Kualitas Air pada Irigasi Subak di Bali
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p09Kata Kunci:
bod, cod, dhl,, fosfat,, , irigasi, , pH, nitrit,, tds.Abstrak
Air irigasi sangat berpengaruh pada budidaya subak. Kondisi pencemaran dalam air irigasi perlu diukur
untuk mengetahui kualitas air untuk subak. Penelitian ini menentukan kualitas air irigasi untuk subak di
Bali. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 8 April hingga 8 Mei 2019 di 9 subak di 3 (tiga) kabupaten di
Bali. Sampel air diambil di Subak Air Sumbul, Subak Yeh Anakan dan Subak Air Satang di Kabupaten
Jembrana, Subak Guama, Subak Selan Bawak dan Subak Jatiluwih di Kabupaten Tabanan, Subak Tegal
Kauh Selat, Subak Tohpati dan Subak Bugbug di Kabupaten Karangasem. Penelitian ini menggunakan
metode survei dan dianalisis laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air irigasi
diperoleh dibandingkan dengan standar kualitas air berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 16 Tahun
2016 tentang standar kualitas air. Sampel air dilakukan pada dua titik di setiap subak, yaitu saluran inlet
dan outlet. Parameter kualitas air adalah BOD, COD, DHL (Daya Hantar Listrik), pH, Nitrit (NO2), Fosfat
(PO4) dan TDS (Total Dissolved Solids). Hasil tes tertinggi ditunjukkan oleh parameter: Parameter BOD
nilainya 8.078 mg / L pada saluran inlet Subak Selat, parameter COD menunjukkan nilai 21.735 mg / L
pada saluran inlet Subak Selat. Parameter DHL menunjukkan nilai 308 µmhos / cm di saluran inlet Subak
Guama dan Subak Selan Bawak. Parameter pH menunjukkan nilai 8,40 pada saluran inlet Subak Bugbug.
Parameter Nitrit menunjukkan nilai 2,606 mg / L pada saluran outlet Subak Guama. Parameter fosfat
menunjukkan nilai 0,214 mg / L pada saluran inlet Subak Guama. Parameter TDS menunjukkan nilai 238
mg / L di saluran inlet dan outlet Subak Guama. Secara keseluruhan hasilnya masih sesuai dengan standar
kualitas air kelompok IV untuk irigasi air.
Referensi
Achmad, R. 2004. Kimia lingkungan. Universitas Negeri Jakarta. Jakarta. 101 hlm.
Alaerts, G. dan Sri Santika Sumestri. 1987.Metode Penelitian Air.Usaha Nasional. Surabaya.
Anonim. (2016). Journal of Sustainable Agriculture . Caraka Tani, 31, 108-113.
Ariyanto DP dan Widijanto H 2008. Dampak air limbah industri Josroyo, Karanganyar terhadap kadar tembaga (Cu) dalam air dan permukaan tanah saluran air Pungkuk.
Boyd, C.E. 1990. Water quality in ponds for aquaculture. Alabama AgriculturalExperiment Station, Auburn University, Alabama. 482 p.
Effendi, H. 2003. Telaah kualitas air bagi pengelolaan sumberdaya dan lingkungan perairan. Kanisius. Yogyakarta. 258 hal.
Iskandar A. Yusuf. 2014. Review of water quality criteria for irrigation. Jurnal Irigasi . Vol.9: 09.
Kurnia, U. 2004. Prospek Pengairan Pertanian Tanaman Semusim Lahan Kering. Jurnal Litbang Pertanian, 4(23): 130-138.
Mays, L.W.(Editor in Chief) 1996. Water resources handbook. McGraw-Hill.New York. p: 8.27- 8.28.
Metcalf & Eddy, Inc. 1991.Wastewater engineering: Treatment, Disposal and Reuse, 3d ed. New York: McGraw-Hill.
Rustadi, R. (2009). Eutrofikasi Nitrogen Dan Fosfor Serta Pengendaliannya Dengan Perikanan Di Waduk Sermo (Eutrophication by Nitrogen and Phosphorous and Its Control Using Fisheries in Sermo Reservoir). Jurnal Manusia dan Lingkungan, 16(3), 176-186.
Sipayung, R. 2003. Stres Garam dan Mekanisme Toleransi Tanaman. USU Digital Library.http://library.usu.ac.id/download/fp/265bdp-rosita2.pdf(diakses pada 23 september 2019.
Simanjuntak, M. (2009). Hubungan faktor lingkungan kimia, fisika terhadap distribusi plankton di perairan Belitung Timur, Bangka Belitung. Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada, 11(1), 31-45.
Takeda, K., & Sosrodarsono, S. (2003). Hidrologi untuk Pengairan. Editor Sosrodarsono, S. PT Pradnya Paramita: Jakarta.
Suryana, Rifda. 2013. AnalisisKualitas Air Sumur Dangkal di Kecamatan Biringkanayya Kota (Tugas Akhir). Makassar: Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.
Sutawan, N., 2005. Revitalisasi Subak Dalam Memasuki Era Globalisasi.Penerbit Andi Offset. Yogyakarta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/