviantara, I. G. N. A. (2021). Kinerja Kotak Pendingin (Cooler Box) Berpendingin TEC1-12715 Pada Beberapa Beban Pendinginan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 11(1), 29.

Zurahma, S. B., & Utami, W. (2021). Pemanfaatan limbah styrofoam sebagai isolator panas. Jurnal Sains dan Sistem Informasi Terapan (JSSIT), 3(2), 101–107.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-09

Cara Mengutip

mahendra putra, S. aris, Gunadnya, I. B. P., Yulianti, N. L., & Ida Ayu Gede, B. M. (2026). Pengaruh Ketebalan Dinding Kotak Pendingin Termoelektrik Terhadap Kinerja Kotak Penyimpanan Dingin Berbasis Tec1-12715. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 14(2). Diambil dari https://ejournal3.unud.ac.id/index.php/beta/article/view/2244

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 > >>