Rancang Bangun Program menggunakan MetodeFuzzyuntukPenilaian Aspek Palemahan pada Sistem Subak(Studi Kasus pada Sistem Subak di Kawasan Warisan Budaya DuniaCatur Angga Batukau)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2019.v07.i01.Kata Kunci:
Palemahan aspect, Matlab-GUI, fuzzy logic, Subak, Tri Hita Karana (THK)Abstrak
Subak merupakan sebuah lembaga yang bertugas dalam mengatur air irigasi secara tradisional. Subak dalam aktivitasnya berlandaskan pada Tri Hita Karana (THK). Salah satu aspek dari Tri Hita Karana (THK) yang dinilai adalah aspek palemahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang suatu program untuk menilai kondisi aspek palemahan dalam sistem subak menggunakan Matlab-GUI berbasis logika fuzzy yang diberi nama Sistem Informasi TAKSU (Tri Hita Karana Subak). Dalam membuat toolbox fuzzy tahapan yang paling penting untuk dilakukan adalah merancang rule. Perolehan data dilakukan dengan metode survei, pengamatan secara langsung dan pengukuran. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya akan diberi nilai dan dianalisis dengan logika fuzzy. Subak dinilai dengan menggunakan tiga rentang nilai yaitu Baik = 3, Sedang = 2, Kurang = 1. Program ini terdiri dari input, algoritma yang merupakan fungsi dari perancangan yang dilakukan pada toolbox fuzzy Matlab dan output sebagai hasil dari program tersebut. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan pada dua sampel subak diperoleh nilai pada Subak Jatiluwih adalah 2.23 dengan kriteria Agak Baik dan Subak Puring 2.73 dengan kriteria Baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa program ini dapat beroperasi dengan baikReferensi
Nugroho, Adhitya. 2013. Analisis Pengukuran Kerja dengan Konsep Bersekala. Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah. Jakarta.
Rahim, S. Effendi. 2003. Pengendalian Erosi Tanah: Dalam Rangka Pelestarian Lingkungan Hidup. Bumi Aksara. Jakarta
Salman, A. Galih. 2010. Pemodelan Sistem Fuzzy Dengan Menggunakan Matlab. Jurnal ComTech Vol. 1 No. 2, Desember 2010. Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bina Nusantara. Jakarta Barat.
Suamba, I K., W Windia, I.W. Tika. 2017. Evaluasi Implementasi Tri Hita Karana Pada Sistem
176Subak Sebagai Warisan Budaya Dunia.Laporan Akhir Hibah Penelitian Unggulan Udayana Tahun ke-1 dari rencana 2 Tahun. Fakultas Pertanian Universitas Udayana.
Windia, Wayan, Sumiyati, and Gede Sedana. 2015. “Aspek Ritual Pada Sistem Irigasi Subak Sebagai Warisan Budaya Dunia.” Jurnal KAJIAN BALI05(April): 23–56.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/