Analisis Profil Suhu dan Kadar Air Tanah Pada Budidaya Cabai Rawit (C. frutescens L) Menggunakan Beberapa Macam Mulsa
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2019.v07.i29Kata Kunci:
Kadar air tanah, Mulsa, Profil, Suhu tanahAbstrak
Tujuan dari penelitian ini yaitu memperoleh profil suhu dan kadar air tanah pada budidaya
tanaman cabai rawit menggunakan beberapa macam mulsa. Penelitian ini menggunakan
rancangan acak kelompok, masing-masing terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan yaitu
perlakuan tanpa mulsa, perlakuan mulsa plastik perak, plastik hitam, plastik bening dan perlakuan
mulsa jerami padi. Untuk pengukuran suhu tanah menggunakan alat sensor suhu DS18B20
sedangkan untuk kadar air tanah menggunakan metode gravimetri. Pengukuran suhu dan kadar air tanah dilakukan 3 kali yaitu pada 3 hari, 30 hari dan 60 hari setelah tanam. Analisis data suhu dan
kadar suhu dan kadar air tanah dalam mulsa menggunakan metode garis kontur. Hasil penelitian suhu tanah menunjukan kontur profil pada saat 3 hari profil sebaran tanpa mulsa 29-33˚C, mulsa plastik perak 28-32˚C, mulsa plastik hitam 29-34˚C, mulsa plastik bening 31-37˚C dan mulsa jerami 26-31˚C. Pada saat 30 hari profil sebaran tanpa mulsa 26-33˚C, mulsa plastik perak 26- 31˚C, mulsa plastik hitam 27-33˚C, mulsa plastik bening 28-32˚C dan mulsa jerami 25-30˚C dan
pada saat 60 hari profil sebaran tanpa mulsa 26-31˚C, mulsa plastik perak 25-30˚C, mulsa plastik
hitam 27-32˚C, mulsa plastik bening 31-37˚C dan mulsa jerami 26-29˚C, sedangkan dari hasil
pengukuran suhu tanah yang didapatkan berhubungan dengan hasil kadar air tanahnya
Referensi
Budhayastoro, T., Tala’ohu, S. H., dan Watung, R. L. 2002. Pengukuran Suhu Tanah. Balai Penelitian Tanah. Bogor.
Baskoro, D.P.T. 2005. Pengaruh Cara Pemberian Sisa Tanaman dan Irigasi Terhadap Sifat Fisik Tanah dan Produksi Tanaman. J. Tanah Lingkungan 7:66-70.
Cahyono, B. 2003. Cabai Rawit Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Kanisius. Yogyakarta.
Noorhadi dan Supriyadi. 2003. Kajian Pemberian Air dan Mulsa Terhadap Iklim Mikro Pada Tanaman Cabai Di Tanah Entisol. Fakultas Pertanian. UNS. Surakarta.
Nursanti, D. F. 2009. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Caisim (Brassica juncea L.). Jurnal Agronobis, 1(1):89-98.
Oke, T.R. 1987. Boundary Layer Climate Methuen & Co. Ltd. London.
Umboh, A. H. 2002. Petunjuk Penggunaan Mulsa. Penebar Swadaya. Jakarta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/