Karakteristik Asap Cair Batang Bambu Tabah(Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ) yangDipirolisis pada Suhu yang Berbeda

Penulis

  • IGusti Ngurah Agung Yogi Angga Diatmika
  • Pande Ketut Diah Kencana
  • Gede Arda

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2019.v07.i17

Kata Kunci:

Liquid Smoke, Pyrolysis, Tabah Bamboo (G. nigrocilliata BUSE-KURZ

Abstrak

Asap cair merupakan asam cuka (vinegar) yang diperoleh dengan cara pirolisis seperti kayu, tempurung kelapa, cangkang kelapa sawit dan serabut kelapa yang kemudian diikuti dengan proses kondensasi dalam kondensor berpendingin air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rendemen dan karakteristik asap cair yang dihasilkan dari proses pirolisis batang bambu tabah dengan perlakuan suhu yang berbeda. Penelitian ini menggunakan batang bambu tabah yang sudah dipotong dengan panjang 5 cm. Masing-masing perlakuan menggunakan 3 kg batang bambu tabah. Alat yang digunakan dalam penelitian yaitu, reaktor pirolisis berbentuk tabung dengan diameter 38 cm dan tinggi 50 cm. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan suhu pirolisis yang berbeda yaitu perlakuan suhu pirolisis 200 oC, 300 oC dan 400 oC. Karakteristik asap cair yang diamati adalah pH, rendemen, total fenol, total asam dan densitas asap cair. Penelitian menunjukan bahwa perlakuan suhu pirolisis berpengaruh terhadap rendemen, total asam serta total fenol, namun suhu pirolisis tidak berpengaruh pada pH dan densitas asap cair. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen asap cair tertinggi sebesar 46,11% pada pirolisis suhu 400 oC namun total asamnya paling rendah dibandingkan dengan pirolisis pada suhu 200 oC yang total asamnya mencapai 13,774% sedangkan untuk total fenol tertinggi terdapat pada suhu pirolisis 300 oC sebesar 24,19 mg/L

Referensi

[AOAC] Association of Official Analytical Chemist. 1995. Official Methods of Analysis of The Association of Official Analytical Chemist.Virginia: Association of Official Analytical Chemist.

Bagus Sediadi, et al., 2012. Asap Cair Cara Membuat dan Aplikasinya Pada Pengolahan Ikan Asap. Jakarta; Penebar Swadaya.

Budaraga, I. K., Marlida, Y., & Bulanin, U. (2016). Liquid Smoke Production Quality from Raw Materials Variation and Different Pyrolysis Temperature, 6(3), 306–315.

Darmadji, P., & Pranoto, Y. (2017). Asap Cair Kayu Sengon sebagai Chelating Agents Logam Timbal (Pb) pada Model Menggunakan Biji Kedelai, 5(1), 42–51. https://doi.org/10.18196/pt.2017.070.42-51

Erawati, E., Kirana, T. W., Budiyati, E., Sediawan, W. B., & Mulyono, P. (2015). Distilasi Asap Cair Hasil Pirolisis Limbah Serbuk Gergaji Kayu Glugu.Simposium Nasional RAPI XIV, 213–219.

Girrard JP. 1992. Smoking. In : Technology of Meat and Meat Products, Girrard JP. and Morton I. (Ed). Ellis Horwood Limited, New York.Guillen, M.D dan Manzanos, M.J (2002). Study of The Components of a Solid Smoke Flavouring Praparation. Food Chemistry 55: 251-257.

Haji, G. (2007). ( Characterization Of Liquid Smoke Pyrolyzed, 16(3), 111–118.

Luditama, C. (2006a). Isolasi dan Pemurnian Asap Cair Berbahan Dasar Tempurung dan Sabut Kelapa Secara Pirolisis dan Distilasi.Prosiding Kkonfrensi Nasional Kelapa, VIII, 93–102.

Luditama, C. (2006b). Isolasi dan Pemurnian Asap Cair Berbahan Dasar Tempurung dan Sabut Kelapa Secara Pirolisis dan Distilasi.Prosiding Kkonfrensi Nasional Kelapa, VIII, 93–102.

Maga JA. 1988. Smoke inFood Processing. CRC Press. Inc. Boca Raton. Florida.

Marasabessy, I. (2007). Produksi Asap Cair dari Limbah Pertanian dan Penggunaannya Dalam Pembuatan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Asap.

Mustafiah. (2016). Pengaruh Suhu Terhadap Produksi Asap Cair dari Blending Limbah Biomassa Cangkang Sawit dengan Batubara secara Pirolisis, 01(01), 1–8.

Padil, Sunarso, & Andriyasih, T. (2008). Pirolisis Cangkang Sawit Menjadi Asap Cair(Liquid Smoke) (pp. 1–7).

Reta, K. B., & Anggraini, S. P. A. (2016). Pembuatan Asap Cair dari Tempurung Kelapa , Tongkol Jagung dan Bambu Menggunakan Proses Slow Pyrolysis, 1(1), 57–64.

Salindeho, N. (Ed.). (2017). Asap Cair Hasil Pirolisis Cangkang Pala Dan Cangkang Kemiri. Unsrat Press.

Sunarsih, S., Pratiwi, Y., & Suratno, Y. (2012). Pengaruh Suhu, Waktu dan Kadar Air pada Pembuatan Asap Cair dari Limbah Padat Pati Aren. Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) Periode III, 1(1), 9–13.

Surest, A. H., Reza, M. S., & Priyayi, D. (2013). Pembuatan Asap Cair dari Kayu Akasia dan Uji Awal Kemampuannya Sebagai Bahan Bakar Cair. Jurnal Teknik Kimia, 19(4), 38–44.Syarif, U. I. N., Jakarta, H., Anisah, K., Kedokteran, F., Ilmu, D. A. N., & Farmasi, P. S. (2014). Analisa Komponen Kimia dan Uji Antibakteri Asap Cair Tempurung Kelapa Sawit ( Elaeis guineensis Jacq) Pada Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa.

Tanaman Kelapa : Budidaya dan Pemanfaatannya, L. Suhardiyono, Kanisius, cetakan pertama, 1998.

Tranggono, Suhardi, Setiadji B, Darmadji P, Supranto, Sudarmanto, 1996. Identifikasi Asap Cair dari Berbagai Jenis Kayu dan Tempurung Kelapa. J. Ilmu dan Teknologi Pangan. Yogyakarta.1 (2): 15-24

Wibowo, S. (2012). ( Characteristic of Smoke liquid from Nyamplung Shell ), 30(3), 218–227.

Yatagai Mitsuyoshi. 2002. Utilizatio of Charcoal and Wood Vinegar in Japan. Graduate School of Agricultural and Life Science. Japan: The University of Tokyo.

Unduhan

Diterbitkan

2019-06-26

Cara Mengutip

Diatmika, I. N. A. Y. A., Kencana, P. K. D., & Arda, G. (2019). Karakteristik Asap Cair Batang Bambu Tabah(Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ) yangDipirolisis pada Suhu yang Berbeda. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 7(2), 1–8. https://doi.org/10.24843/JBETA.2019.v07.i17

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 > >>