Pengaruh Penambahan Bakteri Nitrifikasi Pada Fermentasi Urin Sapi Terhadap Kualitas Pupuk Organik Cair
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p025Kata Kunci:
bakteri nitrifikasi, fermentasi, pupuk organik cair, urin sapiAbstrak
Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji pengaruh penambahan bakteri nitrifikasi pada prosesfermentasiurin sapi, sehingga didapatkan kalitaspupuk organik cair (POC) terbaik. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan lima perlakuan berbeda dan diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan yang dilakukan menggunakan satu faktor MN1 (molasses 2% dan bakteriNitrifikasi 1%), MN2 (molasses 2% dan bakteriNitrifikasi 2%), MN3 (molasses 2% dan bakteriNitrifikasi 3%), MN4 (molasses 2% dan bakteriNitrifikasi 4%), MN5 (molasses 2% dan bakterinitrifikasi 5%) dan dimasukan ke dalam urin sapi sebanyak 5 liter. Fermentasi ini dilakukan selama 21hari, variabel yang diamati yaitu Electrical Conductivity (EC), Derajat Keasaman (pH), Total Dissolved Solids (TDS), suhu, populasi mikroba, C-Organik, dan N-total. Dalam proses fermentasi selama 21hari didapatkan nilai N-Totaltidak berbeda nyata pada setiap sampelnya. Sedangkan C-Organik pada hari ke 21sampel MN5 memiliki nilai paling rendahyaitu 0.52%. Untuk hasil populasi bakteri sampel MN4 dan MN5 di hari ke 15 mengalami penurunan perkembangan populasi. Selama proses fermentasi 21 hari hasil terbaik terjadi pada sampel MN2 (molasses 2% dan bakteri nitrifikasi 2%), jika dilihat dari nilai akhir TDS, EC dan C-Organik. Penelitian ini dapat meningkatkan N-total dan perkembangan bakteri yang cukup baik, namun hasil ini masih jauh dari standar yang telah ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No: 261/KPTS/SR.310/M/4/2019.
Referensi
Adijaya, N., Sudaratmaja, I., Mahaputra, K., Trisnawati, W., Suharyanto, S. G., Rinaldi, J., Elizabeth, D. A. A., Priningsih, P. Y., & Rachim, A. (2008). Prima Tani LKDRIK Desa Sanggalangit (Laporan akhir). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, Denpasar.
Adriani, A., & Novra, A. (2018). Peningkatan kualitas biourin dari ternak sapi yang mendapat perlakuan Trichoderma harzianum. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, 20(2), 77–84. https://doi.org/10.22437/jiiip.v20i2.4716
Aritonang, M., Setiyo, Y., & Gunadnya, I. B. P. (2013). Optimalisasi proses fermentasi urin sapi menjadi biourin. BETA E-Journal, 1(2).
Basmal, J., Chori, V. A., & Nurhayati, N. (2017). Pemanfaatan limbah cair produksi alkali treated Sargassum sebagai bahan baku pupuk cair. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, 12(2), 135–148.
Darjamuni. (2003). Siklus nitrogen di laut. Institut Pertanian Bogor.
Desiana, C., Banuwa, I. S., Evizal, R., & Yusnaini, S. (2013). Pengaruh pupuk organik cair urin sapi dan limbah tahu terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Agrotek Tropika, 1(1).
Gitadevarsa, T., Handayani, S., & Warnaen, A. (2019). Rancangan penyuluhan proses pembuatan pupuk organik cair dari urine sapi potong menggunakan MOL bongkol pisang. Jurnal Penyuluhan Pembangunan, 1(1), 44–52.
Harada, Y., Haga, T., Osada, T., & Kashinoa, M. (1993). Quality of compost from animal waste. JARQ, 26(4), 238–246.
Huda, M. K. (2013). Pembuatan pupuk organik cair dari urin sapi dengan aditif tetes tebu (molasses) metode fermentasi. Universitas Negeri Semarang.
Indriani, F., Sutrisno, E., & Sumiyati, S. (2013). Pengaruh penambahan limbah ikan pada pembuatan pupuk cair dari urin sapi terhadap kandungan unsur hara makro (C, N, P, K). Jurnal Teknik Lingkungan, 2(2), 1–8.
Isroi, M. (2008). Makalah kompos. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia.
Jainurti, E. V. (2016). Skripsi.
Kiding, A., Khotimah, S., & Linda, R. (2015). Karakterisasi dan kepadatan bakteri nitrifikasi pada tingkat kematangan tanah gambut berbeda. Protobiont, 4(1).
Kusmiati, S. R. T., Eddy, J., & Ria, I. (2007). Produksi glukan dari dua galur Agrobacterium sp. pada media kombinasi molase dan urasi. Biodiversitas, 8(2).
Kusuma, A. P., Istirokhatun, T., & Purwono, P. (2017). Pengaruh penambahan urin sapi dan molase terhadap kandungan C-organik dan nitrogen total. Universitas Diponegoro.
Leonanda, B. D., & Zolanda, Y. (2018). Reaktor nitrifikasi biofilter untuk air limbah sisa makanan dan feses ikan. METAL: Jurnal Sistem Mekanik dan Termal, 2(1), 9–14.
Mappanganro, R., Kiramang, K., & Kurniawan, M. D. (2019). Pemberian pupuk organik cair (urin sapi) terhadap tinggi Pennisetum purpureum cv. Mott. Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan, 4(1), 23–31.
Marsidi, R. (2002). Proses nitrifikasi dengan sistem biofilter untuk pengolahan air limbah berkadar amonia tinggi. Jurnal Teknologi Lingkungan, 3(3).
Mudiarta, I. M., Setiyo, Y., & Widia, I. W. (2018). Kajian proses fermentasi bioslurry kotoran sapi dengan penambahan molase. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 3(1), 277–283.
Parwati, I. A. P., Sudaratmaja, I., Trisnawati, N. W., Suratmini, P., Suyasa, N., Sunanjaya, W., & Budiari, L. (2008). Laporan Prima Tani LKDTIB Desa Belanga, Kintamani, Bangli, Bali.
Pramana, K. S., Setiyo, Y., & Aviantara, I. G. N. A. (2019). Optimalisasi proses fermentasi urin sapi. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), 7(1), 153–158.
Rasyid, W. (2017). Kandungan fosfor pupuk organik cair asal urin sapi dengan penambahan akar serai (Cymbopogon citratus) melalui fermentasi. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Rizki, K., Rasyad, A., & Murniati, M. (2014). Pengaruh urin sapi difermentasi terhadap pertumbuhan dan produksi sawi hijau (Brassica rapa). Universitas Riau.
Setyoningrum,T . M., Viska, A. W., Annisaturraihan, A., Putra, N. I., & Nur, M. M. A. (2014). Evaluation of C/N ratio in Spirulina platensis cultivation using molasses addition. Eksergi, 11(2), 30–34.
Sutiyoso, Y. (2009). Hidroponik. Penebar Swadaya.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/