Pengaruh Komposisi Kotoran Sapi dan Pelepah Rebung Bambu Tabah serta Konsentrasi Aktivator terhadap Kualitas Kompos yang dihasilkan

Penulis

  • Daniel Rama Prawiratama Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana
  • I Wayan Widia Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana
  • I Nyoman Sucipta Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i01.p04

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi bahan dan konsentrasi aktivator yang optimal terhadap kualitas kompos sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-7030-2004. Bahan baku yang digunakan dalam pengomposan ini yaitu limbah pelepah rebung dan kotoran sapi.
Aktivator yang digunakan yaitu dari proses fermentasi selama 2 minggu dari bonggol pisang yang ditambahkan air cucian beras dan gula merah. Proses pengomposan pada penelitian ini menggunakan keranjang bambu dengan tinggi 100cm dan diameter 60cm. Metode yang digunakan adalah Rancangan
Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu perbandingan komposisi bahan kotoran sapi dan limbah pelepah rebung yang terdiri dari 5 taraf yaitu: 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, dan 0%:100%. Faktor kedua yaitu konsentrasi aktivator terdiri dari 3 taraf yaitu
250 ml, 500 ml dan 750 ml. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Pada proses pengomposan suhu dan pH diamati setiap hari selama 31 hari. Kadar air, C-Organik(%), Nitrogen(%)
diamati pada awal dan akhir proses pengomposan. Kombinasi perlakuan kotoran sapi dan pelepah rebung serta konsentrasi aktivator berpengaruh sangat nyata terhadap nilai rendemen kompos dan pH. Komposisi perlakuan terbaik yaitu A3.B3 dengan perbandingan komposisi kotoran sapi dan pelepah
rebung (50%:50%) konsentrasi aktivator 750 ml, menghasilkan kompos dengan kualitas terbaik , yaitu dengan pH 6,93, kadar air 35,95%, C-organik 23,9%, N-total 1,46%, C/N rasio 16,42%. Kompos yang
dihasilkan berwarna coklat kehitaman, memiliki tekstur remah dibandingkan dengan perlakuan lainnyaTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi bahan dan konsentrasi aktivator yang optimal terhadap kualitas kompos sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-7030-2004. Bahan baku yang digunakan dalam pengomposan ini yaitu limbah pelepah rebung dan kotoran sapi. Aktivator yang digunakan yaitu dari proses fermentasi selama 2 minggu dari bonggol pisang yang ditambahkan air cucian beras dan gula merah. Proses pengomposan pada penelitian ini menggunakan keranjang bambu dengan tinggi 100cm dan diameter 60cm. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu perbandingan komposisi
bahan kotoran sapi dan limbah pelepah rebung yang terdiri dari 5 taraf yaitu: 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, dan 0%:100%. Faktor kedua yaitu konsentrasi aktivator terdiri dari 3 taraf yaitu 250 ml, 500 ml dan 750 ml. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Pada proses pengomposan suhu dan pH diamati setiap hari selama 31 hari. Kadar air, C-Organik(%), Nitrogen(%)
diamati pada awal dan akhir proses pengomposan. Kombinasi perlakuan kotoran sapi dan pelepah rebung serta konsentrasi aktivator berpengaruh sangat nyata terhadap nilai rendemen kompos dan pH. Komposisi perlakuan terbaik yaitu A3.B3 dengan perbandingan komposisi kotoran sapi dan pelepah
rebung (50%:50%) konsentrasi aktivator 750 ml, menghasilkan kompos dengan kualitas terbaik , yaitu dengan pH 6,93, kadar air 35,95%, C-organik 23,9%, N-total 1,46%, C/N rasio 16,42%. Kompos yang
dihasilkan berwarna coklat kehitaman, memiliki tekstur remah dibandingkan dengan perlakuan
lainnya

Referensi

Abdurroni. 2017. Implementation of Integrated

Atmaja, I. K. M., Tika, I. W., & Wijaya, I. A. S. (2017). Pengaruh Perbandingan Komposisi Bahan Baku terhadap Kualitas Kompos dan Lama Waktu Pengomposan The Effect Composition Ratio of Raw Material on Compost Quality and Timing for Composting Abstrak waktu minimal untuk menghasilkan pupuk kompos dengan bahan das, 5, 2–7.

Budiyani, N. K., Soniari, N. N., & Sutari, N. W. S. (2016). Analisis Kualitas Laruta Mikroorganisme Lokal (MOL) Bonggol Pisang. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology).

Bilqisti, Q., H. Prasetya, dan Susanti. 2010. Tepung Bonggol Pisang sebagai Upaya Mengurangi Ketergantung Bahan Baku Tepung dari Luar Negeri. PKM. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Dewi, N. M. E. Y. Y. S. I. made N. (2017). Pengaruh bahan tambahan pada kualitas kompos kotoran sapi. BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian),5(1), 76–82. Retrieved from http://ojs.unud.ac.id/index.php/beta

Gaur, A. C. (1982). A manual of rural composting. Food Agriculture Organization of United Nations. Rome.

Krisnawan, K. A., Tika, I. W., Ayu, I., Bintang, G., Studi, P., Pertanian, T., & Pertanian, F. T. (2018). Analisis Dinamika Suhu pada Proses Pengomposan Jerami dicampur Kotoran Ayam dengan Perlakuan Kadar Air Analysis of Temperature Dynamic on Composting Process of Rice Straw Mixed Chicken Manure with Moisture Content Treatment Abstrak,6, 25–32.

Kusuma, M. A. (2012). Pengaruh Variasi Kadar Air terhadap Laju Dekomposisi Kompos Sampah Organik di Kota Depok. MT Tesis. Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Depok

.

Madrini, I. A. G. B. (2016). Community-based composting and management of leftover food for urban agriculture. Pane, M. A., Damanik, M. M. B., & Sitorus, B.(2014). Pemberian Bahan Organik Kompos Jerami Padi dan Abu Sekam Padi dalam Memperbaiki Sifat Kimian Tanah Ultisol Serta Pertumbuhan Tanaman Jagung. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara,2(4).

Setiyo, Y., Hadi, K. P., Subroto, M. A., & Yuwono, A. S. (2007). Pengembangan Model Simulasi Proses Pengomposan Sampah Organik Perkotaan. In Journal Forum Pascasarjana (Vol. 30, No. 1, pp. 1-12).

Suhastyo, A. A., Anas, I., Santosa, D. A., & Lestari, Y. (2013). Studi Mikrobiologi Dan Sifat Kimia

Mikroorganisme Lokal (MOL) Yang Digunakan Pada Budidaya Padi Metode Sri (System of Rice Intensification). SAINTEKS, 10(2).

Suhastyo, A. A. 2011. Studi Mikrobiologi dan Sifat Kimia Mikroorganisme Lokal yang Digunakan pada Budidaya Padi Metode SRI (System of Rice Intensification). Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Widiastuti, R. R. 2008. Pemanfaatan Bonggol Pisang Raja Sere sebagai Bahan Baku Pembuatan Cuka. Sripsi S1. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.

Yuwono, T. (2006). Kecepatan dekomposisi dan kualitas kompos sampah organik. Jurnal inovasi pertanian,4(2), 116-123.

Unduhan

Diterbitkan

2019-06-19

Cara Mengutip

Prawiratama, D. R., Widia, I. W., & Sucipta, I. N. (2019). Pengaruh Komposisi Kotoran Sapi dan Pelepah Rebung Bambu Tabah serta Konsentrasi Aktivator terhadap Kualitas Kompos yang dihasilkan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(1), 25–34. https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i01.p04

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama