Kajian Proses Fermentasi Sludge Kotoran Sapi

Penulis

  • I Putu Gde Suhartana Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Yohanes Setiyo Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I Wayan Widia Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2017.v05.i01.p07

Kata Kunci:

sludge, fermentasi, sirkulasi udara, kompos.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan sirkulasi udara terhadap proses fermentasi sludge kotoran sapi dan juga mengetahui kualitas sludge yang dihasilkan sesuai dengan SNI kompos No. 19-7030-2004. Perlakuan sirkulasi udara dilakukan dengan menggunakan aerator. Ada tiga kombinasi perlakuan yang dicoba, yaitu aerator dan drum bermantel, aerator dan drum tanpa mantel, serta tanpa aerator dan drum tanpa mantel (perlakuan kontrol). Hasil penelitian ini menujukan bahwa setiap perlakuan pada proses fermentasi memiliki fluktuasi suhu yang berbeda antara 21,56-24,41 oC. Suhu ini merupakan syarat untuk pertumbuhan mikroba mesofilik. Kondisi keasaman dari material sludge yang diperoleh pada awal sampai akhir fermentasi seluruh perlakuan telah memenuhi kondisi proses fermentasi yang optimal, yaitu pada kisaran pH 6,92-7,65. Pengaruh sirkulasi udara didalam biodigester dapat mempercepat pemecahan protein menjadi C-organik dan N-total pada akhir fermentasi yaitu C-organik = 24,22% dan N-total = 1,80%. Kompos yang dihasilkan dengan proses fermentasi memiliki karakteristik rasio C/N = 13,46 dan memiliki penampakan warna coklat kehitaman. Karakteristik kompos ini sesuai dengan kualitas kompos SNI No. 19-7030-2004, yaitu pH = 6,80-7,49, C-organik = 9,80-32%, N-total = 0,40%, rasio C/N = 10-20.

Referensi

Bernal, M. P., Alburquerque, J. A., dan Moral R. (2009), “Composting of Animal Manures and Chemical Criteria for Compost Maturity Assessmen, a Review, Biosource Technology, Vol. 100, hal. 5444-5453.

Gaur, A. C. 1995. A Manual of Rural Composting. Project Field Document No. 15 FAO, Rome. Badan Standardisasi Nasional, 2004, Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik, SNI 19-7030-2004, Jakarta.

Ikbal dan Rudi Nugroho. 2006. Pengolahan Sludge dengan Proses Biologi Anaerobik. Jurnal teknologi lingkungan.P3TL-BPPT.80-89.

Mahajoeno, E., Lay W.B, Sutjahjo, H.S., Siswanto. 2008. Potensi Limbah Cair Pabrik Minyak Kelapa Sawit untuk Produksi Biogas. Biodiversitas (9):48 – 52.

Mulyadi, Ade. 2008. Karakteristik Kompos dari Bahan Tanaman Kaliandra, Jerami Padi dan Sampah Sayuran. Skripsi Sarjana Studi Ilmu Tanah, Institut Pertanian Bogor.

Sugi Rahayu. Dyah Purwaningsih. Pujianto. 2009. FISE. Universitas Negeri Yogyakarta.

Sugiharto . 1987 . “Dasar – Dasar Pengolahan Air Limbah” . Universitas Indonesia (UI-Press) : Jakarta.

Sulistyawati, Endah., Mashita, Nusa., Choesin, D.N. 2008. Pengaruh Agen Decomposer Terhadap Kualitas Hasil Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga. Makalah dipresentasikan pada Seminar Nasional Penelitian Lingkungan di Universitas Trisakti : Jakarta.

Sutejo, Mul Mulyani. 1999. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta : Jakarta.

Tchobanoglous, G., Theisen, H., Vigil, S. 1993. Integrated Solid Waste Management. McGraw-Hill, Inc.

Wahyono, S., Sahwan, F.L., Suryanto, F. 2011. Membuat Pupuk Organik Granul dari Aneka Limbah. Agromedia Pustaka : Jakarta.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-03

Cara Mengutip

Suhartana, I. P. G., Setiyo, Y., & Widia, I. W. (2026). Kajian Proses Fermentasi Sludge Kotoran Sapi. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 5(1), 51–60. https://doi.org/10.24843/JBETA.2017.v05.i01.p07

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 > >>