Harmonisasi Standar Keamanan dan Mutu Kopi Indonesia Berbasis Pendekatan Modifikasi: Analisis Kesenjangan antara SNI dan Codex
Harmonizing Coffee Safety and Quality Standards in Indonesia through a Modified Approach: A Gap Analysis of SNI and Codex
DOI:
https://doi.org/10.24843/MITP2025.v12.i02.p28-34Kata Kunci:
Kopi, Harmoni standar, SNI, Codex, Keamanan pangan, Ochratoxin AAbstrak
The gap between national and international standards represents a critical challenge in global food trade, including the coffee sector. This study aims to analyze the differences between the Indonesian National Standard (SNI) 01-2907-2008 and Codex Stan 193-1995, and to formulate a harmonization approach that is relevant to Indonesia’s conditions. A qualitative literature review was conducted using a comparative approach and gap analysis focusing on coffee quality and food safety parameters. The results indicate that SNI primarily emphasizes physical quality and grading systems, whereas Codex focuses on food safety by establishing maximum limits for contaminants such as mycotoxins and heavy metals. The absence of explicit regulation on contaminants in SNI, particularly Ochratoxin A (OTA), represents a significant gap that may affect the competitiveness of Indonesian coffee exports. A modification-based harmonization approach is considered more appropriate than direct adoption, as it allows integration of international standards with local conditions, including tropical agroecological factors, geological variability, and the dominance of smallholder-based production systems. This study concludes that standard harmonization should be implemented in an adaptive and gradual manner, taking into account technical readiness and stakeholder capacity. The findings provide a practical basis for developing more responsive national coffee standardization policies in the context of global trade dynamics.
ABSTRAK
Kesenjangan antara standar nasional dan standar internasional merupakan salah satu tantangan utama dalam perdagangan komoditas pangan global, termasuk kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan antara Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-2907-2008 dan Codex Stan 193-1995, serta merumuskan pendekatan harmonisasi yang relevan dengan kondisi Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan pendekatan komparatif dan gap analysis terhadap parameter mutu dan keamanan pangan kopi. Hasil analisis menunjukkan bahwa SNI lebih berfokus pada mutu fisik dan sistem grading, sementara Codex menekankan aspek keamanan pangan melalui pengaturan batas maksimum kontaminan seperti mikotoksin dan logam berat. Ketiadaan pengaturan eksplisit mengenai kontaminan dalam SNI, khususnya Ochratoxin A (OTA), menjadi kesenjangan utama yang berpotensi mempengaruhi daya saing ekspor kopi Indonesia. Pendekatan harmonisasi berbasis modifikasi dinilai lebih relevan dibandingkan adopsi identik, karena memungkinkan integrasi standar internasional dengan kondisi lokal Indonesia, termasuk faktor agroekologi tropis, variabilitas geologi, dan struktur produksi yang didominasi oleh petani kecil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harmonisasi standar perlu dilakukan secara adaptif dan bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan teknis dan kapasitas pelaku usaha. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan kebijakan standardisasi kopi nasional yang lebih responsif terhadap dinamika perdagangan global.