Analysis of Management Performance Ratio on Irrigation Water Distribution in Subak Gede Kedewatan

Authors

  • I Made Bayu Suweta Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Wayan Tika Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p29

Keywords:

irigation, water distribution, management performance ratio, subak

Abstract

The Management Performance Ratio (MPR) is a comparison between the water flowrate given and the water flowrate requirement for each agricultural land. The subak system in Bali is based on socio technical-religious and economic concepts. This study aims to calculate the MPR value and its distribution as well as find out the irrigation water distribution strategy so that irrigation performance becomes "adequate" to "good" in Subak Gede Kedewatan, Gianyar Regency. This research was carried out using a quantitative analysis approach through surveys and direct measurements in the field. The result showed that percentage distribution of MPR criteria for "good" was 5 subaks (18.52%), "adequate" 4 subaks (14.81%), "poor" 9 subaks (33.33%), and "very poor" 9 subaks (33 ,33%). The
MPR value of subak in the upstream area is entirely in the "very poor" criterion with an MPR value of 1.85. Followed by subak in the central region, all of them are in the "low" criterion with an MPR value of 1.45. In contrast to the downstream, the subaks in this area have the criteria of "adequate" and "good" with a distribution of RPM values of 0.64 - 1.05. Subaks that get excess water, then the rest of the irrigation water is channeled to the pangkung, which will be the main water source for subak natak tiyis (tapping taps).

References

Arnanda, I., Tika, I., & Madrini, I. (2020). Analisis Rasio Prestasi Manajemen Irigasi pada Distribusi Air di Subak Kabupaten Tabanan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(2), 290–300.

Arsyad, K. M. (2017). Modul Kebutuhan Air. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi Pusat.

Darismanto & Mularia. (2005). Pedoman Konstruksi dan Bangunan Sipil: Penguatan Masyarakat Petani Pemakai Air Dalam Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Pusat Pengkajian Sosial Budaya dan Ekonomi Wilayah. Badan Penelitian dan Pengembangan. Departemen Pekerjaan Umum.

Fuadi, A., Purwanto, J., & Tarigan, D. (2016). Kajian Kebutuhan Air dan Produktivitas Air Padi Sawah dengan Sistem Pemberian Air secara SRI dan Konvensional menggunakan Irigasi Pipa. Jurnal Irigasi, 11(1), 23–32.

Handika, I., Sumiyati, & Wijaya, I. (2015). Analisis Neraca Air Irigasi untuk Tanaman Padi pada Subak Jaka sebagai Subak Natak Tiyis. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 3(2).

Haryono. (2007). Subak dalam Perspektif Keteknikan. Jurnal Info Teknik, 8(2), 93–102.

Hendrayana, A., Sumiyati, & Madrini, I. (2018). Analisis Teknis Penggunaan Sumber Daya Air Tanah Untuk Irigasi Tanaman Padi di Kabupaten Jembrana. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 6(2), 98-105.

Heryani, N., Kartiwa, B., Hamdani, A., & Rahayu, B. (2020). Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air Irigasi pada Lahan Sawah : Studi Kasus di Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Tanah dan Iklim, 41(2), 135.

Krisnayanti, S., Hangge, E., Sir, M., Mbauth, N., & Damayanti, C. (2020). Perencanaan Embung Wae Lerong untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi di Daerah Irigasi Wae Lerong Ruteng Provinsi NTT. Jurnal Irigasi, 15(1), 15–30.

Madrini, I. (2017). Sistem Irigasi Permukaan. Bahan Ajar Teknik Irigasi dan Drainase. Denpasar: Universitas Udayana.

Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Subak.

Priyonugroho, A. (2014). Analisis Kebutuhan Air Irigasi (Studi Kasus pada Daerah Irigasi Sungai Air Keban Daerah Kabupaten Empat Lawang). Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, 2(3), 457–470.

Purwanto, & Ikhsan, J. (2006). Analisis Kebutuhan Air Irigasi pada Daerah Irigasi Bendung Mrican. Jurnal Ilmiah Semesta Teknika, 9(1), 83–93.

