Strategi Pengendalian Pascapanen Mutu Tomat (Solanum lycopersicum) di Desa Angseri Kabupaten Tabanan Bali
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p24Kata Kunci:
tomat, kontrol kualitas, strategi, keinginan konsumenAbstrak
Tingginya kerusakan tomat selama pascapanen merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi
dalam memenuhi harapan konsumen. Pengendalian pascapanen merupakan kegiatan akhir yang harus
dilakukan untuk dapat menjaga mutu tomat tetap dalam kondisi baik. Tujuan penelitian ini adalah
mengindentifikasi kepentingan dan kepuasan konsumen yang menjadi atribut kunci serta menganalisis
penyebab kemunduran mutu tomat dan menganalisis strategi yang tepat untuk mengendalikan mutu
tomat. Kepentingan dan kepuasan konsumen akan mutu tomat dikonversikan dengan metode IPA
(Importance Performance Analysis). Atribut mutu tersebut yaitu tampilan segar, kebersihan kulit buah,
warna kulit buah, rasa manis dan asam, kadar air tomat, dan bebas dari rasa asing. Penurunan mutu
tomat disebabkan oleh beberapa faktor berikut: (1) bahan baku yaitu: cara panen, perawatan setelah
panen, teknir sortir, pengemasan, (2) manajemen yaitu: penerapan food safety management, (3) tenaga
kerja yaitu: kurang skll, (4) lingkungan yaitu: bencana alam, iklim dan cuaca, (5) mesin dan metode
yaitu: transportasi dan penyimpanan. Formulasi dan penentuan strategi prioritas dilakukan dengan
pendekatan Strengths Weakness (SWOT) dan Opportunities Quantitative Strategies Planning Matrix
(QSPM). Skor bobot matriks faktor internal yang diperoleh adalah 3,193 yang berarti berada pada posisi
kuat sementara pada matriks faktor eksternal memperoleh skor adalah 3,125 yang berarti peluang belum
diptimalkan dan ancaman masih belum dapat diatasi. Prioritas tertinggi yang dapat dipilih sebagai
alternatif strategi adalah penambahan modal investasi juga mengendalikan penanganan budidaya dan
pascapanen di optimalkan serta memproduksi tomat yang berkualitas dan juga memanfaatkan teknologi
terbarukan dengan bobot sebesar 6,019.
Referensi
Cahyono, I. B. (2008). Tomat, Usaha Tani dan Penanganan Pasca Panen. Kanisius.
Kusumayati, N., Nurlaelih, E. E., & Setyobudi, L. (2015). Tingkat keberhasilan pembentukan buah tiga varietas tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) pada lingkungan yang berbeda. Jurnal Produksi Tanaman, 3(8).
Musaddad, D., & Hartuti, N. (2003). Produk Olahan Tomat. Penebar Swadaya. Jakarta, 310.
Silalahi, U. (1999). Metode dan Metodologi Penelitian
Sugiyono, M. P. K. (2005). Bandung. Affabeta,CV.
Supriati, Y., & Siregar, F. D. (2015). Bertanam Tomat di Pot (Edisi Revisi). Penebar Swadaya Grup.
Umar H. 2008. Strategic Management in Action. Jakarta (ID): PT. Gramedia Pustaka Utama.
Widhiantari, I. A., Sutan, S. M., & Djoyowasito, G. (2016). Rancangan Wadah Buah Tomat Untuk Menahan Getaran Selama Transportasi Berbahan Eceng Gondok dan Pelepah Pisang. The Indonesian Green Technology Journal, 5(1), 1-6.
Yanti, N. K. A. T. (2016). Panen Dan Pasca Panen Tomat (Licopersicum esculentum) dalam Mendukung Model Kawasan Rumah Pangan Lestari Di Kabupaten Badung. In Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian.
Yola, M., & Budianto, D. (2013). Analisis kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan dan harga produk pada supermarket dengan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Jurnal Optimasi Sistem Industri, 12(12), 301-309.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/