Pengaruh Konsentrasi Asap Cair Batang Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ) Terhadap Karakteristik Ikan Lele (Clarias Sp) Asap
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p19Kata Kunci:
asap cair, , bambu tabah, ikan asap, ikan lele, karakteristikAbstrak
Ikan lele adalah makanan kesehatan yang mengandung nilai gizi yang baik. Oleh karena itu penting untuk
menemukan metode untuk melestarikan ikan ini untuk meningkatkan konsumsi mereka. Asap cair batang
bambu tabah dapat digunakan sebagai metode untuk membuat produk olahan lele. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan suhu pemasakan terhadap karakteristik ikan lele asap dalam
larutan asap cair batang bambu. Dan juga untuk mengetahui konsentrasi dan suhu terbaik untuk kualitas
organoleptik terbaik dari lele asap yang dilarutkan dalam larutan asap cair bambu tabah. Metode penelitian
ini adalah menggunakan (RAL) Rancang Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor. Faktor yaitu
konsentrasi asap cair, 1%, 2%, 3%. dan suhu pemasakan, yaitu dari suhu 60o
C, 80o
C, dan 100o
C. Kombinasi
terbaik adalah konsentrasi bambu tabah 3% dan suhu pemanasan 100o
C, pemanasan dilakukan dengan
waktu 4 jam dan menghasilkan Nilai pH 5,61, kadar Air 56,78%, Kadar Abu 2,17%, Kadar Protein 13,46%
, Kadar Lemak 5,55%, Warna 4,67 (coklat keemasan), Aroma 4,80 (aroma cukup) Rasa 4,93 (testeful),
Tekstur 4,53 (padat)
Referensi
Afrianto, I. E., & Liviawaty I. E. (1989). Pengawetan dan pengolahan ikan. Kanisius.
Budijanto, S., Hasbullah, R., Prabawati, S., & Zuraida, I. (2019). Identifikasi dan uji keamanan asap cair tempurung kelapa untuk produk pangan. Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, 5(1), 32-40.
Darmadji, P. (1996). Aktivitas antibakteri asap cair yang diproduksi dari bermacam-macam limbah pertanian. Agritech, 16(1996).
DeMan, J. M. (1997). Kimia Makanan (Penerjemah: K. Patmawinata). Bandung: Penerbit Institut Teknologi Bandung.
Hadiwiyoto, S. (1993). Teknologi pengolahan hasil perikanan. Liberty.
Horwitz, W., Chichilo, P., & Reynolds, H. (1970). Official methods of analysis of the Association of Official Analytical Chemists. Official methods of analysis of the Association of Official Analytical Chemists.
Kencana, P. K. D., Widia, W., & Antara, N. S. (2012). Praktek Baik Budi Daya Bambu Rebuffing Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE–KURZ). Balai Penelitian. Denpasar.
Pszcola 1995 Tour HghLightsProdlcton:nd r.lses Of SmokeAase FaYoE Food T€chnology
Putra, D. (2010). Asap Cair Pengawet Makanan. Asap cairpengawet-makanan. wordpress.com. Diakses 04 Oktober 2016.
Sedjati, S. (2006). Pengaruh konsentrasi khitosan terhadap mutu ikan teri (Stolephorus heterolobus) asin kering selama penyimpanan suhu kamar (Doctoral dissertation, program Pascasarjana Universitas Diponegoro).
Soekarto, S. T. (1990). Dasar-dasar pengawasan dan standarisasi mutu pangan. Bogor: PAU Pangan dan Gizi, IPB.
Sudarmadji, S., & Haryono, B. Suhardi. 1997. Prosedur analisa untuk bahan makanan dan pertanian (edisi keempat). Liberty. Yogyakarta.
Wibowo, S. 1996. Industri Pengasapan Ikan. Penebar Swadaya, Jakarta.
Winarno, F Wibowo, S. 1996. Industri Pengasapan Ikan. Penebar Swadaya, Jakarta. G. 1995.
Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Citra, F., Yuliati, K., & Baehaki, A. (2015). Analisis Mutu Ikan Lele (Clarias batrachus) Asap Produksi Rakyat di Jalan Lintas Musi II Desa Keramasan, Kertapati, Palembang. Jurnal FishtecH, 4(1), 9-15.
Yazid, E., & Nursanti, L. (2006). Penuntun Praktikum Biokimia untuk Mahasiswa Analis. Yogyakarta: Penerbit Andi. Hlm, 66-68.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/