Kajian Efektivitas Beberapa Model Tumpukan Pada Pengomposan Kotoran Sapi Dan Jerami
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p02Kata Kunci:
jerami padi, kotoran sapi, pengomposan, kualitas kompos, compost qualityAbstrak
Sisa panen padi berupa limbah jerami yang dapat dihasilkan dalam satu kali panen mencapai 25 ton/ha dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk kompos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian model tumpukan pengomposan kotoran sapi dan jerami yang berbeda, dan mengethui model tumpukan yang sesui agar proses pengomposan kotoran sapi dan jerami menghasikan kompos yang terbaik. Penelitian ini menggunakan 3 pelakuan yaitu: P1 (perlakuan menggunakan model tumpukan open windrow), P2 (perlakuan menggunakan model tumpukan static pile), P3 (perlakuan menggunakan model tumpukan china). Berat bahan untuk masing-masing perlakuan adalah 35 kg menggunakan perbandingan berat jerami dan kotoran sapi 2:1 parameter yang diamati adalah suhu, kadar air, Ph, nitrogen, karbon dan rasio C/N. Proses pengomposan dari perlakuan P3 dengan menggunakan perlakuan tumpukan model china memerlukan waktu selama 48, hari perlakuan P2 dengan menggunakan tumpukan static pile memerlukan waktu selama 51,hari dan P1 menggunkaan tumpukan open windrow memerlukan waktu 45 hari, kualitas kompos yang dihasilkan dari bahan baku jerami dan kotoran sapi pada ketiga perlakuan sudah sesuai dengan standar SNI No. 19-70302004 digunakan sebagai acuan kualitas kompos.
Referensi
Asngad, A. (2005). Model pengembangan pembuatan pupuk organik dengan inokulan (Studi kasus sampah di TPA Mojosongo Surakarta). Jurnal Sainteks, 4(1).
Budiarta, I. W., Sumiyati, & Setiyo, Y. (2017). Pengaruh saluran aerasi pada pengomposan berbahan baku jerami. Jurnal BETA, 5(1).
Dewi, M. E. Y., Setiyo, Y., & Nada, I. M. (2017). Pengaruh bahan tambahan pada kualitas kompos kotoran sapi. Jurnal BETA, 5(1).
Ekawati, I. (2003). Pengaruh pemberian inokulum terhadap kecepatan pengomposan jerami padi. Tropika: Jurnal Penelitian Pertanian, 11(2), 144–152.
Gandjar, I. (2006). Mikologi dasar dan terapan. Yayasan Obor Indonesia.
Ginting, & Perdana. (2007). Sistem pengelolaan lingkungan dan limbah industri. Yarma Widya.
Gaur, A. C. (1982). A manual of rural composting. FAO/UNDP Regional Project RAS/75/004, Field Document No. 15. FAO.
Graves, R. E., Hattemer, G. M., Stetter, D., Krider, J. N., & Dana, C. (2000). National engineering handbook. United States Department of Agriculture.
Guci, D. (2017). Pengaruh pemberian berbagai jenis pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) (Disertasi doktoral).
Hanzen, R. C., Keener, H. M., & Coihnk, H. A. J. (1989). Poultry manure composting: An exploratory study. Transactions of the ASAE, 32(6), 2151–2158.
Kusuma, M. A. (2012). Pengaruh variasi kadar air terhadap laju dekomposisi kompos sampah organik di Kota Depok (Tesis). Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Indonesia.
Llodra, J. C., Bravo, M., Delgado‐Rodriguez, M., Baca, P., & Galvez, R. (1993). Factors influencing the effectiveness of sealants: A meta-analysis. Community Dentistry and Oral Epidemiology, 21(5), 261–268.
Martin, A. M. (1998). Bioconversion of waste materials to industrial products. Blackie Academic and Professional.
Massa, S., Setiyo, Y., & Widia, I. W. (2016). Pengaruh perbandingan jerami dan kotoran sapi terhadap profil suhu dan karakteristik pupuk kompos. Jurnal BETA, 4(2).
Murbandono, L. (2008). Membuat kompos. Penebar Swadaya.
Muriani, N. W. (2011). Pengaruh konsentrasi daun gamal (Gliricidia sepium) dan lama fermentasi terhadap kualitas larutan MOL (Skripsi). Program Studi Ilmu Tanah, Universitas Udayana.
Nishizaki, K., Yokochi, Y., Shibata, Y., & Nagai, T. (1997). Development of composting system. JARQ, 31, 233–238.
Palma, N. (2002). Rancang bangun fasilitas pengomposan berbahan baku sampah di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor (Skripsi). Institut Pertanian Bogor.
Perla, M. (1997). Community composting in developing countries. BioCycle, 38(6), 48–54.
Reza, A. N. (2003). Pengomposan limbah sludge industri kertas dengan metode Cina dan pemanfaatannya sebagai komponen media tanam kacang panjang (Skripsi). Institut Pertanian Bogor.
Rochaeni, A. (2008). Strategi pengembangan sumber daya manusia dalam era kompetisi. Manajerial, 4(10).
Setiawan, A. (2003). Pemanfaatan isi rumen kambing dan domba sebagai inokulan dalam proses pengomposan sampah pasar organik dengan kotoran sapi perah (Skripsi). Institut Pertanian Bogor.
Setiyo, Y., Susrusa, K. B., Permana, I. D. G. M., & Triani, I. G. A. L. (2015). Development of the LEISA system for the cultivation of consumed potatoes (Solanum tuberosum L.) Granola variety. Proceedings of SENASTEK.
Sudarmadji, S., Suhardi, & Haryono, B. (1997). Analisa bahan makanan dan pertanian. Liberty.
Sulistyorini, L. (2005). Pengelolaan sampah dengan menjadikannya kompos. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2(1), 77–84.
Sutanto, R. (2002). Penerapan pertanian organik. Kanisius.
Wahyono, S., & Sahwan, F. L. (1998). Solid waste composting trend and projects. BioCycle, 38(1), 64–68.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/