The Effects of LED Red, Blue, and White Light Colors Proportionon Chlorophyll Content and Canopy Area of Pakcoy (Brassica rapa L.)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i02.p14Kata Kunci:
canopy area, chlorophyll content, LED light proportion, PakcoyAbstrak
Light is the main energy source for plants for the photosynthesis process. In indoor cultivation systems (plant factories), LEDs can be used as artificial light. The dominant light colors absorbed by plants for the photosynthesis process are red and blue, but the proportion of the LED colors used is unknown, so it is necessary to research the proportions of light colors. This study aims to determine the effect of the proportions of red, blue, and white light on the chlorophyll content (SPAD value) and the canopy area of Pakcoy. Pakcoy was planted in a growth chamber and given seven different proportions of light for 12 hours with a lamp total of 60 Watt and light intensity of 2000 lux. This study was conducted for 49 days, and the observations to make once aweek. The results showed the proportion of red, blue, and white LED light treatment affects the chlorophyll content and canopy area. The proportions of LED light 30 Watt red, 20 Watt blue, and 10 Wattwhite produced the highest chlorophyll content (35.0 SPAD value) and canopy area (70.7 cm2). In conclusion, the proportion of red, blue, and white LED light showed significantly different in the growth of Pakcoy.
Referensi
Ajiningrum, P. S. (2019). Kadar total pigmen klorofil tanaman Avicennia marina pada tingkat perkembangan daun yang berbeda. STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa, 11(2), 52–59. https://doi.org/10.36456/stigma.vol11.no02.a1734
Apriadi Aviantara, I. G. N., & Sujana, P. (2018). Kajian sistem jaminan mutu pada budidaya paprika di greenhouse di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian AGROTECHNO, 3(2), 338–341.
Arinata, Y., Yulianti, N. L., & Arda Gede. (2019). Pengaruh variasi dimensi wadah dan fermentasi terhadap kualitas biji kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Aryani, N. L. P. N. A., Yulianti, N. L., & G. A. (2018). Karakteristik biji kakao hasil fermentasi kapasitas kecil dengan jenis wadah dan lama fermentasi yang berbeda. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 6(1), 17–24.
AtiQoh. (2007). Isolasi bakteri asam laktat penghasil senyawa antikapang pada fermentasi kakao (Skripsi). Universitas Jember.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Tabanan. (2015). [Judul laporan].
Bayat, L., Arab, M., Aliniaeifard, S., Seif, M., Lastochkina, O., & Li, T. (2018). Effects of growth under different light spectra on the subsequent high light tolerance in rose plants. AoB PLANTS, 10(5), 1–17. https://doi.org/10.1093/aobpla/ply052
Chen, L., Li, Z., Zhang, K., Gong, X., & Wang, H. (2020). Effects of LED light spectrum on plant growth. [Nama jurnal belum lengkap].
Darmawan, D. (2017). Pengaruh kemasan dan harga terhadap keputusan pembelian produk sayuran hidroponik. 1(April), 1–10. https://doi.org/10.31227/osf.io/vcsg3
Duwika, K. (2018). Analisis pendapatan usaha paprika di Desa Pancasari Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Jurnal Mitra Manajemen, 2(2), 80–88. https://doi.org/10.52160/ejmm.v2i2.73
Gonibala. (2019). Kajian fermentasi biji kakao (Theobroma cacao L.) menggunakan tipe kotak dinding ganda dengan aerasi (Skripsi). Universitas Sam Ratulangi.
Haryanti, S. (2008). Growth response of patchouli (Pogostemon cablin Benth) leaf number and size on different levels of shade. Anatomy and Physiologi Bulletin, 16(2), 20–26.
Haryanto, E., Suhartini, T., Sunarjono, H., & Rahayu, E. (2006). Sawi dan selada. Penebar Swadaya.
Hayati. (2012). Kajian fermentasi dan suhu pengeringan pada mutu kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Keteknikan Pertanian, 26(2), 129–135.
Hendriyani, I. S., & Setiari, N. (2009). Kandungan klorofil dan pertumbuhan kacang panjang (Vigna sinensis) pada tingkat penyediaan air yang berbeda. Artikel Penelitian, 17(3), 145–150.
Indah Kusuma Dewi, I. G. A., Aviantara, I. G. N. A., & Widia, I. W. (2019). Distribusi serapan sayur paprika pada rantai pasok di Kecamatan Baturiti hingga ke konsumen. Jurnal BETA, 8(1), 122–129.
Kobayashi, K., Amore, T., & Lazaro, M. (2013). Light-emitting diodes (LEDs) for miniature hydroponic lettuce. Optics and Photonics Journal, 3(1), 74–77. https://doi.org/10.4236/opj.2013.31012
Kwon, S. Y., Ryu, S. H., & Lim, J. H. (2014). Design and implementation of an integrated management system in a plant factory to save energy. Cluster Computing, 17(3), 727–740. https://doi.org/10.1007/s10586-013-0295-2
Lin, K. H., Huang, M. Y., Huang, W. D., Hsu, M. H., Yang, Z. W., & Yang, C. M. (2013). Effects of red, blue, and white LEDs on hydroponic lettuce growth. Scientia Horticulturae, 150, 86–91. https://doi.org/10.1016/j.scienta.2012.10.002
Mulato. (2005). Pengolahan produk primer dan sekunder kakao. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia.
Morrow, R. C. (2008). LED lighting in horticulture. HortScience, 43(7), 1947–1950. https://doi.org/10.21273/hortsci.43.7.1947
Muhammad, Y. (2006). Pengaruh penanganan pasca panen terhadap mutu komoditas hortikultura. 8(1), 31–36.
Mutiarawati, T. (2007). Penanganan pasca panen hasil pertanian.
Nio Song, A., & Banyo, Y. (2011). Konsentrasi klorofil daun sebagai indikator kekurangan air pada tanaman. Jurnal Ilmiah Sains, 15(1), 166. https://doi.org/10.35799/jis.11.2.2011.202
Purnavita, S., Sriyana, H. Y., & Widiastuti, T. (2018). Kemasan menarik dan internet marketing untuk meningkatkan nilai jual emping garut. E-Dimas, 9(1), 88. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v9i1.2260
Putra, G., Sutardi, & Kartika, B. (2010). Perubahan prekursor aroma biji kakao selama fermentasi. Agritech, 13(4), 13–17.
Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wahyudi, T., Pangabean, T. R., & P. (2008). Panduan lengkap kakao. Penebar Swadaya.
Winarno, F. G. (1993). Pangan, gizi, teknologi, dan konsumsi. PT Gramedia Pustaka Utama.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/