Analisis Efisiensi Penggunaan Air Irigasi di Daerah Irigasi Tungkub
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p024Kata Kunci:
Air irigasi, Daerah irigasi, Efisiensi, Fase Tanaman, Penyiapan LahanAbstrak
Efisiensi merupakan salah satu metode untuk menentukan manajemen air pada lahan pertanian denga n memperhatikan kebutuhan dan ketersediaan air irigasi . Penggunaan air irigasi di Daerah Irigasi Tungkub diduga belum optimal dikarenakan pengelolaan air irigasi yang belum cukup baik . Kondisi daerah irigasi tersebut terjadi pemborosan air irigasi dan pada musim kemarau terjadi kekurangan air khususnya di wilayah hilir. Tujuan penelitian ini mengetahui efisiensi penggunaan air irigasi saat proses penyiapan lahan dan fase tanaman padi. Untuk menunjang penelitian, Daerah Irigasi Tungkub dibagi menjadi tiga ka wasan, yaitu kawasan A lokasinya sebagi a n besar di hulu, kawasan B sebagian besar di tengah dan kawasan C sebagian besar di hilir. Penelitian dilakukan melalui metode analisis kuantitatif dengan meng umpulkan data sekunder dan data primer . Data sekunder dip eroleh dari Power Nasa, Stasiun Klimatologi Bali, BMKG wilayah III Denpasar, pekaseh dan petugas terkait. Data primer berupa ketersediaan air irigasi berdasarkan debit air di saluran dan pengamatan p roses budidaya tanaman padi. Hasil perhitungan efisiensi penggunaan air irigasi pada kawasan A saat penyiapan lahan 59,26%, fase vegetatif 34,30% dan fase generatif 20,24%. Kawasan B saat penyiapan lahan 49,97%, fase vegetatif 35,92% dan fase generatif 73, 58%. Kawasan C saat penyiapan lahan 86,32%, fase vegetati f 55,10% dan fase generatif 35,65%. E fisiensi penggunaan air di kawasan A, B saat penyiapan lahan, semua kawasan saat fase vegetatif dan kawasan A serta C saat fase generatif termasuk dalam kategori “agak kurang”. Sedangkan saat penyia p an lahan di kawasan C dan fase generatif di kawasan B termasuk dalam kategori “baik”Referensi
Arnanda, Y., Tika, I. W., & Madrini, I. A. L. G. B. (2019). Analisis Rasio Prestasi Manajemen Irigasi pada Distribusi Air diSubak Kabupaten Tabanan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(2), 290–300. https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p13.
Badan Pusat Statistik. (2022). Direktori Usaha Pertanian Lainnya 2022. Badan Pusat Statistik.
Dipayana, I. K. A., & Tika,I. W. (2017). Analisis Pemakaian Air Irigasi pada Budidaya Padi Beras Merah dengan Sistem Tanam Legowo Nyisip (Studi Kasus di SubakSigaran). Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(1), 131–138.
Handika, I. P. R., Sumiyati, & Anom S.Wijaya, I. M. (2015). Analisis Neraca Air Irigasi untuk Tanaman Padi pada Subak Jaka sebagai Subak Natak Tiyis. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 3(2), 1–11.
Heryani, N., Kartiwa, B., Hamdani, A., & Rahayu, B. (2017). Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan AirIrigasi pada Lahan Sawah : Studi Kasus di Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Tanah Dan Iklim, 41(2), 135–145. https://doi.org/10.21082/jti.v41n2.2017.135-148.
Jannata, Abdullah, S. H., & Priyati, A. (2015). Analisis Kinerja Pengelolaan Irigasi di Daerah Irigasi Lemor Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian Dan Biosistem, 3(1), 112–121.
Manik, P. A., Tika, I. W., & Aviantara, I. G. N. A. (2017). Studi Kasus Tentang Pengolahan Tanah dengan Bajak Singkal dan Rotary Terhadap Sifat Fisik Tanah pada Budidaya Tanaman Padi Sawah. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(1), 61–67.
Noer, H. (2011). Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Air Melalui Perbaikan Pola Tanam dan Perbaikan Teknik Budidaya pada Sistem Usaha Tani. Indonesian Journal of Agricultural Economics (IJAE), 2(2), 169–182.
Pratama, I. W. A. P., Tika, I. W., & Budisanjaya, I. P. G. (2021). Analisis Persentase Penghematan Air Irigasi dengan Metode Pergiliran (Magilihan) pada Subak di DAS Ho. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 9(1), 138–147. https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i01.p15.
Priyonugroho, A. (2014). Analisis Kebutuhan Air Irigasi (Studi Kasus pada Darah Irigasi Sungai Air Keban Daerah Kabupaten Empat Lawang).
215Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan, 2(3), 457–470.
Santika, I. K. A., Tika, I. W., & Budisanjaya, I. P. G. (2019). Analisis Rasio Prestasi Manajemen Irigasi pada Budidaya Tanaman Padi (Oryza sativa L.) di Subak Kabupaten Tabanan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 8(2), 204–210. https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p03.
Saputra, F. (2018). Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air Irigasi untuk Pertanian di Kecamatan Padang Ganting Kabupaten Tanah Datar. Jurnal Buana, 2(2), 584–596. https://doi.org/10.24036/student.v2i2.113.
Sosrodarsono, S., & Takeda, K. (1987). Hidrologi untuk Pengairan(6th ed.).Jakarta. Pradnya Paramita.
Sukertayasa, I. P., Tika, I. W., & Anom S.Wijaya, I. M. (2017). Analisis Efisiensi Penggunaan Air Irigasi Pada Subak Agung Yeh Sungi. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(1), 44–50.
Sumiyati,Windia, I. W., & Tika, I. W. (2017). Operasional dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Subak di Kabupaten Tabanan. Jurnal Kajian Bali, 7(1), 121–138. https://doi.org/10.24843/jkb.2017.v07.i01.p08.
Sutrisno, N.,& Hamdani, A. (2020). Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Air untuk Meningkatkan Produksi Pertanian. Jurnal Sumberdaya Lahan, 13(2), 73. https://doi.org/10.21082/jsdl.v13n2.2019.73-88.
Tika, I. W., Madrini, I. A. B., & . S. (2019). Peningkatan Efisiensi Penggunaan Air Irigasi dengan Aplikasi Jadual TanamSecara “Nyorog” pada Subak. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 4(1), 35. https://doi.org/10.24843/JITPA.2019.v04.i01.p05.
Tika, I. W., Madrini, I. A. G. B., & Sulastri, N. N. (2020). Penghematan Air Irigasi pada Pengolahan Tanah dengan Tanaman Sela di Subak Soil. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 5(2), 87–91.
Wiguna, P. P. K. (2019). Metode Perhitungan Kebutuhan Air Irigasi.Denpasar. Universitas Udayana
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/