Pengaruh Perbandingan Jerami d an Kot oran Sapi Terhadap Profil Suhu d an Karakterist ik Pupuk Kompos y ang Dihasilkan
DOI:
https://doi.org/10.24843/j.beta.2016.v04.i02.p08Kata Kunci:
Jerami, kotoran sapi, Suhu proses, menghasilkan komposAbstrak
Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan jerami dan
kotoran sapi terhadap profil suhu dan karakteristik pupuk kompos yang dihasilkan.
Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga level
perlakuan perbandingan antara porsi bahan jerami dan kotoran sapi. Sedangkan perlakuan
yang digunakan sebagai kontrol hanya menggunakan bahan jerami. Pengamatan
dilakukan terhadap dua hal yaitu profil suhu selama proses pengomposan dan
karakteristik kompos yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan perubahan kotoran
sapi meningkatkan suhu proses pengomposan yaitu suhu fase mesofilik (30-35˚C).
kompos yang dihasilkan memiliki karakteristik antara lain pH rata-rata 7.3, kadar air rata-
rata 5.5%, dan C-organik rata-rata 26,9%.
Referensi
Harada YK, Haga, Tosada, and Kashino M., 1993. Quality of produced from animal waste. JARQ 26:238-246.
Kondo M and Yasuda M., 2003. Effects of temperature, water regime, light, and soil properties on N2 fixation associated with decomposition of organic mater in paddy
soils. JARQ 37(2): 113 – 119
Kurnia U. D. Setyorini. T. Prihatini. S. Rochayati. Sutono dan H. Suganda., 2001. Perkembangan dan penggunaan pupuk organik di Indonesia.Rapat Koordinasi Penerapan Penggunaan Pupuk Berimbang dan peningkatan penggunaan pupuk organik. Direktorat pupuk dan Pestisida Direktorat Jenderal Bina sarana Pertanian Jakarta
Pare T, Dinel H, and Schnitzer M., 1999. Extractability of trace metals during co-composting of biosolids and municipical solid wastes. J. Biol. Fertil. Soils 29:31 –37.
Setiawan A, 2003. Pemanfaatan isi rumen (kambing dan domba) sebagai inokulan dalam proses pengomposan sampah pasar (organik) dengan kotoran sapi perah. Skripsi. Bogor: Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Setiyo, Y., Hadi K.P, Subroto, M.A, dan Yuwono, A.S., 2007. Pengembangan Model Simulasi Proses Pengomposan Sampah Organik Perkotaan. Journal Forum Pascasarjana Vol 30 (1) Bogor.
Setiyo, Y. 2009. Aplikasi Kompos Dari Sampah Kota Sebagai Pupuk Organik Untuk meningkatkan Produktivitas Tanaman Jahe Merah. Disajikan di Seminar Nasional Basic Science VI,di Universitas Barawijaya, Malang.
Setiyo. Y, W. Arnata, NL Yulianti, dan G. Arda., 2012. IBM Simantri Kelompok Tani Sari Bumi.
Setiyo Y., K.B. Susrusa, I D.G.M. Permana and I G.A.L. Triani., 2015. Development of the LEISA system for the cultivation of consumed potatoes (Solanum tuberosum L.) Granola variety to improve land quality and productivity. Proceedings of SENASTEK, 2015.
Suriawiria, U. 2003. Mikrobiologi Air dan Dasar-Dasar Pengolahan Buangan secara Biologis. PT. Alumni Bandung.
Syarif, dan Halid. 1993. Teknologi Penyimpanan Pangan. Arcan, Jakarta. Wahyono S dan Sahwan FL., 1998. Solid waste composting trend and projects. J Biocycle 38(1):64-68.
WEIMER, P.J., D.R. MERTENS, E. PONNAMPALAM, B.F. SEVERIN and B.E. DALE. 2003. FIBEX-treated rice straw as a feed ingredient for lactating dairy cows. Anim. Feed Sci. Technol. 103:
41–50.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/