Pengaruh Konsentrasi Ethephon dan Suhu Penyimpanan pada Proses Degreening Buah Jeruk Siam (Citrus nobilis Lour var. microcarpa)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i01.p07Kata Kunci:
jeruk, degreening, konsentrasi etefon, suhu penyimpanan, warna kulitAbstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh degreening dengan berbagai konsentrasi etephones terhadap kualitas buah jeruk selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan desain acak lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah empat level konsentrasi ethephon yaitu 400, 500, 600, dan 700 ppm. Faktor kedua adalah suhu penyimpanan terdiri dari 2 level (28 ± 2 ℃ dan 18 ± 2 ℃). Analisis varian menunjukkan bahwa interaksi berbagai konsentrasi etephon dalam proses
degreening dan penyimpanan suhu yang dipengaruhi signifikan adalah (p <0,05) pada penurunan berat buah, total padatan terlarut, perbedaan warna, vitamin C dan total asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan penyimpanan suhu rendah dengan konsentrasi 700 ppm etephon adalah perlakuan terbaik untuk membentuk warna oranye pada kulit jeruk dan mempertahankan umur simpan buah jeruk
Referensi
Anna, P., dan Yanti, E. 2012. Pengaruh Jenis Perangsang Pematangan Terhadap Mutu Buah
Terung Belanda (Cyphomandra betacea).
Arif A.B., Diyono W., Syaefullah E., Suyanti, danSetyadjit. 2014. Optimalisasi cara pemeramanbuah cempedak (Artocarpus champeden).Informatika Pertanian 23 (1): 35-46.
Furqon M.A. 2017. Aplikasi precooling dan suhu simpan setelah degreening untuk peningkatan warna jingga pada buah jeruk siam (Citrus nobilis). Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Hasimi N.R., R Poerwanto., dan K. Suketi. 2016. Degreening buah jeruk siam(Citrus nobilis) pada beberapa konsentrasi dan durasipemaparan etilen. J.Hort Indonesia 7(2): 111-120.
Hasmini N.R. 2017. Degreening dan pengaturan suhu simpan untuk meningkatkan kualitas buah jeruk siam (Citrus nobilis var Microcarpa) dataran rendah. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Helmiyesi, H., Hastuti, R. B., dan Prihastanti, E. 2008. Pengaruh lama penyimpanan terhadap kadar gula dan vitamin C pada buah jeruk siam (Citrus nobilis var. microcarpa). Anatomi Fisiologi, 16(2), 33-37.
Javanmardi J. and Kubota C. 2006. Variation of lycopene, antioxidant activity, total soluble solids and weight loss of tomato during postharvest storage. Postharvest Biology and Technology 41:151-155.
Juanasri dan R. Poerwanto. 2008. Pengaruh ZPT terhadap kualitas buah manggis (Garcinia mangostana L.). Agrovigor
1(1): 29-38.
Jomori, M. L. L., Sestari, I., de AM Terra, F., Chiou, D. G., dan Kluge, R. A. 2010. Degreening of'Murcott'Tangor with Ethephon Treatments. Acta horticulturae, (877), 815.
[Kementan] Kementerian Pertanian. 2015. Outlook Jeruk. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Jakarta.
Lee, S. K. 1977. Postharvest Of Fruit And Vegetable Horticulture. Journal Of Food Technology, 32.
Lizawati. 2008. Induksi pembungaan dan pembuahan tanaman buah dengan penggunaan retardan. Jurnal Agronomi 12 (2): 18-22.
Mayuoni, L., Tietel, Z., Patil, B. S., dan Porat, R. 2011. Does ethylene degreening affect internal quality of citrus fruit. Postharvest Biology and Technology, 62(1), 50-58.
Muchtadi, T. R. 1992. Fisiologi Pascapanen Sayuran dan Buah-buahan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jendral Pendidikan Tinggi. PAU. IPB. Bogor.
Pantastico, Er. B. 1975a. Postharvest Physiology, Handling and Utilization of Tropical and
Subtotropical Fruits and Veetables. Kamariyani, (penerjemah); Gembong, T., (editor). 1997. Fisiologi Pasca Panen, Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Sub-tropika. Cetakan keempat. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 887 hal.
Pantastico, E. B. 1993. Fisiologi pasca panen, penanganan dan pemanfaatan buah-buahan dan sayur-sayuran tropika dan sub tropika. Gadjah Mada University Press.
Pantastico, E.R.B. 2003d. Fisiologi Pasca Panen, Penanganan dan Pemanfaatan Buah-Buahan dan Sayuran Tropika dan Subtropika. Terjemahan Kamariyani. UGM-Press. Yogyakarta.
Poerwanto, R., dan Susila, A. D. 2014. Teknologi Hortikultura. Bogor (ID).
Qanytah. 2004. Kajian perubahan mutu buah manggis (Garcinia mangostana L.) dengan perlakuan precooling dan penggunaan giberelin selama penyimpanan. Tesis. Insitut Pertanian Bogor.Bogor.
Rhim, J.,Wu, Y.,Weller, C., and Schnepf, M. 1999.Physical characteristics of a composite film of soy protein isolate and propyleneglycol alginate. Journal of Food Science, 64(1), 149–152.
Sudarmaji, S. 1994. Anfalisis bahan makanan dan pertanian. Yogyakarta.
Supartha, I.W., Kesumadewi, A.A.I., Susila, I.W., Gunadi, I.G.A., dan Suari, I.D.P.O. 2015. Di dalam, Profil Jeruk Gianyar 2015.Pemerintahan Kab. Gianyar dan Fakultas Pertanian. Universitas Udayana. Bali, p.1
Tawali, A. B., Sukriani, D. A., Sifa, A., Bastian, F., dan Demmamula, S. 2004. Pengaruh suhu penyimpanan terhadap mutu buah-buahan impor yang dipasarkan di Sulawesi Selatan. Naskah Publikasi Jurusan Teknologi Hasil Pertanian UNHAS, Sualwesi Selatan.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/