Pengaruh Ketebalan Plastik pada Bangunan Pembibitan terhadap Pertumbuhan Bibit Terong Ungu (Solanum melongena L.) Varietas Antaboga F1
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p01%20Kata Kunci:
bangunan pembibitan, bibit, pertumbuhan, plastik, tanaman terongAbstrak
Tanaman terong (Solanum melongena L.) merupakan salah satu tanaman tropis yang berasal dari Benua Asia, yaitu India dan Birma. Pembibitan tanaman terong sering dilakukan di tempat terbuka sehingga pertumbuhan bibit kurang baik. Bangunan plastik untuk pemeliharaan bibit tanaman terong dibuat
dengan tujuan untuk menghindari hujan, sinar matahari yang berlebihan, dan mengurangi hama penyakit yang menyerang tanaman sayuran. Ketebalan plastik yang digunakan sebagai naungan dapat berpengaruh terhadap intensitas cahaya yang diterima oleh tanaman terong. Untuk itu, dilakukan penelitian dengan menutup bangunan pembibitan menggunakan plastik dengan ketebalan 0,04 mm, 0,08 mm, dan 0,12 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik perlakuan memberikan pengaruh nyata (P < 0,05) terhadap perubahan kondisi tempat pemeliharaan bibit dan pertumbuhan bibit, kecuali terhadap berat basah bibit. Perlakuan penutupan bangunan pembibitan menggunakan plastik dengan tebal 0,08 mm memberikan kondisi terbaik dan menghasilkan bibit tanaman terong dengan pertumbuhan terbaik.
Referensi
Andika P.T., Y. Setiyo dan Sumiyati. 2019. Dampak penggunaan naungan plastik terhadap profil iklim mikro pada budidaya kentang bibit (Solanum tuberosum L) varietas Granola kelompok G0. Jurnal BETA. 7(1):135-143.
BPS. 2017. Kecamatan madukara dalam Angka 2017. BPS Kab. Banjarnegara.
Djukri, dan S. Purwoko. 2003. Pengaruh naungan paranet terhadap sifat toleransi tanaman talas. Jurnal Ilmu Pertanian. 10(2):17-25.
Firmanto, B. 2011. Sukses Bertanaman Terong secara Organik. Angkasa, Bandung. 9
Guslim. 2008. Agrokloimatologi. USU Press. Medan.
Hamid, A dan Hobir. 2004. Naungan Plastik pada Persemaian Tanaman. Pers. LPTI No: 36
Hanafi, M.A. 2005. Pengaruh Kerapatan Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Kultivatur Jagung (Zea mays L.) Untuk Produksi Jagung Semi. Skripsi. Fakultas pertanian universitas brawijaya. Malang. Hal 6-9.
Handoko. 1995. Klimatologi Dasar. Pustaka Jaya, Bogor.
Hasyim, A., S. Eri, Kusmana, K.Yenni, dan Lutfi. 2012. Deseminasi Varietas Kentang Unggul Resisten Phytophora Infestan ( Mont.) de Bary. Kementrian Riset dan Teknologi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Kartika, E., R. Yusuf, dan A. Syakur. 2015. Pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada berbagai persentase naungan. Jurnal Agrotekbis. 3(6): 717-724.
Khumaida. Kisman Y, Takami. N, Sugiyama. T, Sopandie. Takano. 2003. Adaptasi kedelai terhadap stres naungan. Universiry of Tokyo. Japan. Jurnal Agron. 35(2): 96 – 102.
Lakitan, B., 1993. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Noor Z. 2006. Produktivitas dan Mutu Paprika (Capsicum annum L) dalam Sistem Hidroponik di Dataran Rendah Pualau Batam pada Berbagai Tingkat Naungan dan Pemupukan. Fakultas Pascasarjana IPB, Bogor.
Widiastusi, L., Tohari, Sulistyaningsih, E. 2004. Pengaruh intensitas cahaya dan kadar Daminosida terhadap iklim mikro dan pertumbuhan tanaman krisan dalam pot. Jurnal Ilmu Pertanian 11(2): 35-42.
Yulianti, N. 2007. Reaksi tanah. Jurnal Hijau.2(5): 23 – 43.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/