Aplikasi Oleogel dengan Oleogelator Candelilla Wax Berbasis Minyak Sawit sebagai Pengganti Margarin pada Produk Kukis

Authors

  • Hayano Ayuka Yunita Dewi Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana
  • I Wayan Rai Widarta Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana
  • Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/itepa.2025.v14.i03.p08

Abstract

Abstract

Margarine is an essential ingredient in cookie production, contributing to texture and flavor, but it contains trans fats that pose health risks. Palm oil-based oleogel with candelilla wax as the oleogelator has the potential to serve as an alternative due to its similar physical characteristics to margarine. This study aimed to evaluate the effect of palm oil-based oleogel with candelilla wax on cookie characteristics and to determine the optimal oleogelator concentration. A completely randomized design was used with six treatments: margarine (control), palm oil (control), and oleogels with 3%, 5%, 7%, and 9% candelilla wax, each repeated three times for a total of 18 experimental units. Data visualization employed a spider web chart for hedonic testing, principal component analysis (PCA) for intensity attributes, and analysis of variance (ANOVA) for texture analysis, followed by Duncan's test if significant differences were found. The best cookie formulation was further compared with the control using Kruskal-Wallis and Mann-Whitney tests. Results showed that different concentrations of candelilla wax in oleogels led to variations in the sensory profile (color, aroma, taste, texture, and overall acceptance), and had a significant effect on the physical characteristics (hardness and crispness) and chemical properties (moisture content). However, there was no significant effect on other texture parameters (fracturability and cohesiveness) or chemical components (ash, protein, fat, and carbohydrate contents). The best formulation was found in oleogel with 5% candelilla wax (R2), which achieved panelist preferences ranging from rather liked to liked. R2 exhibited a sensory profile similar to the control (margarine). This formulation had a hardness of 172.02 N, fracturability of 4.01 N, cohesiveness of 0.43, crispness of 140.27 Nmm, with 7.99% moisture, 1.44% ash, 14.55% protein, 11.47% fat, and 64.22% carbohydrate.

Keywords: Cookies, margarine, oleogel, candelilla wax, palm oil

Abstrak

Margarin merupakan salah satu bahan baku penting dalam pembuatan kukis yang memengaruhi tekstur dan cita rasa, namun mengandung lemak trans yang berisiko bagi kesehatan. Oleogel berbasis minyak sawit dengan oleogelator candelilla wax berpotensi menjadi alternatif pengganti karena memiliki karakteristik fisik serupa margarin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan oleogel berbasis minyak sawit dengan oleogelator candelilla wax terhadap karakteristik kukis serta menentukan konsentrasi oleogelator yang optimal. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan: margarin (kontrol), minyak sawit (kontrol), dan oleogel berbasis minyak sawit dengan candelilla wax 3%, 5%, 7%, dan 9%, masing-masing diulang 3 kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Data ditampilkan menggunakan Spider Web untuk uji hedonik, dianalisis menggunakan Principal Component Analysis untuk uji intensitas, serta Analysis of Variance untuk tekstur dan dilanjutkan uji Duncan jika ada pengaruh signifikan. Kukis terbaik dibandingkan dengan kontrol menggunakan Uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi candelilla wax yang berbeda pada oleogel menghasilkan perbedaan pola terhadap karakteristik sensoris (warna, aroma, rasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan), serta berpengaruh signifikan terhadap karakteristik fisik (kekerasan dan kerenyahan) dan kimia (kadar air). Namun, tidak berpengaruh signifikan pada tekstur (kerapuhan dan daya kohesif) serta kimia (kadar abu, protein, lemak, dan karbohidrat). Formulasi terbaik terdapat pada oleogel dengan 5% candelilla wax (R2), yang menunjukkan tingkat kesukaan panelis agak suka hingga suka. Perlakuan R2 memiliki profil sensoris seupa dengan kontrol (margarin). Karakteristik fisik kukis pada formulasi ini meliputi kekerasan 172,02 N, kerapuhan 4,01 N, daya kohesif 0,43, dan kerenyahan 140,27 Nmm, dengan kadar air 7,99%, abu 1,44%, protein 14,55%, lemak 11,47%, dan karbohidrat 64,22%.

Kata Kunci: Kukis, margarin, oleogel, candelilla wax, minyak sawit

Downloads

Published

2026-02-05

How to Cite

Yunita Dewi, H. A., Rai Widarta, I. W., & Istri Sri Wiadnyani, A. A. (2026). Aplikasi Oleogel dengan Oleogelator Candelilla Wax Berbasis Minyak Sawit sebagai Pengganti Margarin pada Produk Kukis . Itepa : Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pangan, 14(3), 535–555. https://doi.org/10.24843/itepa.2025.v14.i03.p08

Issue

Section

Articles