Perilaku Pindah Panas yang Terjadi pada Berbagai Kemasan Kentang Konsumsi (Solanum tuberosum L.) selama Penyimpanan Suhu Ruang
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p19Kata Kunci:
kentang, perpindahan panas, waktu penyimpanan, jenis kemasanAbstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perpindahan panas, perubahan mutu, dan mengetahui hasil
terbaik saat penyimpanan kentang di dalam suhu ruang dengan kemasan yang berbeda. Penelitian ini
menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor: waktu penyimpanan (5 hari, 10 hari,
dan 15 hari) dan kemasan (kardus, kayu, dan styrofoam). Kemasan yang digunakan berukuran 20 cm x
15 cm x 15 cm dan diisi dengan 2 kg kentang, perhitungan perpindahan panas, pengukuran suhu, dan
kelembaban akan dilakukan setiap 8 jam. Pengukuran parameter lainnya seperti kadar air, susut bobot,
warna, dan tekstur akan diuji per 5 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama
perpindahan panas semakin tinggi mencapai 34,90 dengan jenis kemasan kotak kayu, untuk pengamatan
parameter suhu nilai tertinggi mencapai 28,90℃ pada jenis kemasan styrofoam, untuk parameter
kelembaban nilai tertinggi mencapai 92,58% pada jenis kemasan kotak kardus, kadar air tertinggi terjadi
pada kemasan kotak kardus dengan nilai kadar air 88,01%, susut bobot tertinggi terjadi pada jenis
kemasan kayu 3,81%, warna kentang dengan nilai tertinggi terjadi pada jenis kemasan styrofoam
dengan nilai warna 47,79 dan tekstur tertinggi terjadi pada kemasan styrofoam 68,45 gf, dari hasil
tersebut kemasan yang mampu mempertahankan mutu kentang dengan baik adalah jenis kemasan kotak
kayu.
Referensi
Asgar, A., & Rahayu, S. (2014). Pengaruh Suhu
Penyimpanan dan Waktu Pengkondisian Untuk
Mempertahankan Kualitas Kentang Kultivar
Margahayu. Balai Penelitian Tanaman
Sayuran, 09(12), 8.
Astuti, N. (2019). Pengaruh Waktu Penyimpanan
Terhadap Nilai Suhu Kelembaban dan Kesegaran Sayuran Pada Kemasan Daun
Pisang [Universitas Islam Negeri Alauddin
Makasar]. https://doi.org/60400115038
Ela, E., & Rochmawati, R. (2016). Faktor-faktor yang
mempengaruhi penggunaan wadah styrofoam
sebagai kemasan makanan pada penjual
makanan jajanan di kota pontianak tahun.
JUMANTIK: Jurnal Ilmiah Penelitian
Kesehatan,
1–10.
http://openjurnal.unmuhpnk.ac.id/index.php/JJ
UM/article/view/352
Engelen, A. (2018). Analisis Kekerasan, Kadar Air,
Warna dan Sifat Sensori pada Pembuatan
Keripik Daun Kelor. Journal of Agritech
Science, 2(1), 10–15.
Hadi, I. K. P. H., Pudja, I. A. R. P., & Arda, G. (2019).
Pengaruh Ketebalan Plastik Polietilen Densitas
Rendah Sebagai Bahan Pengemas terhadap
Mutu Daun Seledri (Apium gravelens L.)
Selama Penyimpanan Dingin. Jurnal BETA
(Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(2), 240.
https://doi.org/10.24843/jbeta.2020.v08.i02.p0
7
Haryanti, D. N., & Hidajati, N. (2013). Pengaruh
Metode Pengeringan Terhadap Kualitas Tepung
Cacing Sutra (Tubifex sp.). In UNESA Journal
of Chemistry (Vol. 2, Issue 3). Metadata,
citation and similar papers at core.ac.uk
Ibarz, A., & Barbosa-Canovas, G. V. (2020). Thermal
Properties of Food. Unit Operations in Food
Engineering,
1986,
335–346.
https://doi.org/10.1201/9781420012620-14
Komar, N., Rakhmadiono, S., & Kurnia, L. (2001).
Teknik Penyimpanan Bawang Merah Pasca
Panen. Jurnal Teknologi Pertanian, 2(2), 79
95.
Kusumiyati, Nurjanah, R., & Sutari, W. (2017).
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan
terhadap Kualitas Kentang Olahan (Solanum
tuberosum L.) Kultivar Atlantik. Jurnal Ilmu
Pangan Dan Hasil Pertanian, 1(2), 1–12.
https://doi.org/10.26877/jiphp.v1i2.1678
Mulyono. (2015). Analisa Perpindahan Panas
konveksi pada Kotak Rongga Vakum untuk
Menyimpan Ikan. Simposium Nasional
Teknologi Terapan, 3.
Mursadin, A., & Subagyo, R. (2016). Bahan Ajar
Perpindahan Panas (No. 453; 1).
Pudja, I. A. R. P. P. (2015). Aplikasi Model
Perpidahan Panas dan Serapan Air Pada
kentang Selama Perebusan.
Rahmi, F., Zulfahrizal, Z., & Siregar, K. (2017).
Analisis Pindah Panas pada Ruang Fermentasi
Biji Kakao (Theobroma cacao L) dengan
Menggunakan Kotak Kayu dan Styrofoam.
Rona Teknik Pertanian, 10(1), 34–45.
https://doi.org/10.17969/rtp.v10i1.7448
Rochayat, Y., & Munika, V. R. (2015). Respon
kualitas dan ketahanan simpan cabai merah
(Capsicum annuum L.) dengan penggunaan
jenis bahan pengemas dan tingkat kematangan
buah.
Kultivasi,
14(1),
65–72.
https://doi.org/10.24198/kultivasi.v14i1.12093
Saputra, D. I. (2019). Analisa perpindahan panas
kotak
pemanas
dan
pendingin
yang
menggunakan modul termoelektrik sebagai
sumber kalor. Jurnal Sains Dan Teknologi,
18(1), 32–37.
Shaliha, L. A., Budi, S. B. M., & Hintono, A. (2017).
Aktivitas Antioksidan, Tekstur dan Kecerahan
Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas). Jurnal
Aplikasi Teknologi Pangan, 6(4), 141–144.
Siata, D. Z. S., Setyo, Y., & Arthawan, I. G. K. A.
(2022). Unjuk kinerja Sistem Aerasi Dalam
Kotak
Penyimpanan Kentang (Solanum
tuberrosum L) Tipe Kotak. Jurnal Ilmiah
Teknologi Pertanian Agrotechno, 5(1), 1–8.
https://ojs.unud.ac.id/index.php/agrotechno/arti
cle/download/58579/34385
Solin, H. (2013). Pertumbuhan Dan Hasil Kacang
Tanah (Arachis Hypogaea L.) Pada Jarak
Tanam Dan Dosis Pupuk Kandang Ayam Yang
Berbeda [Universitas Islam Negeri Sultan
Syarif
Kasim
Riau
Pekanbaru].
Toledo, R. T. (2019). Fundamentals of Food Process
Engineering (S. S. and B. Media (ed.);
University). Aspen Publishers
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (4)
- 2026-02-11 (3)
- 2026-02-09 (2)
- 2023-09-30 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/