Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan terhadap Mutu Organoleptik Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Semi Kering

Penulis

  • Indri Novia Santi Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Made Supartha Utama Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Ida Ayu Gede Bintang Madrini Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p12

Kata Kunci:

buah naga, pengeringan, uji organoleptik, suhu-waktu

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap mutu organoleptik buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) semi kering, serta menemukan kombinasi terbaik dari kedua perlakuan tersebut. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor yaitu suhu (40°C, 50°C dan 60°C) dan waktu (15 jam, 20 jam dan 25 jam) dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu dan waktu pengeringan berinteraksi dan secara sangat nyata
berpengaruh terhadap mutu visual, tekstur, aroma, rasa dan penerimaan secara keseluruhan. Kombinasi terbaik adalah perlakuan suhu 60°C dan waktu pengeringan 20 jam dengan nilai organoleptik yaitu mutu visual 3.84 (suka), tekstur 3.96 (suka), aroma 3.69 (suka), rasa 4.04 (suka) dan penerimaan secara keseluruhan 4.24 (suka).

Referensi

Adri, D., dan H. Wikanastri. 2013. Aktivitas Antioksidan dan Sifat Organoleptik The Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) berdasarkan Variasi Lama Pengeringan. Jurnal Pangan dan Gizi. 4(7).

Azizah, N., P.B. Yoyok., dan A.M.B. Setya. 2013. Sifat Fisik, Organoleptik, dan Kesukaan Yogurt Drink dengan Penambahan Ekstrak Buah Nangka. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 2(3).

Engelan, A. 2018. Analisis Kekerasan, Kadar Air, Warna dan Sifat Sensori pada Pembuatan Keripik Daun Kelor. Journal of Agritech Science. 2(1).

Elwandi, E.N. 2015. Identifikasi Morfologi Tanaman Buah Naga Super Merah (Hylocereus costaricensis) Di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Thesis (Skripsi), Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru.

Erungan, C.A., I. Bustami., dan Y.N. Alvi. 2000. Analisis Pengambilan Keputusan Uji Organoleptik dengan Metode Multi Kriteria. Teknologi Hasil Perairan, Institut Pertanian Bogor.

Faiqoh, E.N. 2004. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman dalam Cacl2 (Kalsium Klorida) terhadap Kualitas dan Umur Simpan Buah Naga Super Merah (Hylocereus Costaricensis). Undergraduate Thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. 71–81.

Fikri,F., H.S. Iwan., dan P.E.T. Muhammad. 2017. Uji Organoleptik, pH, Uji Eber dan Cemaran Bakteri pada Karkas yang Diisolasi dari Kios Di Banyuwangi. Jurnal Medix Veteriner. 1(1): 23-27.

Handayani, E., S. Samudin., dan Z. Basri. 2011. Pertumbuhan Eksplan Buah Naga (Hylocereus undatus) pada Posisi Tanaman dan Komposisi Media beberapa secara In Vitro. Jurnal Agrotekbis. 1 : 1-7.

Hidayat, R.I., K. Kusrahayu., dan M. Sri. 2013. Total Bakteri Asam Laktat, Nilai pH, dan Sifat Organoleptik Drink Yoghurt dari Susu Sapi yang Diperkaya dengan Ekstrak Buah Mangga. Jurnal Pertanian dan Peternakan, Universitas Diponegoro. 2(1).

Lamusu, D. 2018. Uji Organoleptik Jalangkote Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L) sebagai Upaya Diversifikasi Pangan. Jurnal Pengolahan Pangan. 3(1): 9-15.

Mundir, A. 2012. Mutu Produk. Jurnal Ilmiah, Ruz Ress Pasuruan.

Noviyanti., W. Sri., dan S. Muhammad. 2016. Analisis Penilaian Organoleptik Cake Brownies Substitusi Tepung Wikau Maombo. Jurnal Sains dan Teknologi Pangan. 1(1): 58-66.

Risnayanti., S.M. Sri., dan Ratman. 2015. Analisis Perbedaan Kadar Vitamin C Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dan Buah Naga Putih (Hylocereus undatus) yang Tumbuh Di Desa Kolono Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Akademika Kimia. 4(2) : 91-96.

Sari, K.D., M.A. Sri., K. Lilik., K. Ali., G.M. Tommy. 2014. Uji Organoleptik Formulasi Biskuit Fungsional Berbasis Tepung Ikan Gabus (ophiocephalus striatus). Agritech. 34(2).

Sulistiami, A., Waeniati., Muslimin., dan I.N. Suwastika. 202. Pertumbuhan Organ Tanaman Buah Naga (Hylocereus undatus) pada Medium MS dengan Penambahan BAP dan Sukrosa. Jurnal Natural Science. 1 : 27-33.

Yuwono, S.S., dan T. Susanto. 1998. Pengujian Fisik Pangan. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Malang.

Wibawa, S.A.P., A. S. Made., D. Oka. 2013. Identifikasi Senyawa Kimia Ekstrak Buah Naga Putih dan Pengaruhnya terhadap Glukosa Darah Tikus Diabetes. Indonesia Medicus Veterinus. 2 ; 151-161.

Winarno, F.G. 1993. Pangan Gizi, Teknologi dan Konsumen. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Wulandari, R. 2011. Pengujian Zat Warna dari Kulit Buah Naga dengan Menggunakan Spektrofotometer Optima Sp-300. Program Studi Diploma III Teknik Kimia Program Diploma Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang.

Unduhan

Diterbitkan

2021-09-29 — Diperbaharui pada 2026-02-11

Versi

Cara Mengutip

Santi, I. N., Utama, I. M. S., & Madrini, I. A. G. B. (2026). Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan terhadap Mutu Organoleptik Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Semi Kering. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 9(2), 252–258. https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p12 (Original work published 29 September 2021)

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 > >>