Kerawanan Bencana Banjir di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta, Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p02Kata Kunci:
potensi banjir, skoring, sistem informasi geografisAbstrak
Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tahun 2020 Kabupaten Gunungkidul memiliki intensitas curah hujan yang tinggi yang dapat berpotensi untuk terjadinya banjir . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membuat peta tingkat potensi kerawanan banjir di Kabupaten Gunungkidul. Proses identifikasi daerah rawan ini, menggunakan metode skoring dan pembobotan. Metode ini dilakukan dengan memberikan nilai skor dan b obot pada masing - masing parameter curah hujan, kemiringan lereng, ketinggian, jenis tanah, penggunaan lahan sehingga sehingga menghasilkan Peta Kerawanan Banjir di Kabupaten Gu nungkidul. Hasil penelitian menunjukkan bawah Kabupaten Gunungkidul memiliki curah hujan yang berkategori sedang 2161 - 2287 mm/th dengan luas wilayah 67.862,24 ha sekitar 45,69 %, kemiringan lereng datar dengan luas wilayah 50.037 ha sekitar 33,69 %, ketinggian <100 m dengan luas wilayah 67.939,4 ha sekitar 53,48 %, Jenis tanah didominasi mediteran dengan luas 79.254,82 ha sekitar 53,37% dan penggunaan lahan didominasi tegalan dengan luas 56.228,93 ha sekitar 37,86% , sehingga mendapatkan hasil berupa 3 kelas tingkat kerawanan banjir yaitu tingkat rawan banjir rendah dengan luas 93.930,19 ha sekitar 62,58% dari luas wilayah, tingkat rawan sedang dengan luas 53.509,45 ha sekitar 35,51% dari luas wilayah, tingkat kerawa nan banjir tinggi dengan luas 1.091,81 ha sekitar 0,71% luas wilayah Kabupaten Gunungkidul.Referensi
Anggraini, N., Pangaribuan, B., Siregar, A. P., Sintampalam, G., Muhammad, A., Damanik, M. R. S., & Rahmadi, M. T. (2021). Analisis pemetaan daerah rawan banjir di Kota Medan tahun 2020. Jurnal Samudra Geografi, 4(2), 27–33. https://doi.org/10.33059/jsg.v4i2.3851
Arianto, W., Suryadi, E., & Perwitasari, S. D. N. (2021). Analisis laju infiltrasi dengan metode Horton pada Sub DAS Cikeruh. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 9(1), 8–19. https://doi.org/10.21776/ub.jkptb.2021.009.01.02
Aulia, K. I., Subiyanto, S., & Sudarsono, B. (2019). Analisis arah perkembangan fisik wilayah Kabupaten Kendal menggunakan sistem informasi geografis. Jurnal Geodesi Undip, 8(1), 486–495.
Findayani, A. (2018). Kesiap siagaan masyarakat dalam penanggulangan banjir. Jurnal Media Informasi Pengembangan Ilmu dan Profesi Kegeografian, 12(1), 102–114. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JG/article/view/8019
Genesiska, M., Mulyono, & Intan Yufantari, A. (2020). Pengaruh jenis tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) varietas Pulut Sulawesi. Journal of Agricultural Science, 2020(2), 107–117.
Kurniawan, D. (2021, November 11). Hujan deras, longsor dan banjir terjadi di Gunungkidul. Harian Jogja. https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2021/11/11/513/1087994/hujan-deras-longsor-dan-banjir-terjadi-di-gunungkidul
Kusumaningrat, M., Subiyanto, S., & Yuwono, B. (2017). Analisis perubahan penggunaan dan pemanfaatan lahan terhadap rencana tata ruang wilayah tahun 2009 dan 2017 (studi kasus: Kabupaten Boyolali). Jurnal Geodesi Undip, 6(4), 443–452.
Kuswadi, D., & Zulkarnain, I. (2014). Identifikasi wilayah rawan banjir Kota Bandar Lampung dengan aplikasi sistem informasi geografis (SIG). TekTan Jurnal Ilmiah Teknik Pertanian, 6(1), 1–70. https://jurnal.polinela.ac.id/index.php/TEKTAN/article/view/840
Maliki, R. Z., & Saputra, A. (2021). Pemetaan bahaya banjir di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, 12(1), 13–20.
Mantika, N. J., Hidayati, S. R., & Babarsari, J. (2020). Identifikasi tingkat kerentanan bencana di Kabupaten Gunungkidul. MATRA, 1(26622-187X), 59–70.
Nita, I., Putra, A. N., Albayani, H. K., Wildanul, A., & Nurhutami, S. R. (2022). Analisis potensi dan risiko banjir pada lahan pertanian di Kabupaten Pacitan. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 9(2549–9793), 37–48. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2022.009.1.5
Novaliadi, D. (2014). Pemetaan kerawanan banjir dengan aplikasi sistem informasi geografis di Sub DAS Karang Mumus, Provinsi Kalimantan Timur. Geografi UGM. http://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/76621
Nuryanti, T., Tanesib, J., & Warsito, A. (2018). Pemetaan daerah rawan banjir dengan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fisika Sains dan Aplikasinya, 3.
Sholahuddin, M. (2015). SIG untuk memetakan daerah banjir dengan metode skoring dan pembobotan (studi kasus Kabupaten Jeparan). Sistem Informasi Journal, 1, 8–19.
Sitorus, I. H. O., Bioresita, F., & Hayati, N. (2021). Analisis tingkat rawan banjir di Kabupaten Bandung menggunakan metode pembobotan dan scoring. Jurnal Teknik ITS, 10(1). https://doi.org/10.12962/j23373539.v10i1.60082
Tjahjono, H., & Geografi, J. (2007). Overlay sebagai model pembelajaran dalam mata kuliah SIG (Sistem Informasi Geografis) guna menemukan informasi geospasial baru. Lembaran Ilmu Kependidikan, 36(1), 18–27.
Wisnawa, Y. I. G., Jayantara, Y. I. G. N., & Putra, D. G. (2021). Pemetaan lokasi rawan banjir berbasis sistem informasi geografis di Kecamatan Denpasar Barat. Jurnal ENMAP (Environment & Mapping), 2(2).
Yuwono, M. (2021, November 11). Hujan deras di Gunungkidul, banjir dan longsor di beberapa lokasi. Kompas Regional. https://regional.kompas.com/read/2021/11/11/114435278/hujan-deras-di-gunungkidul-banjir-dan-longsor-di-beberapa-lokasi?page=all
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/