Penentuan Umur Simpan Loloh Piduh dengan Metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) Menggunakan Pendekatan Model Arrhenius
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2017.v05.i01.p04Kata Kunci:
Umur simpan, loloh piduh, model Arrhenius.Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui umur simpan loloh piduh yang dikemas ke dalam dua kemasan berbeda yaitu kemasan botol plastik dan botol kaca. Loloh piduh disimpan pada empat suhu penyimpanan berbeda yaitu 15oC, 35oC, 45oC, dan 55oC. Parameter yang diamati adalah pH dan nilai sensoris meliputi rasa asam, rasa manis, aroma asam, aroma alkohol, kekeruhan, dan uji kesukaan terhadap loloh piduh. Penelitian ini dilakukan selama 12 jam atau sampai 50 persen panelis menolak sampel uji dengan pengambilan data parameter pengamatan setiap 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter mutu kritis dari loloh piduh kemasan botol plastik dan botol kaca adalah aroma asam yang mengikuti kinetika reaksi ordo ke-0. Umur simpan loloh piduh dalam kemasan botol plastik yang disimpan pada suhu ruang 28oC adalah 9,82 jam. Sedangkan umur simpan loloh piduh dalam kemasan botol kaca yang disimpan pada suhu ruang 28oC adalah 12,81 jam.
Referensi
Ashurtst, P. 2005. Chemistry and Technology of Soft Drinks and Fruit Juices. UK: Blackwell Publishing Ltd.
Badan Pengawas Obat Dan Makanan. 2007. Serial Tanaman Obat “Pegagan”. Jakarta.
Badan Pengawas Obat Dan Makanan. 2014. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014 Tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional. Ditetapkan Oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Pada Tanggal 22 Juli 2014. Jakarta.
Dewi, I.A.A.P.T. 2015. Penentuan Umur Simpan Bumbu Rujak Dalam Kemasan Botol Plastik Menggunakan Metode Arrhenius. Skripsi.
Teknologi Pertanian. Universitas Udayana. Bali.
Direktorat Obat Asli Indonesia. 2010. Serial Data Ilmiah Terkini Tumbuhan Obat Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban. Penerbit Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia .
Fardiaz, S. 1997. Analisis Mikrobiologi Pangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Foster T and VC Vasavada.2003. Beverage Quality and Safety. New York: CRC Press LLC.
Haryati, Teti E, Feronika H dan Kgs Ahmadi. 2015. Pendugaan Umur Simpan Tape Ketan Hitam Mojokerto. Jurnal Pangan Dan Agroindustri Volume 3 Nomor 1 p 156-165.
Kusnandar, F. 2010. Pendugaan Umur Simpan Metode ASLT. Studi Ilmu Dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor http://itp.fateta.ipb.ac.id . Diakses Tanggal 18 Juni 2015.
Satyahadi, A. 2012. Gelas, Jenis Kemasan Yang Mudah Pecah Tapi Aman. Majalah Indonesia Print Media Edisi 47 Juli – Agustus. Bogor.
Susiwi, S. 2009. Penentuan Kadaluawarsa Produk Pangan. Handout. Program Studi Pendidikan Kimia. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.
Sutrisno, A.D. 1978. Pembuatan dan Peningkatan Kualitas Zat Warna Merah Alami yang Dihasilkan oleh Monascus purpureus. Didalam Risalah Seminar Bahan Tambahan Kimiawi. PAU Pangan dan Gizi IPB. Bogor : 1194-232.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/