Analisis Rasio Prestasi Manajemen (RPM) Distribusi Air Irigasi pada Subak di DAS Ho
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p20Kata Kunci:
distribusi air irigasi, kinerja irigasi, RPM, subakAbstrak
Irigasi didefinisikan sebagai sarana dalam memanfaatkan sumber daya air. Di Bali, pengelolaan irigasi dilakukan dengan membentuk organisasi bernama subak. Salah satu ciri subak adalah anggotanya memiliki satu sumber air yang sama dan mendapat pembagian air dari sumber tersebut secara adil. Pengaturan diperlukan dalam membagi dan mendistribusi air irigasi, agar jumlah air yang diberikan sesuai kebutuhan tanaman. Tingkat pemberian air irigasi masih belum sesuai di masing-masing subak, sehingga diperlukan evaluasi kinerja irigasi menggunakan analisis RPM. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui sebaran nilai RPM dan strategi distribusi air irigasi pada subak. Analisis RPM dilakukan dengan mengukur debit tersedia, menggunakan pendekatan analisis data kuatitatif, dan dengan menghitung kebutuhan air irigasi menggunakan data rata-rata klimatologi 10 tahun terakhir periode 2012 – 2021 yang diperoleh dari BMKG Wilayah III Denpasar serta data hasil wawancara dengan pekaseh. Hasil analisis menunjukan kinerja irigasi katagori “baik” didominasi oleh subak pada DI Aya dengan sebaran nilai RPM 0,77 – 1,19; sedangkan katagori “sangat kurang” didominasi oleh subak pada DI Gadungan Lambuk dengan sebaran nilai RPM 0,00 – 0,36. Saat musim kemarau, semakin ke hilir
menghasilkan kinerja jaringan irigasi “sangat kurang”. Supaya kinerja irigasi selalu dalam katagori “baik”, maka strategi distribusi air irigasi pada subak di DAS Ho dapat dilakukan dengan pergiliran pemberian air irigasi dan perbaikan jaringan irigasi yang bermasalah.
Referensi
Arnanda, I. K. Y., Tika, I. W., & Madrini, I. . G. B.
(2020). Analisis Rasio Prestasi Manajemen
Irigasi pada Distribusi Air di Subak Kabupaten
Tabanan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik
Pertanian),
8(2),
290–300.
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.V08.I02.
P13
Arsyad, I. K. . (2017). Modul Kebutuhan Air. Pusat
Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan
Konstruksi.
Badan Pusat Statistik. (2022). Direktori Usaha
Pertanian Lainnya 2022. Badan Pusat Statistik.
Darismanto, & Mularia. (2005). Pedoman Konstruksi
dan Bangunan Sipil : Penguatan Masyarakat
Petani Pemakai Air Dalam Operasi dan
Pemeliharaan
Jaringan
Irigasi.
Pusat
Pengkajian Sosial Budaya dan Ekonomi
Wilayah. Badan Penelitian dan Pengembangan.
Departemen Pekerjaan Umum.
Farhan, A. (2012). Kinerja Pendistribusian Air
Irigasi Pada Lokasi Hulu, Tengah Dan Hilir.
Universitas Syiah Kuala.
Madrini, B. (2017). Sistem Irigasi Permukaan
[Bahan Ajar Teknik Irigasi dan Drainase].
Fakultasi Teknologi Pertanian. Universitas
Udayana.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat
No.30/PRT/M/2015.
(2015).
Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi.
Santika, I. K. A., Tika, I. W., & Budisanjaya, I. P. G.
(2020). Analisis Rasio Prestasi Manajemen
Irigasi pada Budidaya Tanaman Padi (Oryza
sativa L.) di Subak Kabupaten Tabanan. Jurnal
BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(2),
204–210.
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.V08.I02.
P03
Saragih, H. M. (2009). Efisiensi Penyaluran Air
Irigasi di Kawasan Sungai Ular Daerah Irigasi
Bendang Kabupaten Serdang Bedagai
[Univeritas
Sumatera
Utara].
https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/5
2211
Sidharta, S. (1997). Irigasi dan Bangunan Air.
Gunadarma.
https://ebooktekniksipil.wordpress.com/air/irig
asi-dan-bangunan-air/irigasi-dan-bangunan-air/
Sudiarsa, Doddy Heka A., P., & Soriarta, K. (2015).
Evaluasi Kinerja Jaringan Irigasi DI Gadungan
Lambuk di Kabupaten Tabanan Untuk
Meningkatkan
Efektivitas
dan
Efisiensi
Pengelolaan Air Irigasi. AKSES: Jurnal
Universitas
Ngurah Rai, 7(1), 20–33.
https://doi.org/10.13140/RG.2.2.15754.21443
Sugeng, P. (2015). Irigasi dan Drainase : IV. Aplikasi
Cropwat 8. Institut Pertanian Bogor.
Tika, I. W. (2002). Analisis Kebutuhan Dasar Air
Irigasi dan Waktu Tanam pada Daerah Irigasi
Sungai Ho. Universitas Brawijaya.
Tika, I. W. (2012). Analisis Surplus Air Irigasi
Sebagai Dampak Aplikasi Teknik Ngenyatin
Pada Subak Sungi I. PERTETA : Peran
Keteknikan Pertanian Dalam Pembangunan
Industri Pertanian Berkelanjutan Berbasis
Kearifan Lokal, 260–266.
Wiguna, P. P. . (2019). Metode Perhitungan
Kebutuhan Air Irigasi. Universitas Udayana.
Windia, W., Pusposutardjo, S., Sutawan, N., Sudira,
P., Sigit, D., & Arif, S. (2005). Sistem Irigasi
Subak dengan Landasan Tri Hita Karana (THK)
sebagai Teknologi Sepadan dalam Pertanian
Beririgasi. SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi
Pertanian,
5(3).
https://ojs.unud.ac.id/index.php/soca/article/vie
w/4095
Windia, W., Sumiyati, & Tika, I. W. (2015). Teknik
Pengelolaan Air Irigasi pada Sistem Subak di
Bali.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (4)
- 2026-02-11 (3)
- 2026-02-09 (2)
- 2023-09-30 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/