Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2023-09-30. Baca versi terbaru.

Analisis Rasio Prestasi Manajemen (RPM) Distribusi Air Irigasi pada Subak di DAS Ho

Penulis

  • Kori Ardy Rahayu Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Wayan Tika Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Ida Bagus Putu Gunadnya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p20

Kata Kunci:

distribusi air irigasi, kinerja irigasi, RPM, subak

Abstrak

Irigasi didefinisikan sebagai sarana dalam memanfaatkan sumber daya air. Di Bali, pengelolaan irigasi
dilakukan dengan membentuk organisasi bernama subak. Salah satu ciri subak adalah anggotanya
memiliki satu sumber air yang sama dan mendapat pembagian air dari sumber tersebut secara adil.
Pengaturan diperlukan dalam membagi dan mendistribusi air irigasi, agar jumlah air yang diberikan
sesuai kebutuhan tanaman. Tingkat pemberian air irigasi masih belum sesuai di masing-masing subak,
sehingga diperlukan evaluasi kinerja irigasi menggunakan analisis RPM. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui sebaran nilai RPM dan strategi distribusi air irigasi pada subak. Analisis RPM dilakukan
dengan mengukur debit tersedia, menggunakan pendekatan analisis data kuatitatif, dan dengan
menghitung kebutuhan air irigasi menggunakan data rata-rata klimatologi 10 tahun terakhir periode
2012 – 2021 yang diperoleh dari BMKG Wilayah III Denpasar serta data hasil wawancara dengan
pekaseh. Hasil analisis menunjukan kinerja irigasi katagori “baik” didominasi oleh subak pada DI Aya
dengan sebaran nilai RPM 0,77 – 1,19; sedangkan katagori “sangat kurang” didominasi oleh subak pada
DI Gadungan Lambuk dengan sebaran nilai RPM 0,00 – 0,36. Saat musim kemarau, semakin ke hilir
menghasilkan kinerja jaringan irigasi “sangat kurang”. Supaya kinerja irigasi selalu dalam katagori
“baik”, maka strategi distribusi air irigasi pada subak di DAS Ho dapat dilakukan dengan pergiliran
pemberian air irigasi dan perbaikan jaringan irigasi yang bermasalah.

Referensi

Arnanda, I. K. Y., Tika, I. W., & Madrini, I. . G. B.

(2020). Analisis Rasio Prestasi Manajemen

Irigasi pada Distribusi Air di Subak Kabupaten

Tabanan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik

Pertanian),

8(2),

290–300.

https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.V08.I02.

P13

Arsyad, I. K. . (2017). Modul Kebutuhan Air. Pusat

Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan

Konstruksi.

Badan Pusat Statistik. (2022). Direktori Usaha

Pertanian Lainnya 2022. Badan Pusat Statistik.

Darismanto, & Mularia. (2005). Pedoman Konstruksi

dan Bangunan Sipil : Penguatan Masyarakat

Petani Pemakai Air Dalam Operasi dan

Pemeliharaan

Jaringan

Irigasi.

Pusat

Pengkajian Sosial Budaya dan Ekonomi

Wilayah. Badan Penelitian dan Pengembangan.

Departemen Pekerjaan Umum.

Farhan, A. (2012). Kinerja Pendistribusian Air

Irigasi Pada Lokasi Hulu, Tengah Dan Hilir.

Universitas Syiah Kuala.

Madrini, B. (2017). Sistem Irigasi Permukaan

[Bahan Ajar Teknik Irigasi dan Drainase].

Fakultasi Teknologi Pertanian. Universitas

Udayana.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan

Rakyat

No.30/PRT/M/2015.

(2015).

Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi.

Santika, I. K. A., Tika, I. W., & Budisanjaya, I. P. G.

(2020). Analisis Rasio Prestasi Manajemen

Irigasi pada Budidaya Tanaman Padi (Oryza

sativa L.) di Subak Kabupaten Tabanan. Jurnal

BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(2),

204–210.

https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.V08.I02.

P03

Saragih, H. M. (2009). Efisiensi Penyaluran Air

Irigasi di Kawasan Sungai Ular Daerah Irigasi

Bendang Kabupaten Serdang Bedagai

[Univeritas

Sumatera

Utara].

https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/5

2211

Sidharta, S. (1997). Irigasi dan Bangunan Air.

Gunadarma.

https://ebooktekniksipil.wordpress.com/air/irig

asi-dan-bangunan-air/irigasi-dan-bangunan-air/

Sudiarsa, Doddy Heka A., P., & Soriarta, K. (2015).

Evaluasi Kinerja Jaringan Irigasi DI Gadungan

Lambuk di Kabupaten Tabanan Untuk

Meningkatkan

Efektivitas

dan

Efisiensi

Pengelolaan Air Irigasi. AKSES: Jurnal

Universitas

Ngurah Rai, 7(1), 20–33.

https://doi.org/10.13140/RG.2.2.15754.21443

Sugeng, P. (2015). Irigasi dan Drainase : IV. Aplikasi

Cropwat 8. Institut Pertanian Bogor.

Tika, I. W. (2002). Analisis Kebutuhan Dasar Air

Irigasi dan Waktu Tanam pada Daerah Irigasi

Sungai Ho. Universitas Brawijaya.

Tika, I. W. (2012). Analisis Surplus Air Irigasi

Sebagai Dampak Aplikasi Teknik Ngenyatin

Pada Subak Sungi I. PERTETA : Peran

Keteknikan Pertanian Dalam Pembangunan

Industri Pertanian Berkelanjutan Berbasis

Kearifan Lokal, 260–266.

Wiguna, P. P. . (2019). Metode Perhitungan

Kebutuhan Air Irigasi. Universitas Udayana.

Windia, W., Pusposutardjo, S., Sutawan, N., Sudira,

P., Sigit, D., & Arif, S. (2005). Sistem Irigasi

Subak dengan Landasan Tri Hita Karana (THK)

sebagai Teknologi Sepadan dalam Pertanian

Beririgasi. SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi

Pertanian,

5(3).

https://ojs.unud.ac.id/index.php/soca/article/vie

w/4095

Windia, W., Sumiyati, & Tika, I. W. (2015). Teknik

Pengelolaan Air Irigasi pada Sistem Subak di

Bali.

Unduhan

Diterbitkan

2023-09-30

Versi

Cara Mengutip

Rahayu, K. A., Tika, I. W., & Gunadnya, I. B. P. (2023). Analisis Rasio Prestasi Manajemen (RPM) Distribusi Air Irigasi pada Subak di DAS Ho . Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 11(2), 419–426. https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p20

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>