Pengaruh Penambahan EM-4 Terhadap Kualitas Kompos Kotoran Gajah

Penulis

  • Irfan Fadel Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana
  • Ida Ayu Gede Bintang Madrini Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana
  • Sumiyati Sumiyati Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p14

Kata Kunci:

EM-4, Kotoran Gajah, Kualitas Kompos, Pengomposan

Abstrak

Kotoran gajah kaya akan selulosa dan lignin. Kotoran gajah memiliki warna yang bervariasi mulai dari kehijauan hingga kehitaman, tergantung dari makanan yang dikonsumsi (Mathew and Mary 2015). Sementara ini kotoran gajah belum banyak dimanfaatkan Maka dari itu kotoran gajah belum dimanfaatkan secara maksimal. kotoran gajah belum banyak dimanfaatkan secara maksimal. Pengomposan menjadi salah satu pilihan untuk menjadikan kotoran gajah lebih bermanfaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bioaktivator EM-4 terhadap suhu, pH, kadar air, ratio C/N, bahan organik yang dihasilkan dan untuk menentukan konsentrasi larutan bioaktivator EM-4 yang menghasilkan kualitas kompos yang terbaik dari kotoran gajah dan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-7030-2004). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dengan menggunakan 50 kg kotoran gajah untuk satu perlakuan dan masing masing konsentrasi EM-4 0 ml (kontrol), 50 ml, 100 ml dan 150 ml. Keempat perlakuan tersebut dilakukan pengulangan sebanyak 2 kali sehingga didapatkan 8 unit percobaan. Parameter pengamatan meliputi suhu kompos, pH, Kadar Air, Bahan Organik, Karbon, Nitrogen,C/N ratio. Hasil pengomposan kotoran gajah dengan larutan EM-4 selama 2 bulan, maka dapat dilihat penambahan larutan EM-4 berpengaruh terhadap suhu, kadar air, ratio C/N dan bahan organik sedangkan pH tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Pada perlakuan penambahan 150 ml EM-4 pada 50 kg kotoran gajah, suhu mencapai termofilik pada hari ke 28 yaitu 46,1 ͦC, ratio C/N 19,63 dan bahan organik 35%. Semua perlakuan memenuhi SNI 19-7030-2004.

Referensi

Andes Ismayana, Nastiti. 2012. “Faktor Rasio C/N Awal Dan Laju Aerasi Pada Proses CoComposting Bagasse Dan Blotong.” Jurnal Teknologi Industri Pertanian 22(3):173–79.

Badan Standardisasi Nasional. 2004. “Spesifikasi Kompos Dari Sampah Organik Domestik.” Badan Standardisasi Nasional 12.

Dewi, Ni, Yohanes Setiyo, and I. Nada. 2017. “Pengaruh Bahan Tambahan Pada Kualitas Kompos Kotoran Sapi.” Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian) 5(1):76–82.

Dewi, Yusriani Sapta, and Treesnowati. 2012. “Pengolahan Sampah Skala Rumah Tangga Menggunakan Metode Komposting.” Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik LIMIT’S 8(2). Djuarnani, I. N. 2005. Cara Cepat Membuat Kompos. AgroMedia.

Keith, Frank, and George Tchobanoglous. 2002. Handbook of Solid Waste Management, 2nd Edition.

Kusuma, M. Angga. 2012. “Pengaruh Variasi..., M. Angga Kusuma, FT UI, 2012.” Madrini, Bintang, Sakae Shibusawa, Yoichiro Kojima, and Shun Hosaka. 2016. “Effect of Natural Zeolite (Clinoptilolite) on Ammonia Emissions of Leftover Foodrice Hulls Composting at the Initial Stage of the Thermophilic Process.” Journal of Agricultural Meteorology 72(1):12–19.

Mathew, Sally K., and Gleena Mary. 2015. “Elephant Dung Compost : A Novel Growth Medium For.” 6(2):242–44.

Mehl, Jessica A. 2008. “Pathogen Destruction and Aerobic Decomposition in Composting Latrines: A Study from Rural Panama.” 56.

Mirwan, Mohamad. 2015. “Optimasi Pengomposan Sampah Kebun Dengan Variasi Aerasi Dan Penambahan Kotoran Sapi Sebagai Bioaktivator.” Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan 4(1)(1):61–66.

Noor, Erliza, Mcika Rusli, Muhammad Yani, A. Halim, and N. Reza. 1997. “Pemanfaatan Sludge Limbah Kertas Untuk Pembuatan Kompos Dengan Metode Windrow Dan Cina.” Jurnal Teknologi Industri Pertanian 15(2):67–71.

Nur, Thoyib, Ahmad Rizali Noor, and Muthia Elma. 2016. “Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Sampah Organik Rumah Tangga Dengan Penambahan Bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms).” Konversi 5(2):44–51.

Setiyo, Yohanes, Hadi K. Purwadaria, Arief Sabdo Yuwono, and M. Ahkam Subroto. 2007. “FORUM.” 30:71–80.

Sundari, I., W. ruf, and E. Dewi. 2014. “Pengaruh Penggunaan Bioaktivator Em4 Dan Penambahan Tepung Ikan Terhadap Spesifikasi Pupuk Organik Cair Rumput Laut Gracilaria Sp.” Jurnal Pengolahan Dan Bioteknologi Hasil Perikanan 3(3):88–94.

Sutanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik: Pemasyarakatan Dan Pengembangannya. Kanisius. Trivana, Linda, Adhitya Yudha Pradhana, and Alfred Pahala Manambangtua. 2017. “Optimalisasi Waktu Pengomposan Pupuk Kandang Dari Kotoran Kambing Dan Debu Sabut Kelapa Dengan Bioaktivator Em4.” Jurnal Sains &Teknologi Lingkungan 9(1):16–24.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-03

Cara Mengutip

Fadel, I., Madrini, I. A. G. B., & Sumiyati, S. (2026). Pengaruh Penambahan EM-4 Terhadap Kualitas Kompos Kotoran Gajah. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 9(1), 130–137. https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p14

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 > >>