Mathematical Approach to Heat Transfer and Mass Transfer for Storage of Seed Potato (Solanum tuberosum L.) Para-Para System with boost Airflow
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p24Kata Kunci:
sistem para – para, aliran udara paksa, perpindahan panas, perpindahan massaAbstrak
This study aims to examine heat transfer and mass transfer through a mathematical approach to the para system potato seed storage device with forced airflow. Observation parameters include: material temperature, air temperature and air humidity. Based on the results of observations for 63 days, the increase in air humidity on each shelf varies between, 0,306 – 0,636 watter vapor/kg of air, with a decrease in moisture content of 0,05% – 0,49%. The airflow forcibly reached a speed, 0,73 m/sec – 2,16 m/sec. Based on the analysis of the mass balance, relative air humidity, 75,17% – 80,85%. Whereas in the balance of heat energy lost to the environment with the mathematical model approach the empirical equation QL = Qp - QӨ - QU, dissipating heat reaches, 798,794 watt / sec – 275,0968 watt / det and able to provide good oxygen, with temperatures ranging between, 30,49ºC – 30,02ºC. Based on the phenomenon of respiration heat, the results of mathematical equation calculations, show that the shelf
height affects the heat transfer experienced by potato tubers. Seen at the height of the 3rd rack, when measured from the base of the rack has a height of 75cm, showing heat, 529,842 watt with a relatively variable heat, 19,7 watt/det – (-5,3 watt/sec). While the 5th rack, with a shelf height of 125cm, shows heat, 523,883 watt with a relatively variable heat range, 16,8 watt/det – (-4,8 watts/sec) on the rack-5.
Referensi
Aghbashlo, M., Kianmehr, M., Arabhosseini, A., &
Nazghelichi, T. (2011). Modelling the Carrot
Thin-Layer Drying in a Semi-Industrial Continuous Band Dryer. Journal Czech J.
Food Sci, 29(5), 528–538.
Ajala, A. S, Aboiye. A. O, Popoola. J.O, &
Adeyanju. J. A. (2012). Drying Characteristics
and Mathematical Modelling of Cassava
Chips. Journal Chemical and Process
Engineering
Research,
www.iiste.org
4(1),
1–9.
Arifin, M., Nugroho, Agung, & Suryanto. Agus.
(2014). Kajian Panjang Tunas Dan Bobot
Umbi Bibit Terhadap Produksi Tanaman
Kentang (Solanum Tuberosum L.) Varietas
Granola. Jurnal Produksi Tanaman, 2(3), 221
229.
Asgar, Ali. (2016). Prosiding Seminar Nasional dan
Kongres Perhimpunan Agronomi Indonesia
2016.
Prosiding Perhimpunan Agronmi
Indonesia, 69–77.
BPS Provinsi Bali. (2020). Produksi Kentang
Provinsi Bali. BPS
Broto, W., Setyabudi, D. A., Sunarman, Qanyta, &
Jamal, I. B. (2017). Teknologi PenyimPanan
Umbi Kentang (Solanum tuberosum l.) Var.
GM-05 dengan Rekayasa Pencahayaan untuk
Mempertahankan
Kesegarannya.
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, 14(2), 116-
124.
Kusumiyati, N. Resti, & S. Wawan. (2017).
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan
terhadap Kualitas Kentang Olahan (Solanum
tuberosum L.) Kultivar Atlantik. Jurnal Ilmu
Pangan dan Hasil Pertanian, 1(2), 1–12.
Mangsur. (2018). Pengaruh Kecepatan Aliran Udara
Horisontal Terhadap Laju Perpindahan Massa
pada Tray Dryer untuk Pengeringan Bahan
Pangan. Skripsi (pp. 1–58). Universitas Negeri
Semarang. Semarang.
Mulyono, D., Syah, M. J. A., Sayekti, A. L., &
Hilman, Y. (2018). Kelas Benih Kentang
(Solanum
tuberosum
L.)
Berdasarkan
Pertumbuhan, Produksi, dan Mutu Produk.
Jurnal
Hortikultura,
27(2),
209.
https://doi.org/10.21082/jhort.v27n2.2017.p20
9-216
Murtado. A. (2014). Karakteristik Kimia dan
Fisikkentang Selama Penyimpanan Dalam
Kondisi Gelap. Jurnal Edible III - 1, 1, 28–30.
Mustofa. (2019). Penentuan Sifat Fisik Kentang
(Solanum tuberosum L.): Sphericity, Luas
Permukaan Volume dan Densitas. Jurnal
Teknologi Pertanian Gorontalo (JTPG), 4(2),
46–51.
Ndukwu, M., & Manuwa, S. (2015). Impact of
Evaporative Cooling Preservation on The
Shelf Life of Fruits and Vegetable in South
Western Nigeria. Journal Research in
Agricultural Engineering, 61(3), 122–128.
https://doi.org/10.17221/54/2013-RAE
Nuraini, A., Sumadi, yuwariah y, & rulistianti H.
(2019). Pengaruh suhu penyimpanan dan
konsentrasi sitokinin terhadap pematahan
dormansi benih kentang (Solanum tuberosum
L.) G2. Jurnal Kultivasi, 18(3), 977–982.
Purnomo, E., Sri, W. A. S., & Haryanti, S. (2017).
Pengaruh Cara dan Waktu Penyimpanan
terhadap Susut Bobot, Kadar Glukosa dan
Kadar Karotenoid Umbi Kentang Konsumsi
(Solanum tuberosum L. Var Granola). Buletin
Anatomi dan Fisiologi, 2(2), 107-112.
Setiawan, M., Tamrin, & Budianto Lanya. (2014).
Uji Kinerja Penjemuran Gabah pada Para-Para
Mekanis dengan Tiga Kondisi Lingkungan.
Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 3(1), 91
102.
Setiyo, Y., Harsojuwono, B. A., Bagus, I., Gunam,
W., Putu, I., & Wirawan, S. (2020). Storage
Characteristics of Granola Potato Bulbs for
Seedlings After Storage. International Journal
of Scientific & Technology Research, 9(03),
5500–5504.
Setiyo, Y., Susrusa, K., Gunawan, Gunadnya,
I.B.W, Yulianti, N. L., & Wayan. (2017).
Agribisnis Kentang (Atmaja Jiwa, Ed.;
Pertama, Vol. 1). Universitas Udayana Press.
Denpasar.
Syahrul, S., Mirmanto, M., Ramdon, S., &
Sukmawaty, S. (2017). Pengaruh kecepatan
udara dan massa gabah terhadap kecepatan
pengeringan gabah menggunakan pengering
terfluidisasi. Jurnal Dinamika Teknik Mesin,
7(1), 54–59.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (4)
- 2026-02-11 (3)
- 2026-02-09 (2)
- 2023-09-30 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/