Pengembangan Sistem Rantai Dingin Ikan Tongkol (Euthynnus Affini) Segar Untuk Pedagang Ikan Keliling
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2017.v05.i01.p02Kata Kunci:
sistem rantai dingin, media es garam, mutu ikan segarAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan media pendingin es dengan penambahan garam dan perbandingan media pendingin es dengan bahan baku ikan terhadap mutu ikan segar. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan faktorial dengan dua faktor yaitu faktor penggunaan media pendingin es dengan penambahan garam dan faktor perbandingan media pendingin es dengan bahan baku ikan. Faktor penambahan garam terdiri dari empat perlakuan yaitu tanpa penambahan garam, garam sebanyak 10%, 12,5%, dan 15% dari jumlah es yang digunakan. Sedangkan faktor perbandingan media pendingin es dengan bahan baku ikan yaitu 1:1 dan 1:1,5. Parameter pengamatan dalam penelitian ini adalah lama waktu sistem rantai dingin, pH, organoleptik kesegaran, organoleptik bau, organoleptik tekstur, histamin, TVB, TPC. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media pendingin es dengan penambahan garam dan perbandingan media pendingin es dengan bahan baku ikan, serta interaksi antar perlakuan memberikan pengaruh yang nyata terhadap mutu ikan segar. Interaksi perlakuan penambahan garam sebanyak 15% dan perbandingan 1:1 memberikan hasil terbaik pada mutu ikan segar dengan karakteristik, lama waktu sistem rantai dingin yaitu 11 jam 24 menit , nilai pH sebesar 6,25, kesegaran (8,4), bau segar (8,1), tekstur segar (8,0), histamin sebesar 7,90 mg/100 g, TVB sebesar 10,40 mg/100 g, TPC sebesar 7,4x103 koloni/g.
Kata kunci : sistem rantai dingin, media es garam, mutu ikan segar
Referensi
Agung, Wahyono. 2012. Penanganan Ikan Hasil Tangkap di Atas Kapal. Kementrian Kelautan dan Perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. Jakarta
Anonim. 2006. Standar Nasional Indonesia: Cara Uji Mikrobiologi – Bagian 3: Penentuan Angka Lempeng (ALT) (SNI 01-2332.3-2006). Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
Anonim. 2007. Pengawetan Ikan. http://bisnisukm.com/teknologi pengawetanikan.html. Diakses tanggal 17 Mei 2016.
Anonim. 2009. Standar Nasional Indonesia: Cara uji kimia-Bagian 8: Penentuan kadar Total Volatile Base Nitrogen (TVB-N) pada produk perikanan (SNI 01-2354.8-2009). Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
Anonim. 2011. Histamine Enzymatic Assay Kit Manual. ISO 9001:2008. BIOO ScientificCorp.
Anonim. 2015. Awas Keracunan Ikan Tongkol. http://rsnas.kulonprogokab.go.id/article-219-awas-keracunan-ikan-tongkol.html. Diakses pada tanggal 24 Juli 2015.
Aprianti, D. 2011. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Picung (Pangium edule Reinw) dan Pengaruhnya terhadap Stabilitas Fisika Kimia, Mikrobiologi dan Sensori Ikan Kembung (Rastrelliger neglectus). Skripsi. Program Studi Kimia. Fakultas Sains dawinarnon Teknologi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta. Hal. 38-40
Enampato, M.H. 2011. Inventarisasi Keragaman Mutu Produk Ikan Tandipang (Dussumieria acuta C.V.) Asap Kering Produksi Rumah Tangga Didesa Matani I Kecamatan Tumpaan. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. UNSRAT. Manado.
Farber L. 1965. Freshness Test. Borgtorm G, editor. Di dalam : Fish as Food Vol IV. New York: Academic Press
Junianto. 2003. Teknik Penanganan Ikan. Penebar Swadaya. Jakarta.
Kanki M., Yoda T., Tsukamoto T., Baba E. 2007. Histidine decarboxylase and their role in accumulation of histamine in tuna and dried saury. Applied and Environmental Microbiology 72(5): 1467-1473.
Kerr M., Lawicki P., Aguirre S., Rayner C. 2002. Effect of storage conditions on histamine formation in fresh and canned tuna. [Research Report]. Victorian Government Departemen of Human Services, Werribee, 20 p.
Murniyati, A. S dan Sunarman. 2000. Pendinginan, Pembekuan, dan Pengawetan Ikan. Kanisius. Yogyakarta. Hal. 15-21
Nurjanah, Setyaningsih I, Sukarno, Muldani M. 2009. Kemunduran mutu ikan nila merah (Oreochromis sp.) selama penyimpanan pada suhu ruang. Jurnal Teknologi Hasil Perikanan VIII (1): 37-43
Rustamaji. 2009. Aktivitas enzim katepsin dan kolagenase dari daging ikan bandeng (Chanos chanosForskall) selama periode kemunduran mutu ikan. Bogor : Institut Pertanian Bogor.
Siswanto H., dan Soedarto. 2008. Respon Kualitas Bandeng (Chanos Chanos) Asap terhadap Lama Pengeringan. Berkala Ilmiah Perikanan 3.
Suasana. 2014. Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) Dan Pemberian Makanan Tambahan Untuk Anak Sekolah (Pmtas). http://www.diskelkan.baliprov.go.id/id/---Gerakan-Memasyarakatkan-Makan-Ikan--Gemarikan--Dan-Pemberian-Makanan-Tambahan-Untuk-Anak-Sekolah--Pmtas--Tahun-2014---. Diakses pada tanggal 25 Desember 2015
Suriawira. 2005. Penguji Mutu Hasil Perikanan yang Aman bagi Kesehatan. Jakarta: Jasa Boga
Surti, Titi, Ari, Wilis. 2004. Kajian Terhadap Indeks Kesegaran Secara Kimiawi Pada Ikan Berdaging Merah Dan Berdaging Putih. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Winarni, T., Swastawati, F., Darmanto, Y. S., dan Dewi, E. N. 2003. Uji Mutu Terpadu pada Beberapa Spesies Ikan dan Produk Perikanan Di Indonesia. Semarang : Universitas Diponegoro
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/