Pengaruh Mesh Adsorben Arang Aktif Bambu Betung Pada Proses Pemurnian Asap Cair Tempurung Kelapa

Penulis

  • I Putu Ari Susila Aditya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Putu Surya Wirawan Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Gusti Ketut Arya Arthawan Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p08

Kata Kunci:

Asap cair, arang aktif, adsorben, dehidrasi, pemurnian

Abstrak

Asap cair merupakan hasil kondensasi pembakaran bahan organik melalui proses pirolisis. Asap cair grade 1 yang biasa digunakan untuk pengawet bahan makanan diproses melalui tahapan pemurnian dengan distilasi bertingkat yang memerlukan waktu cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas asap cair tempurung kelapa grade 1 berdasarkan SNI
8985:2021. Proses pemurnian asap cair menggunakan metode dehidrasi dengan adsorben arang aktif bambu betung dengan variasi ukuran 40 mesh, 60 mesh, 80 mesh, dan 100 mesh. Parameter yang diamati yaitu kadar air, kadar abu, SEM (Scanning Electron Microscopy), keasaman (pH), dan GC-MS (Gas Chromotography-Mass Spectroscopy). Hasil penelitian menunjukkan
perlakuan 40 mesh menghasilkan kadar air 4,38%; kadar abu 2,70%; pH 3,3; dan waktu pemurnian 87 menit. Perlakuan 60 mesh menghasilkan kadar air 5,78%; kadar abu 3,39%; pH 3,2; dan waktu pemurnian 90 menit. Perlakuan 80 mesh menghasilkan kadar air 5,95%; kadar abu 4,14%; pH 3,1; dan waktu pemurnian 93 menit. Perlakuan 100 mesh menghasilkan kadar air 6,75%; kadar abu 7,50%; pH 3; dan waktu pemurnian 100 menit. Asap cair grade 1 yang dihasilkan memiliki kandungan senyawa fenol sebesar 1,94% - 5,14%, senyawa creosol sebesar 5,84% - 15,56% dan senyawa asam sebesar 0,11% - 3,47%. Adsorben yang menggunakan ukuran 100 mesh direkomendasikan sebagai bahan pengawet makanan dengan karakteristik warna jenih, tidak berbau, nilai pH 3,0, senyawa fenol 5,14%, senyawa asam 3,27% dan creosol 15,56%.

Referensi

Adhitya, R., Alimuddin, & Aman, P. S. (2015). Pemurnian Asap Cair Dari Kulit Durian Dengan Menggunakan Arang Aktif. Journal of the Japanese Society of Pediatric Surgeons, 10(2), 112–120. https://doi.org/10.11164/jjsps.4.1_156_2

Ayu, P. R., Nyoman, U. G. I., & A.A.A, D. S. W. (2018). Analisis Potensi Ketersediaan Tanaman Bambu dan Pemasaran Kerajinan Bambu di Desa Kayubihi Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli. Agribisnis Dan Agrowisata, 7(3). https://doi.org/10.33140/tapi1

Badan Standardisasi Nasional - BSN. (1995). Standar Nasional Indonesia untuk Arang Aktif Teknis SNI 06-3730-1995. 20.

Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2021). Crude Asap Cair Lignoselulosa sebagai Bahan Baku (SNI 8985 : 2021 ). 1–24.

Baird, Z. S., Uusi-Kyyny, P., Pokki, J. P., Pedegert, E., & Alopaeus, V. (2019). Vapor Pressures, Densities, and PC-SAFT Parameters for 11 Bio-compounds. In International Journal of Thermophysics (Vol. 40, Issue 11). Springer US. https://doi.org/10.1007/s10765-019-2570-9

Diharyo, Salampak, Zafrullah, D., & Sulmi, G. (2020). Pengaruh lama aktifasi dengan H3PO4 dan ukuran butir arang cangkang kelapa sawit terhadap ukuran pori dan luas permukaan butir arang aktif. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 5(1), 48–54.

Fardiansyah, H. (2017). Pemanfaatan Media Bambu Sebagai Adsorbent Penyerap Logam Kadmium (Cd) dengan Perbandingan Tanpa Aktivasi dan Aktivasi dengan Asam Sitrat. Skripsi. Publikasi. Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan UII, Yogyakarta.

Fauzan, F., & Ikhwanus, M. (2017). Pemurnian Asap Cair Tempurung Kelapa Melalui Distilasi dan Filtrasi Menggunakan Zeolit dan Arang Aktif. Prosiding Semnastek, p-ISSN : 2407 – 1846, 1–2.

Herlina, P. K., Yoel, P., & Gazali-AI. (2020). Pemanfaatan arang aktif dari bambu untuk pengolahan limbah cair. Saintis, 1(2).

