Pengaruh Perbandingan Terigu Dengan Tepung Milet (Panicum Miliaceum L.) Kecambah Fermentasi Terhadap Karakteristik Bakpia

Authors

  • Rachel Angel Br Hombing Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana
  • Ni Made Indri Hapsari Arihantana Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana
  • I Gede Arie Mahendra Putra Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/itepa.2025.v14.i03.p05

Abstract

Abstract

Bakpia is a traditional Chinese pastry filled with a sweet or savory filling and made with a flour-based dough. With the increasing consumption of wheat-based products, the use of fermented millet flour (FMF) has emerged as a promising alternative to reduce dependency on wheat and enhance the nutritional value of the product. This study aims to evaluate the impact of varying ratios of wheat flour to FMF on the characteristics of bakpia and determine the optimal ratio for achieving the best quality. The research employs a Completely Randomized Design (CRD) with six different ratios of wheat flour to FMF: 100:0, 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, and 50:50. Each combination is tested three times, resulting in a total of 18 experimental units. The collected data are analyzed using analysis of variance (ANOVA), and if significant differences are found, the analysis is further extended with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) to assess differences among treatments. The results indicate that the ratio of wheat flour to FMF significantly affects various parameters, including moisture content, protein content, crude fiber content, fat content, tannin content, hardness, and sensory evaluations such as color, aroma, texture, taste, taste scoring, and overall acceptance. The optimal ratio is found to be 80% wheat flour and 20% FMF, which produces bakpia with a moisture content of 9.93%, protein content of 9.78%, crude fiber content of 2.18%, fat content of 37.82%, tannin content of 0.09%, and a hardness level of 17.79 N. Panelists rated bakpia with this ratio as having a somewhat preferred color, a preferred aroma, a preferred texture, a slightly bitter and somewhat preferred taste, and an overall positive acceptance.

Keywords : bakpia, wheat flour, fermented sprouted millet flour

Abstrak

Bakpia adalah kue tradisional China yang memiliki isian dan kulit berbahan dasar terigu. Dengan meningkatnya konsumsi produk berbasis terigu, penggunaan tepung millet kecambah fermentasi (TMKF) muncul sebagai alternatif yang potensial untuk mengurangi ketergantungan pada terigu serta meningkatkan nilai gizi produk, namum memerlukan konsentrasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan terigu dan TMKF terhadap sifat-sifat bakpia, serta untuk menentukan rasio terbaik guna menghasilkan kualitas yang optimal. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam taraf perbandingan antara terigu dan TMKF, yaitu: 100:0, 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, dan 50:50. Setiap kombinasi diuji sebanyak tiga kali, sehingga total unit percobaan mencapai 18. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varians, dan apabila terdapat perbedaan signifikan, analisis dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk mengevaluasi perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa perbandingan terigu dan TMKF secara signifikan mempengaruhi berbagai parameter, termasuk kadar air, kadar protein, kadar serat kasar, kadar lemak, kadar tanin, tingkat kekerasan, serta penilaian panelis terhadap warna, aroma, tekstur, rasa, skoring rasa, dan penerimaan keseluruhan. Variasi terbaik ditemukan pada rasio 80% terigu dan 20% TMKF, yang menghasilkan bakpia dengan kadar air 9,93%, kadar protein 9,78%, kadar serat kasar 2,18%, kadar lemak 37,82%, kadar tanin 0,09%, serta tingkat kekerasan 17,79 N. Panelis menilai bakpia dengan rasio ini memiliki warna yang agak disukai, aroma yang disukai, tekstur yang disukai, rasa yang agak sepat dan agak disukai, serta penerimaan keseluruhan yang positif.

Kata kunci : bakpia, terigu, tepung millet kecambah fermentasi

Downloads

Published

2026-02-05

How to Cite

Br Hombing, R. A., Hapsari Arihantana, N. M. I., & Mahendra Putra, I. G. A. (2026). Pengaruh Perbandingan Terigu Dengan Tepung Milet (Panicum Miliaceum L.) Kecambah Fermentasi Terhadap Karakteristik Bakpia. Itepa : Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan, 14(3), 484–498. https://doi.org/10.24843/itepa.2025.v14.i03.p05

Issue

Section

Articles