Pengaruh Suhu Dan Lama Penyimpanan Terhadap Karakteristik Teh Herbal Daun Bambu Tabah (Gigantochloa Nigrociliata Buse-Kurz) Dalam Kemasan Paper Sack
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p12Kata Kunci:
suhu penyimpanan, daun bambu tabah, teh, lama peyimpanan, paper sackAbstrak
Teh merupakan minuman yang populer serta banyak diminati masyarakat Indonesia maupun dunia. Salah satu jenis teh yaitu teh herbal, yang terbuat dari berbagai daun, biji maupun akar tanaman. Teh daun bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) merupakan salah satu contoh teh herbal yang diolah untuk memanfaatkan senyawa yang terkandung di dalam daun bambu tabah tersebut. Penyimpanan pada suhu yang tepat dapat menjaga karakter yang dimiliki oleh teh daun bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz). Penelitian ini dilaksanakan untuk menentukan suhu dan lama penyimpanan yang tepat dengan kemasan paper sack. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama yang digunakan dalam rancangan penelitian ini adalah suhu penyimpanan dan faktor kedua yang digunakan yaitu lama penyimpanan. Faktor pertama terdiri dari dua jenis suhu yaitu : suhu 10°C dan suhu 30°C. Faktor kedua terdiri dari 6 taraf yaitu : lama penyimpanan 1 minggu, lama penyimpanan 2 minggu, lama penyimpanan 3 minggu, lama penyimpanan 4 minggu, lama penyimpanan 5 minggu dan lama penyimpanan 6 minggu. Parameter yang diamati dalam penelitian ini terdiri dari analisis kimia meliputi kadar air, pH, total asam, total fenol, flavonoid dan uji organoleptik terdiri dari warna air seduhan, aroma dan rasa pada daun the yang telah diseduh. Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu penyimpanan 10°C dapat mempertahankan karakteristik teh daun bambu selama waktu penyimpanan 6 minggu lebih baik yaitu dengan kandungan fenol sebesar 114,466 mg/100g dan kandungan flavonoid sebersar 27,675 mg/100g.
Referensi
AOAC. 1995. Official Methods of Analysis. Washington: Association of Official Analytical Chemists.
Aryadi, F.Sri Wahyudi.Sri Rejeki. (2017).Analisis Organoleptik Produk Teh Celup Tawaloho(Spondias Pinnata), 2(5), pp. 792–799.
Ayu Arizka, A. dan Daryatmo, J. (2015).Perubahan Kelembaban dan Kadar Air Teh Selama Penyimpanan pada Suhu dan Kemasan yang Berbeda, Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 4(4), p. 2015. doi: 10.17728/jatp.v4i4.6.
D.A.Anggorowati,GitaPriadini,Thufail.(2016). Potensi Daun Alpukat (Persea Americana Miller) Sebagai Minuman Teh Herbal Yang Kaya Antioksidan.Available at: https://ejournal.itn.ac.id/index.php/industri/ article/view/912/834 (Accessed: 20 September 2020.
Dungir, S. G., Katja, D. G. dan Kamu, V. S. (2012).Aktivitas Antioksidan Ekstrak Fenolik dari Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.), Jurnal Mipa Unsrat Online. Available at: http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jmuo (Accessed: 20 September 2020).
I.P.Dewata, P.A. Shandi W, I.W. Rai Widarta.(2017).Antioksidan Dan Sifat Sensoris Teh Herbal Daun Alpukat.6(2), pp. 30–39.
Kunci,K.(2016).Gigantochloa nigrociliata Kurz.VIII(1), pp. 74–82.
Lu, B. Xiaoqin Wu,Xiaowei Tie,Yu Zhang,Ying Zang. (2005).Toxicology and safety of antioxidant of bamboo leaves . Part 1 : Acute and subchronic toxicity studies on antioxidant of bamboo leaves’, 43, pp. 783–792. doi: 10.1016/j.fct.2005.01.019.
Muhtar, D. F, Yumima, Hasna Ahmad.(2017).Pemanfaatan tumbuhan bambu oleh masyarakat di kecamatan oba utara kota tidore kepulauan. Panggalih, A. D. I. I. dan Pertanian, F. T. (2010).Pengaruh jenis kemasan dan suhu penyimpanan pada umur simpan teh hijau.
Ramlah.(2017).Penentuan Suhu dan Waktu Optimum Penyeduhan Daun Teh Hijau (Camellia Sintesis L .) P + 2 Terhadap Kandungan Antioksidan Kafein’, Skripsi, pp. 1–87.
Ramli, I. A., Yanto, S. dan Kunci, K. (2017) ‘Ida Amalia Ramli, Et al / Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol. 3 (2017) : S158-S164 S158’, 3, pp. 158–164.
Sari, D. A.dan Hadiayanto. (2017) .Teknologi Dan Metode Penyimpanan Makanan Sebagai Upaya Memperpanjang Shelf Life.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/