Optimalisasi Proses Fermentasi Urin Sap

Penulis

  • Komang Suteja Pramana
  • Yohanes Setiyo
  • I Gst. Ngr. Apriadi A.

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2019.v07.i13.

Kata Kunci:

optimize, fermentation, cow urine, bio urine

Abstrak

Penelitian ini membahas mengenai fermentasi urin sapi menjadi biourin. Tujuan penelitian ini adalah mengoptimalkan proses fermentasi urin sapi menjadi biourin dengan pemberian starter biourin. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan tersebut adalah tanpa starter biourin, 10 persen starter biourin, 20 persen starter biourin, dan 30 persen starter biourin. Setiap perlakuan diberi 1 liter molase dan 1 buah aerator. Variable yang diamati adalah biochemical oxygen demand, derajat keasaman (pH),total dissolved solids, electrical conductivity, C-organik dan total-N. Hasil dari penelitian ini adalah penambahan starter tidak berpengaruh nyata terhadap proses fermentasi urin sapi. Namun proses fermentasi urin sapi dapat dipercepat dari 15 hari menjadi 6 hari, hal ini ditandai dengan nilai biochemical oxygen demand dan pH yang sudah menurun pada hari ke 6 fermentasi. Hasil fermentasi sudah sesuai dengan standar No.70/Permentan/SR.140/10/2011. Dari empat perlakuan pada proses fermentasi urin sapi, perlakuan tanpa starter biourin merupakan perlakuan yang terbaik. Perlakuan tersebut menghasilkan electrical conductivity 5670mS, biochemical oxygen demand 2,8mg/l, total dissolved solids 2835ppm, derajat keasaman pH 6,24, C-organik 3,70 persen, N - total 0,13 persen dan rasio C/N 29,63. Namun, untuk kandungan N-total biourin belum cukup memenuhi standar Permenta yaitu 3–6 persen.

Referensi

Adijaya. 2011. Pemanfaatan urin ternak (Bio Urine) dalam mendukung pertanian ramah lingkungan. Bulletin Balai Pengkajian Teknologi (BPTP).

Aritonang. M., Setiyo. Y., dan Gunadnya. P. 2015. Optimalisasi Proses Fermentasi Urin Sapi Menjadi Biourin.Jurlan. Program Studi Teknik Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Udayana.

Bernal, M. P., Alburquerque, J. A., dan Moral R. 2009. “Composting of Animal Manures And Chemical Criteria For Compost Maturity Assessmen, a Review, Biosoure Technology, vol. 100, hal 5444-545.

Indriani, Novita Hety. 2007. Membuat Kompos Secara Kilat. Jakarta: Penebar Swadaya.

Kunaepah. 2008. Pengaruh Lama Fermentasi dan Konsentrasi Glukosa terhadap Aktivitas Antibakteri, Polifenol Total dan Mutu Kimia Kefir Susu Kacang Merah, Tesis. Program Studi Magister Gizi Mayarakat, Program Pascasarjana. Universitas Diponogoro, Semarang.

Kusmiati, Swasono R, Tamat, Eddy J, dan Ria I. 2007. Produksi Gluken dari dua Galur Agrobacterium sp. Pada Media Mangandung Kombinasi Molase dan Urasil. Biodivesitas,(Online), Vol.8.

Morgan L. 2000. Electrical Conductivity in Hidroponic. Dalam A. Knutson (Ed.), The Best of the Growing Edge(39-44). Corvallis. New York Moon Publ. Inc.

Mudiarta, Setiyo. Y., dan Widia. W. 2018, Kajian Proses Fermentasi Biosllury Kotoran Sapi Dengan Penambahan Molase.Jurnal. Program Studi Teknik Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Udayana.

Pratiwi, I.G.A.P., Atmaja, W.D., Soniari, N.N. 2013. Analisis Kualitas Kompos Limbah Persawahan dengan Mol Sebagai Dekomposer. Jurnal Online Agroekoteknologi Tropika 2(4): 2301-6515.

Sanjaya, W. 2010. Optimasi Hidrolisis Enzimatik Jerami Padi Menjadi Glukosa Untuk Bahan Baku Biofuel Menggunakan Selulase dari Trichoderma reesei dan Aspergillus niger. Skripsi. Program Studi Teknik Kimia. Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya

Suharto, 2011. Limbah Kimia Dalam Pencemaran Udara dan Air. Yogyakarta: Andi Offset.

Sutiyoso, Y. 2009. Hidroponik. Penebar Swadaya. Jakarta.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-03

Cara Mengutip

Pramana, K. S., Setiyo, Y., & Apriadi A., I. G. N. (2026). Optimalisasi Proses Fermentasi Urin Sap. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 7(1), 1–6. https://doi.org/10.24843/JBETA.2019.v07.i13.

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 > >>