Pengaruh Saluran Aerasi pada Pengomposan Berbahan Baku Jerami

Penulis

  • I Wayan Budiarta Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Sumiyati Sumiyati Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Yohanes Setiyo Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2017.v05.i01.p10

Kata Kunci:

jerami, varietas, aerasi, kompos, kualitas

Abstrak

Sisa panen berupa jerami padi varietas unggul bisa mencapai 25 ton/ha dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk kompos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh saluran aerasi terhadap proses pengomposan, dan mengetahui kualitas kompos yang dihasilkan dari bahan baku jerami. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan yaitu: P1 : pengomposan jerami padi dengan saluran aerasi; P2 : pengomposan jerami padi tanpa saluran aerasi. Panjang tumpukan kompos 1,5 m, lebar 1 m, dan tinggi 1 m. Parameter yang diamati adalah suhu, kelembaban, kadar air, rendemen, pH, nitrogen, karbon dan rasio C/N. Proses pengomposan berlangsung selama 12 minggu. Proses pengomposan pada perlakuan pengomposan dengan saluran aerasi cenderung berjalan lebih lambat dibandingkan perlakuan pengomposan tanpa saluran aerasi. Kualitas kompos yang dihasilkan dari bahan baku jerami pada perlakuan P1 dan P2 sudah sesuai dengan standar kompos padat dari Peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2011.

Referensi

Anonim. (2014). Luas lahan (hektar) per kabupaten/kota menurut penggunaannya tahun 2013. Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. Diakses dari http://bali.bps.go.id/tabel_detail.php?ed=607001&od=7&id=7

Anonim. (2015a). Cara membuat kompos. Alamtani Buletin Agribisnis. Diakses dari http://alamtani.com/cara-membuat-kompos.html

Anonim. (2015b). Kandungan bahan organik jerami padi. Diakses dari http://agroteknologi.web.id/

Dalzell, H. W., Bidlestone, A. J., Gray, K. R., & Thurairajan, K. (1987). Soil management: Compost production and use in tropical and subtropical environment (Soil Bulletin No. 56). Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Gaur, A. C. (1983). A manual of rural composting (Project Field Document No. 15). FAO, Rome.

Habibi, L. (2008). Pembuatan pupuk kompos dari limbah rumah tangga. Titian Ilmu, Bandung.

Hardjowigeno, S. (1992). Ilmu tanah. Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta.

Ikrarwati. (2008). Pembuatan kompos jerami di lahan sawah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Jakarta.

Indriani, N. H. (2007). Membuat kompos secara kilat. Penebar Swadaya, Jakarta.

Mitchell, R. (1992). Environmental microbiology. Wiley-Liss, John Wiley & Sons, New York.

Murbandono, L. (1997). Membuat kompos. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sastrawijaya, A. T. (1991). Pencemaran lingkungan. Rineka Cipta, Jakarta.

Yuliarti, N. (2009). 1001 cara menghasilkan pupuk organik. Andi Offset, Yogyakarta.

Unduhan

Diterbitkan

2017-01-10

Cara Mengutip

Budiarta, I. W., Sumiyati, S., & Setiyo, Y. (2017). Pengaruh Saluran Aerasi pada Pengomposan Berbahan Baku Jerami. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(1), 68–75. https://doi.org/10.24843/JBETA.2017.v05.i01.p10

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 > >>