Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2026-02-10. Baca versi terbaru.

Analisis Persentase Kelebihan Air Irigasi pada Subak DAS Ho Saat Musim Hujan

Penulis

  • Dian Dwi Cahyo Pangestu Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia.
  • I Wayan Tika Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia.
  • I.B. Putu Gunadnya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p03

Kata Kunci:

Subak, irigasi, kebutuhan air, debit tersedia, kelebihan air

Abstrak

Berlebihnya ketersediaan air irigasi yang disebabkan oleh debit air yang melimpahpada saat musim
hujan dan sifatnya tidak merata, dimana pada bagian hulu ketersediaan air cenderung berlebih dan di
hilir cenderung kekurangan. Dengan adanya kondisi seperti itu maka perlu dilakukan penelitian
mengenai kelebihan air irigasi pada saat musim hujan agar dapat dilakukan pengelolaan air secara
proporsional pada (DAS) Ho. Penelitian dilakukan untuk mengetahui persentase kelebihan air irigasi
yang ada pada setiap subak dan menentukan teknik pengelolaan air irigasi agar proporsional pada setiap
bagian subak. Perolehan data primer dilakukan dengan metode wawancara, pengamatan, dan
pengukuran sedangkan data sekunder diperoleh dari (BMKG) Wilayah III Denpasar. Data yang
diperoleh selanjutnya dianalisis dengan CROPWAT 8.0 untuk mencari persentase kelebihan air irigasi
yang terjadi pada saat musim hujan dan untuk menentukan proposi distribusi air irigasi. Hasil penelitian
menunjukan persentase kelebihan air irigasi pada subak (DAS) Ho saat musim hujan rata-rata pada
daerah hulu 207,31%, tengah 417,78%, hilir 239,05%. Teknik pengelolaan distribusi air pada hulu,
tengah, hilir saat musim hujan agar kelebihan bersifat proporsional yaitu dengan cara mengubah debit
awal sesuai dengan debit rekayasa

Referensi

Andi Juhana, E., Permana, S., & Farida, I. 2015.

Analisis Kebutuhan Air Irigasi Pada Daerah

Irigasi Bangbayang Uptd Sdap Leles Dinas

Sumber Daya Air dan Pertambangan

Kabupaten Garut. Jurnal Konstruksi, Vol. 13

No(ISSN : 2302-7312), 1–28.

Arnanda, Y., Tika, I. W., & Madrini, I. A. L. G. B.

2019. Analisis Rasio Prestasi Manajemen

Irigasi pada Distribusi Air di Subak Kabupaten

Tabanan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik

Pertanian), 8(2), 290.

BMKG. 2020. Prakira Musim Hujan Tahun

2020/2021 di Indonesia.

Dharmananta, I Dewa., R. S., & Trigunasih, N. M.

2019. Pengaruh Morfometri DAS terhadap

Debit dan Sedimentasi DAS Yeh Ho. 8(1), 32

42.

Fitriati, U., Novitasari, N., Rusdiansyah, A., &

Rahman, A. 2015. Studi Imbangan Air Pada

Daerah Irigasi Pitap. Cantilever, 4(1), 27–33.

Fuadi, N. A., Purwanto, M. Y. J., & Tarigan, S. D.

2016. Kajian Kebutuhan Air dan Produktivitas

Air Padi Sawah dengan Sistem Pemberian Air

Secara SRI dan Konvensional Menggunakan

Irigasi Pipa. Jurnal Irigasi, 11(1), 23.

Heryani, N., Kartiwa, B., Hamdani, A., & Rahayu,

B. 2020. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan

Air Irigasi pada Lahan Sawah : Studi Kasus di

Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Tanah Dan

Iklim, 41(2), 135.

Kusumowarno, S. 2014. Percepatan peningkatan

produksi dan produktivitas padi di lahan rawa

berkelanjutan dan lestari. In Prosiding Seminar

Nasional “Inovasi Teknologi Pertanian

Spesifik Lokasi”. Bogor.

Malahayati S.Y. 2009. Kajian Perubahan Penggunaan

Lahan Terhadap Respon Hidrologi Pada DAS

Cirasea

Menggunakan

MWSWAT.Surabaya.

Model

Mediani, A., Fajar, M., Basuki, A., & Finesa, Y.

2019. Analisis Neraca Air Dan Kebutuhan Air

Tanaman Padi Kekeringan Pada Sub Das

Samin. 2012, 179–187.

Priyonugroho, A. 2014. Analisis Kebutuhan Air

Irigasi ( Studi Kasus Pada Daerah Irigasi Sungai

Air Keban Daerah Kabupaten Empat Lawang ).

Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan, 2(3), 457

470.

Purnama, I. L. S., Trijuni, S., Hanafi, F., Aulia, T., &

Razali, R. 2012. Analisis Neraca Air di Das

Kupang dan Sengkarang. 1–79.

Santika I. K. A., Tika. I. W., Budisanjaya. I. P. G.

2019. Analisis Rasio Prestasi Manajemen

Irigasi pada Budidaya Tanaman Padi di Subak

Kabupaten Tabanan. Journal of Biosystem and

Engineering Agriculture, 8(2), 204-210.

Suroso 1) , PS. Nugroho 2), dan P. P. 3. 2007.

Evaluasi Kinerja Jaringan Irigasi Banjaran

untuk Meningkatkan Efektifitas dan Efisiensi

Pengelolaaan Air. 7(Di), 55–62.

Windia, W. 2006. Transformasi Sistem Irigasi Subak

yang

Berlandaskan

Ojs.Unud.Ac.Id, 1–15.

Tri

Hita

Karana.

Windia, Wayan, Pusposutardjo, S., Sutawan, N.,

Sudira, P., & Arif, S. 2005. Sistem Irigasi Subak

Dengan Landasan Tri Hita Karana (THK)

Sebagai Teknologi Sepadan Dalam Pertanian

Beririgasi. Social Economic of Agriculture,

5(Vol. 5, No. 3 November 2005), 1–15.

Yendri, O., Putranto, D. DA, & Sarino, S. 2019.

Analisis Besaran Komponen Imbangan Air

pada Lahan Irigasi Kelingi Tugumulyo

Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera

Selatan. Jurnal Civronlit Unbari, 4(2), 57.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-03 — Diperbaharui pada 2026-02-10

Versi

Cara Mengutip

Pangestu, D. D. C., Tika, I. W., & Gunadnya, I. P. (2026). Analisis Persentase Kelebihan Air Irigasi pada Subak DAS Ho Saat Musim Hujan. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 9(2), 167–176. https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p03 (Original work published 3 Februari 2026)

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 > >>