Jamilatun, S., & Salamah, S. (2015). Peningkatan Kualitas Asap Cair Dengan Menggunakan Arang Aktif Sntt Fgdt 2015. Simposium Nasional Teknologi Terapan (SNTT), 3, 1–6.

Jamilatun, S., Salamah, S., Aslihati, L., & Suminar, W. (2016). Pengaruh Perendaman Ikan Nila Dengan Asap Cair ( Liquid Smoke ) Terhadap Daya Simpan. Seminar Nasional Sains Dan Teknologi, November 2016, 1–8.

Lestari, E. S., Hadi, Y. S., & Pari, G. (2019). Pemanfaatan Campuran Arang Aktif Kayu Muntingia calabura L. dan Bakteri Escherichia coli pada Pengolahan Limbah Kromium Industri Elektroplating. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 37(2), 105–122.

Nafi’ah, R. (2016). Kinetika Adsorpsi Pb ( II ) dengan Adsorben Arang Aktif dari Sabut Siwalan. Jurnal Farmasi Sains Dan Praktis, I(2), 28–37.

Nurrahmad, F. A., & Khalimatus, S. (2022). Pengaruh Jenis Dan Rasio Penambahan Adsorben Pada Pemurnian Asap Cair. Distilat: Jurnal Teknologi Separasi, 8(1), 18–27. https://doi.org/10.33795/distilat.v8i1.293

Sanjaya, A. S., & Agustine, R. P. (2015). Studi Kinetika Adsorpsi Pb Menggunakan Arang Aktif Dari Kulit Pisang. Konversi, 4(1), 17. https://doi.org/10.20527/k.v4i1.261

Saputra, R. Y., Naswir, M., & Suryadri, H. (2020). Perbandingan Karakteristik Asap Cair Pada Berbagai Grade Dari Pirolisis Batubara. Jurnal Engineering, 2(2), 96–108. https://doi.org/10.22437/jurnalengineering.v2i2.11531

Septian, F. D., & Nur, M. M. N. (2020). Kajian Pengaruh Pemurnian Asap Cair dengan Metode Distilasi dan Adsorpsi Menggunakan Zeolit Alam. 1(2), 2–5.

Seri, M., & Feni, P. S. (2017). Pengaruh Suhu, Waktu, Dan Kadar Air Bahan Baku Terhadap Pirolisis Serbuk Pelepah Kelapa Sawit. Jurnal Teknik Kimia USU, 6(2), 35–40. https://doi.org/10.32734/jtk.v6i2.1581

Setyarini, H. D., Apriani, M., & Cahyono, L. (2021). Karakterisasi Adsorben dari Ampas Teh Tanpa Aktivasi dan Teraktivasi. l(2623), 156–159.

Shinta, N. Y. S., & Sinar, A. A. P. (2018). Pemurnian Asap Cair Terhadap Kinerja Reaktor Pirolisis Melalui Proses Filtrasi Zeolit Aktif. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan Dan Infrastruktur, 1(September), 1–6.

Thuroihan Aminulloh. (2020). Pembuatan Asap Cair Grade 1 Berbahan Limbah Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Pengawet. Skripsi. Publikasi. Program Studi Budi Daya Tanaman Hortikultura Politeknik Pertanian dan Peternakan Mapena, Tuban.

Walangare, K. B. A., Lumenta, A. S. M., Wuwung, J. O., & Sugiarso, B. A. (2013). Rancang Bangun Alat Konversi Air Laut Menjadi Air Minum Dengan Proses Destilasi Sederhana Menggunakan Pemanas Elektrik. Jurnal Teknik Elektro Dan Komputer, 2(2). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/elekdankom/article/view/1786

Wirawan, I. P.S., Sutrisno, S., Seminar, K. B., & Nelwan, L. O. (2018). Characteristics of Microactive Carbon from Bamboo Var. Petung as Adsorbent. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 147(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/147/1/012028

Wirawan, I. Putu Surya, Mardjan, S. S., Seminar, K. B., & Nelwan, L. O. (2018). Purification of bioethanol with bamboo activated carbon as adsorben. International Journal of Scientific and Technology Research, 7(12), 166–169.

Unduhan

Diterbitkan

2023-09-30 — Diperbaharui pada 2026-02-11

Versi

Cara Mengutip

Aditya, I. P. A. S., Wirawan, I. P. S., & Arthawan, I. G. K. A. (2026). Pengaruh Mesh Adsorben Arang Aktif Bambu Betung Pada Proses Pemurnian Asap Cair Tempurung Kelapa . Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 11(2), 307–315. https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p08 (Original work published 30 September 2023)

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 > >>