Analisis Teknis Penggunaan Sumber Daya Air Tanah untuk Irigasi Tanaman Padi di Kabupaten Jembrana
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2018.v06.i02.p06Kata Kunci:
Sumur Pompa, Air Tanah, Kebutuhan Air, Ketersediaan Air, IrigasiAbstrak
Air tanah merupakan salah satu sumber daya air yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan irigasi. Dengan keterbatasan ketersediaan air, maka diupayakan dengan memanfaatkan air tanah dengan menggunakan sumur pompa. Penggunaan sumur pompa belum maksimal dalam memenuhi kebutuhan air irigasi maka diperlukan penelitian lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengetahui teknis penggunaan sumber daya air tanah untuk irigasi menggunakan sumur pompa, dan (2) Menganalisis kemampuan sumur p ompa pada subak sampel di Kabupaten Jembrana terhadap kebutuhan air irigasi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif melalui metode survei, pengambilan data menggunakan data primer dan sekunder. Analisis debit tersedia diperoleh melalui metode surve i langsung kelapangan dan analisis kebutuhan air irigasi dilakukan dengan bantuan software CROPWAT 8.0. Berdasarkan analisis neraca air irigasi dilakukan pengurangan antara kebutuhan air irigasi dengan ketersediaan air irigasi terhadap 3 sampel subak. Pad a Subak Sari Merta terjadi kekurangan air pada selama 2 periode yaitu periode Juni I sebesar 171.900 l/hari, Januari I 149.700 l/hari. Pada Subak Brawantangi terjadi kekurangan air sebanyak 4 periode yaitu periode Agustus I sebesar 123.900 l/hari, Agustu s II 99.200 l/hari, Maret I 98.000 l/hari, Maret II 78.200. Dan pada Subak Tegal Badeng terjadi kekurangan air sebanyak 8 periode yaitu periode Juni II sebesar 64.600 l/hari, Juni III 178.500 l/hari, Agustus III 35.600 l/hari, September I 35.100 l/hari, Se ptember II 38.400 l/hari, September III 32.900 l/hari, November I 48.400 l/hari, November III 149.700 l/hari. Defisit air terjadi karena pada periode bulan tersebut dilakukan pengolahan tanah sehingga kebutuhan air irigasi cenderung tinggi. Untuk dapat mem enuhi kebutuhan air irigasi yang diperlukan untuk pengolahan tanah, pada Subak Sari merta dilakukan sistem giliran memakai air irigasi supaya aktifitas pertanian dapat berjalan baikReferensi
Anggraini, F., Suryanto, A., & Aini, N. (2013). Sistem tanam dan umur bibit pada tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) varietas Inpari 13. Jurnal Produksi Tanaman, 1(2).
Anonim. (2014). Direktorat Jendral Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, Provinsi Bali.
Asdac, C. (2002). Hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Harto, S. B. (2000). Hidrologi: Teori, masalah dan penyelesaian. Yogyakarta: Nafiri Offset.
Juhana, E. A., Permana, S., & Farida, I. (2015). Analisis kebutuhan air irigasi pada daerah irigasi Bangbayang, UPTD SDAP Leles, Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Garut. Sekolah Tinggi Teknologi Garut, Garut. ISSN: 2302-7312, Vol. 13(1).
Purwanto, & Ikhsan, J. (2006). Analisis kebutuhan air irigasi pada daerah irigasi Bendung Mrican 1. Jurnal Semesta Teknika, 9(1), 83–93.
Sari, N. Y. (2004). Optimasi pola tanam berdasarkan ketersediaan debit air irigasi di Daerah Irigasi Situbala, Kabupaten Bogor, Jawa Barat [Skripsi]. Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB, Bogor.
Soemarwoto, O. (1991). Ekologi, lingkungan hidup, dan pembangunan. Bandung: Djambatan.
Sudjarwadi. (1990). Teori dan praktek irigasi. Yogyakarta: Pusat Antar Universitas Ilmu Teknik, UGM.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/