Pendugaan Umur Simpan Benih Padi (Oryza sativa L) Menggunakan Metode ASLT (Accelerated Shelf Life Testing)dengan Pendekatan Model Kadar Air Kritis

Penulis

  • IPutu Mas Pradnyana Wibawa
  • Ida Bagus Putu Gunadnya
  • I Made Anom Sutrisna Wijaya

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2019.v07.i12

Kata Kunci:

Shelf life, rice seeds, ASLT method, critical moisture content, polypropilen

Abstrak

Tujuan dari dilakukanya penelitian Ini adalah untuk menduga umur simpan benih padi menggunakan metode ASLT (Accelerrated Shelf Life Testing) dengan pendekatan model kadar air kritis. Adapun benih yang digunakan adalah benih varietas Ciherang dan varietas Inpari 30. Kemasan dari benih padi adalah plastic jenis Polipropilen (PP). Benih padi disimpan pada kondisi lingkungan (suhu 29 0C dan RH 75%). Pengamatan benih dianggap kritis ketika persentase daya berkecambah di bawah 80%. Ditemukan dari hasil pengukuran bahwa nilai permeabilitas kemasan (k/x) dari plastic PP adalah 0,013gH2O/m2.day.mmHg. Pengamtan kadar air awal (Ma) adalah 13 %, kadar air kritis (Mc) adalah 29 %, total padatanya (WS)adalah 8,8 kg, dan perbedaan tekanan (ΔP) 1,15 mmHg. Sementara Inpari 30 memiliki nilai kadar air awal (Ma) 14%, kadar air kritis 29%, total padatannya (WS) 8,7 kg, dan ΔP 0,9 mmHg. Dari nilai tersebut dapat diduga umur simpan dua varietas benih bersertifikat yang dikemas dalam plastik PP dan disimpan pada suhu 29oC dan RH 75% adalah 156 hari (5,03 bulan) untuk varietas Ciherang dan 254 hari (8,19 bulan) untuk 30 varietas Inpari.

Referensi

Andhi, T.C., A. Purwantoro, dan P. Yudono, 2012. Studi Aspek Fisiologis Dan Biokimia Perkecambahan Benih Jagung (Zea Mays L.)pada Umur Penyimpanan Benih yang berbedaVegetalika 1(3):120-130..

Arsanti, I.W. 1995. Analisis Produksi dan Strategi Pemasaran Benih.Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Astuti, S. 2015. Kondisi Kritis dan Umur Simpan Oyek Berprotein Tinggi yang Dikemas dalam Polipropilen dan Polietilen. Fakultas Agroindustri. Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Yogyakarta.

Balitbangtan. 2018.Sekam Padi dari Limbah Jadi Bahan Bakar Alternatif. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jawa Tengah.

Brody A.L. 1972, Aseptic packaging of foods. Food Technology. Aug. 70-74.

ISTA. 2012. International rules for seed testing. Seed Science and Technology. 27:163-164.

Justice, O.L., dan L.N. Bass. 2002. Prinsip dan Praktek Penyimpanan Benih. Jakarta:PT. Raga Grafindo Persada.

Kusnandar, F. 2012. Pendugaan umur simpan produk pangan dengan metode accelerated self-life testing. http://www.foodreview.biz. Diakses tanggal: 8 Agustus 2018.

Labuza T.P. 1982. Open Shelf-Life Dating of Foods. Food Science and Nutrition. Press Inc., Westport. Connecticut.

Rasminah, S. 2010. Penyakit-Penyakit Pasca Panen Tanaman Pangan. UB Press. Malang.

Saenong, S. 1988. Teknologi dan sistem pembenihantanaman pangan. Risalah Simposium Penelitian Tanaman Pangan.Badan PenelitiandanPengembangan Pertanian,Puslitbang Tanaman PanganCiloto. Ciloto H. 415-432.

Surpamo. 1997. Permeabilitas Film Plastik dan Laminasi. Pusat Antar Unversitas Pangan dan Gizi, Universitas Gajah Mada.Yogyakarta.

Winarno, F.G., dan B.S.L.Jenie.1983. Kerusakan Bahan Pangan dan Cara Pencegahannya. Jakarta. Ghalia Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-03

Cara Mengutip

Wibawa, I. M. P., Gunadnya, I. B. P., & Wijaya, I. M. A. S. (2026). Pendugaan Umur Simpan Benih Padi (Oryza sativa L) Menggunakan Metode ASLT (Accelerated Shelf Life Testing)dengan Pendekatan Model Kadar Air Kritis. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 7(2), 1–8. https://doi.org/10.24843/JBETA.2019.v07.i12

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 > >>