Ruzziyatno, R. (2021). Tingkatkan Kemampuan Operasi Dan Pemeliharaan Sistem Irigasi Melalui Pelatihan. Berita Kementerian PUPR, 4 Oktober 2021 https://pu.go.id/berita/Tingkatkan-Kemampuan-Operasi-Dan-Pemeliharaan-Sistem-Irigasi-Melalui-Pelatihan

Santika, I., Tika, I., & Budisanjaya, I. (2019). Analisis Rasio Prestasi Manajemen Irigasi pada Budidaya Tanaman Padi (Oryza sativa L.) di Subak Kabupaten Tabanan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(2), 204. https://doi.org/10.24843/jbeta.2020.v08.i02.p03

Saragih, H. M. (2009). Efisiensi Penyaluran Air Irigasi Di Kawasan Sungai Ular Daerah Irigasi Bendang Kabupaten Serdang Bedagai. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Sayonara, R., & Siswoyo, D. (2019). Optimasi debit dengan memaksimalkan luas lahan pertanian guna mendapatkan hasil produksi pertanian yang maksimal pada Jaringan Irigasi Weliman di Kabupaten Malaka. JUTEKS: Jurnal Teknik Sipil, 4(1), 18–27.

Sudjarwadi, C. D. (1990). Teori dan Praktek Irigasi. Yogyakarta: Pusat Antar Universitas Ilmu Teknik, Universitas Gadjah Mada.

Sugeng, P. (2015). Efisiensi Irigasi. Diktat Mata Kuliah Irigasi dan Drainase. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Sukertayasa, I., Tika, I., & Wijaya, I. (2017). Analisis Efisiensi Penggunaan Air Irigasi pada Subak Agung Yeh Sungi. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(1), 45-50.

Tanga, M. (2005). Analisis Efesiensi Pemberian Air di Jaringan Irigasi Pada Saluran Sekunder DI Ciherang. Institut Teknologi Bandung.

Tika, I., Madrini, I., & Sumiyati. (2019). Distribusi Air Irigasi pada Subak dengan Tanaman Cabai sebagai Tanaman Sela. 2nd International Conference on Science Technology and Humanities (ICoSTH). Universitas Udayana, Bali, Indonesia, 14–15 Nopember 2019.

Tika, I., Madrini, I., Sumiyati, S., & Sulastri, N. (2020). Penghematan Air Irigasi Saat Olah Tanah dengan Tanaman Sela pada Subak. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 5(2), 87-91.

Tika, I. W. (2012). Analisis Surplus Air Irigasi Sebagai Dampak Aplikasi Teknik Ngenyatin Pada Subak Sungi I. PERTETA: Peran Keteknikan Pertanian Dalam Pembangunan Industri Pertanian Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal. Universitas Udayana Denpasar, 13-14 Juli 2012, 260–266.

Triadi, I. N. S., Mudhina, M., & Handayani, K. W. (2013). Pengelolaan Sumber Daya Air Tukad Ayung Sebagai Upaya Ketersediaan Air. Jurnal Logic, 13(2), 114–120.

Walbat, F., Tika, I., & Madrini, I. (2022). Analisis Persentase Kekurangan Air Irigasi pada Subak di DAS Ho Saat Musim Kemarau. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 10(1), 34-44.

Widjiharti, E., Sri, S., Sumadiman, & Ernanda, H., (1997). Studi Optimasi Kapasitas Waduk Gogor dan Waduk Mojogede Daerah Irigasi Gogor Kabupaten Gresik. Tugas Mata Kuliah Rekayasa Sumber Air. Surabaya: Pasca Sarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh November.

Wiguna, P. P. K. (2019). Metode Perhitungan Kebutuhan Air Irigasi. Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana.

Published

2023-09-30 — Updated on 2026-02-11

Versions

How to Cite

Suweta, I. M. B., Tika, I. W., & Aviantara, I. G. N. A. (2026). Analysis of Management Performance Ratio on Irrigation Water Distribution in Subak Gede Kedewatan . Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 11(2), 493–499. https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p29 (Original work published September 30, 2023)

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 > >>