Characteristic of Potato (Solanum tuberosum L) Consumption During Cold Temperature Storage
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p26Kata Kunci:
jenis kemasan, lama penyimpanan, mutu kentang, suhuAbstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis kemasan yang berbeda terhadap mutu kentang serta mengetahui jenis kemasan manakah yang menghasilkan kualitas kentang yang baik
selama penyimpanan suhu dingin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor perlakuan yaitu kemasan dan waktu. Parameter yang diamati yaitu nilai susut bobot, tekstur, kadar gula, warna, laju pendinginan, tingkat kesegaran, dan kerusakan bahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemasan polipropilen merupakan kemasan yang terbaik dengan nilai parameter bobot 0,05%, tekstur 65,7% N, kadar gula 8,50°Brix, warna (L 35,56; a 19,33; b 26,76), kesegaran bahan 10,50% kentang selama penyimpanan suhu dingin. Pengaruh kemasan plastik polipropilen dapat mempertahankan kesegaran kentang sampai hari ke-56 dibandingkan kentang yang dikemas dengan plastik polietilen.
Referensi
Alfiani, N. (2019). Pengaruh GA3 (Gibberelic Acid) dan Skarifikasi Mekanik terhadap Perkecambahan Biji Kurma (Phoenix dactylifera L.) Var. Mazafati Secara in Vitro. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Aminudin, M., Mahbubi, A., & Sari, R. A. P. (2014). Simulasi Model Sistem Dinamis Rantai Pasok Kentang dalam Upaya Ketahanan Pangan Nasional. Agribusiness Journal, 8(1), 1–14. https://doi.org/10.15408/aj.v8i1.5125
Ansar, A., Sukmawaty, S., Murad, M., & Arini, I. H. (2021). Metode Pengemasan Tauge Kacang Hijau Menggunakan Plastik Polietilin dan Polipropilin pada Penyimpanan Suhu Rendah. Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering), 10(1). https://doi.org/10.23960/jtep-l.v10i1.119-128
Fajiarningsih, H. (2013). Pengaruh Penggunaan Komposit Tepung Kentang terhadap Kualitas Cookies. Food Science and Culinary Education, 2(1), 36–44.
Handayani, T., Sofiari, E., & Kusmana, N. (2016). Karakterisasi Morfologi Klon Kentang di Dataran Medium. Buletin Plasma Nutfah, 17(2), 116.https://doi.org/10.21082/blpn.v17n2.2011.p116-121
Isro’illa, D., Santoso, A, M., & Primandiri, P, H. (2016). PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP SUSUT BOBOT DAN KADAR SAPONIN UMBI Talinum paniculatum (Jacq) Gaertn. Keguruan Dan Ilmu Pendidikan– Pendidikan Biologi, 01(08), 1–13.
Kurniawan, H., & Suganda, T. (2014). Uji Kualitas Ubi Beberapa Klon Kentang Hasil Persilangan untuk Bahan Baku Keripik. Jurnal Agro, 1(1), 33–43. https://doi.org/10.15575/79
Merianti, V., Yudiono, K., & Susilowati, S. (2015). Aktivitas Antioksidan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas var Ayamurasaki) Selama Penyimpanan Suhu 40C Antioxsidan. Jurnal Agribisnis dan Teknologi hasil Pertanian Jurnal, 2(2), 103–111.
Pranata, T. P., Pudja, I. A. R. P., & Kencana, P. K. D. (2022). Pengaruh perbedaan suhu dan jenis kemasan plastik terhadap kesegaran buncis (Phaseolus vulgaris L) selama penyimpanan dingin. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 11(1), 76–84.
Purnomo, E., Suedy, S. W. A., & Haryanti, S. (2014). Perubahan Morfologi Umbi Kentang Konsumsi (Solanum Tuberosum L. Var Granola) Setelah Perlakuan Cara dan Waktu Penyimpanan yang Berbeda. Jurnal Biologi Universitas Diponegoro, 3(1), 40–48.
Putri, J. C. S., Haryanti, S., & Izzati, M. (2017). Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Perubahan Morfologi dan Kandungan Gizi Pada Umbi Talas Bogor (Colocasia esculenta (L.) Schott). Jurnal Akademika Biologi, 6(1), 49–58.
Rahayu, Esti, and Eny Widajati. 2007. “Pengaruh Kemasan, Kondisi Ruang Simpan dan Periode Simpan terhadap Viabilitas Benih Caisin Chinensis L.). Bul. Agron. 35(3):191–96.
Roiyana, M., Izzati, M., & Prihastanti, E. (2012). Potensi dan Efisiensi Senyawa Hidrokoloid Nabati sebagai Bahan Penunda Pematangan buah, 20(2), 40–50.
Sari, E. F. (2017). Mutu Fisik Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Segar Dengan Jenis Pengemasan Berbeda Selama penyimpanan Suhu Rendah. Digital Repository Universitas Jember, 3(3), 69–70.
Semariyani, M., Suriati, L., & Rudianta, I. N. (2016). Kajian Mengenai Susut Berat dan Karakteristik Kentang yang Disimpan pada Suhu Rendah. Jurnal Pertanian, 16(36), 43–58.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2026-02-11 (4)
- 2026-02-11 (3)
- 2026-02-09 (2)
- 2023-09-30 (1)
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/