Pengaruh Konsentrasi Disinfektan Menggunakan Flim Plastik Terperforasi terhadap Susut Bobot dan Mutu Cabai Rawit selama Penyimpanan
DOI:
https://doi.org/10.24843/j.beta.2025.v13.i01.p18Kata Kunci:
Cabai rawit, Capsicum frutescent L, disinfektan, plastik terperforasi, perlakuan pascapanen.Abstrak
Cabai rawit, Capsicum frutescens L, merupakan salah satu jenis cabai yang sangat diminati di Indonesia
karena memiliki harga yang tinggi di pasaran. Namun, cabai rawit memerlukan perhatian khusus karena buah
ini mudah mengalami kerusakan setelah dipanen, yang dapat mengakibatkan penurunan baik dalam jumlah
maupun kualitas produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh dari konsentrasi
larutan disinfektan dan jenis kemasan plastik yang berlubang terhadap karakteristik mutu cabai rawit selama
masa penyimpanan pada suhu 10 ± 1 °C. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan kombinasi
konsentrasi disinfektan dan persentase perforasi kemasan plastik yang paling efektif dalam menjaga kualitas
cabai rawit selama masa Simpanan. Dalam penelitian ini, digunakan rancangan eksperimen faktorial yang
melibatkan dua faktor. Faktor pertama adalah tingkat konsentrasi larutan klorin yang digunakan untuk
merendam cabai rawit, yang memiliki tiga tingkat, yaitu 0 ppm, 75 ppm, dan 150 ppm. Faktor kedua adalah
jumlah lubang pada kemasan plastik, yang dibagi menjadi empat tingkatan yaitu tanpa lubang, 2 lubang, 4
lubang, dan 6 lubang. Kemasan plastik yang dipergunakan dalam eksperimen ini adalah berbentuk
polipropilen dengan ukuran 20 cm x 30 cm serta memiliki ketebalan sekitar 0,06 mm. Tiap perlakuan
dijalankan sebanyak tiga kali, dan masing-masing unit percobaan menggunakan wadah plastik dengan
kapasitas 250 gram. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa merendam cabai rawit dalam larutan disinfektan 150
ppm dan menggunakan kemasan plastik berlubang 6 lubang memiliki dampak yang signifikan pada berbagai
karakteristik mutu cabai rawit, seperti tingkat kerusakan, susut berat, kandungan air, dan kadar vitamin C,
jika dibandingkan dengan perlakuan lainn
Referensi
Badriyah, L., & Manggara, A. B. (2017). Penetapan kadar Vitamin C pada cabai merah (Capsicum annum L.) menggunakan metode Spektrofotometri UV-VIS. Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan, 2(1), 25-28.
Cahyani, D. A., & Suhastyo, A. A. (2020). Penambahan bahan perendaman terhadap kadungan vitamin c serbuk cabai. Jurnal Ilmiah Media Agrosains, 6(2), 50-55.
Hayati, R., & Nasution, J. V. R. (2021). Penentuan pelapisan kitosan terbaik dan tingkat kematangan pada cabai merah (Capsicum annuum L.). Jurnal Agrium, 18(2).
Karmida, K., Marliah, A., & Hayati, R. (2022). pengaruh lama pencelupan dengan edible coating gel lidah buaya (Aloe vera) dan lama simpan terhadap kualitas cabai rawit (capsicum frutescens L.). Jurnal Floratek, 17(2), 80-97.
Kertadana, I. M. A., Pudja, I. A. R. P., & Kencana, P. K. D. (2019). Studi Pengemasan Plastik Polipropilen Terperforasi Terhadap Mutu Kesegaran Asparagus (Asparagus officinalis L) Selama Penyimpanan Dingin. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 8(2), 193-203
Komar N, Rakhmadiono S, Kurnia L. 2001. Teknik Penyimpanan Bawang Merah Pasca Panen di Jawa Timur. J. Teknologi Pertanian 2 (2) : 79-95.
Mandana, G. O., Utama, I. M. S., & Yulianti, N. L. (2012). Pengaruh Larutan Disinfektan dan Pengemasan Atmosfer Termodifikasi Menggunakan Film Plastik Terperforasi Terhadap Susust Bobot dan Mutu Buah Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Selama Penyimpanan. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 1(1).
Murti, K. H. (2019). Pengaruh Suhu Pengeringan Terhadap Kandungan Vitamin C Buah Cabai Keriting Lado F1 (Capsicum168 Annuum L). Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, 5(3), 245-256.
Nuning, N., Hayati, R., & Hasanuddin, H. (2022). Pengaruh Lama Perendaman Edible Coating Gel Aloe Vera (Aloe vera L.) Terhadap Kualitas Cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Jurnal Floratek, 17(1), 1-8.
Nurdjannah R, Purwanto YA, Sutrisno. 2014. Pengaruh jenis kemasan dan penyimpanan dingin terhadap mutu fisik cabai merah. J. Pascapanen 11 (1): 19-29.
Parfiyanti, E. A., Hastuti, R. B., & Hastuti, E. D. (2016). Pengaruh suhu pengeringan yang berbeda terhadap kualitas cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Jurnal Akademika Biologi, 5(1), 82-92.
Rukmana. 2005. Penanganan Pasca Panen Cabai Merah. yogyakarta: kanisius.
Samad, M. Y. (2012). Pengaruh penanganan pasca panen terhadap mutu komoditas hortikultura. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 8(1).
Saputri, L., Lewuras, A. M. P., Minah, F. N., & Astuti, S. (2022). Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan Terhadap Kadar Air dan Kadar Vitamin C pada Bubuk Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.). Prosiding SENIATI, 6(3), 636-643.
Sulistyaningrum, A., & Darudryo, D. (2018). Decreasing of Cayenne Pepper Quality During Storage in Room Temperature. JURNAL AGRONIDA, 4(2)
Tjandra, E., 2011, Panen Cabai Rawit Di Polybag, Cahaya Atma Pustaka, Yogyakarta
Anggraini, R., Equator, P. T., & Permatasari, N. D. (2017). Pengaruh lubang perforasi dan jenis plastik kemasan terhadap kualitas sawi hijau (brassica juncea l).
Utama, I M.S. 2005. Mempelajari Pengaruh Ketebalan Plastik Film Polietilen Densitas Rendah Sebagai Bahan Kemasan Buah Manggis Terhadap Modifikasi Gas Oksigen Dan Karbondioksida. Agritrop 25(1).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/