Pengaruh Penggunaan Narkoba pada Tulang Menurut Pandangan Antropologi Forensik

Authors

  • Bernadeta Putri Irma Dalia a:1:{s:5:"en_US";s:74:"Jurusan Ilmu Forensik Fakultas Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya";}

Keywords:

Antropologi Forensik

Abstract

Antropologi forensik adalah penerapan cabang spesifik antropologi biologi berdasarkan tulang dan anatomi manusia. Indikator kerangka perlu dipertimbangkan untuk rekonstruksi profil biologis dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya kemungkinan penggunaan atau penyalahgunaan obat terlarang. Tidak banyak yang ditulis tentang pengaruh obat pada kerangka dari perspektif praktisi antropologi forensik. Review jurnal ini bertujuan untuk mencari informasi tentang kemungkinan efek narkoba pada tulang. Narkoba (khususnya sabu-sabu dan ganja) memang memiliki efek pada tulang. Sabu-sabu menyebabkan osteonekrosis, osteoporosis, osteopenia, kehilangan kepadatan tulang, sinusitis maksilaris, osteomielitis 'Meth mouth' (karies gigi), penyakit periodontal, kehilangan gigi, periodontitis, karies gigi, dan erosi gigi. Ganja belum secara spesifik benar, masih kemungkinan menyebabkan hilangnya kepadatan tulang, menyebabkan osteoporosis dan meningkatkan risiko patah tulang.

Published

11-07-2026

How to Cite

Dalia, B. P. I. (2026). Pengaruh Penggunaan Narkoba pada Tulang Menurut Pandangan Antropologi Forensik. Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences, 15(2). Retrieved from https://ejournal3.unud.ac.id/index.php/ijlfs/article/view/90

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.