Modifikasi Kotak Polistiren Untuk Penyimpanan Dingin Sayur Kubis Dengan Menggunakan Es Kering Sebagai Media Pendingin

Penulis

  • Program Studi Teknik Pertanian dan biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Program Studi Teknik Pertanian dan biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Program Studi Teknik Pertanian dan biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p08

Kata Kunci:

es kering, kubis segar, kotak polistiren, kotak model, pendinginan

Abstrak

Penelitian telah dilakukan pada modifikasi kotak polistiren sebagai kotak pengiriman kubis segar
menggunakan es kering sebagai media pendingin. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kotak yang
dimodifikasi untuk mengetahui kotak modifikasi yang paling sesuai digunakan untuk menjaga kesegaran
sayuran. Kotak polistiren yang dimodifikasi dibuat dengan memisahkan ruangan kotak menjadi dua bagian, satu bagian untuk menempatkan es kering sebagai media pendingin, dan bagian lainnya untuk menyimpan kubis segar. Kotak dimodifikasi menjadi lima jenis kotak model, dua jenis media pendinginan diletakkan di bawah sayuran segar, sedangkan tiga jenis kotak model sisanya untuk menempatkan media pendingin di atas sayuran.
Pengujian dilakukan selama 7 jam dan dilakukan pengukuran suhu di sekitar kotak, suhu di dalam kotak, dan suhu pusat kubis segar. Pengukuran lain yang dilakukan adalah berat es kering yang digunakan selama penyimpanan dingin, penurunan berat kubis segar, pengamatan visual kerusakan kubis segar, dan perhitungan
keseimbangan energi. Penempatan es kering di bawah kubis segar menyebabkan suhu tengah kubis segar jauh di atas suhu penyimpanan yang disarankan, 0oC, sementara menempatkan media pendingin di atas sayuran memberi dampak negatif pada sayuran di mana suhu tengah kubis segar di bawah 0oC untuk dua jenis kotak
model, kecuali es kering yang ditempatkan di wadah dari pelat seng. Berdasarkan perhitungan energi, terungkap bahwa hampir lebih dari 75% energi pendingin digunakan untuk mengatasi beban pendinginan selain untuk mendinginkan kubis segar. Ditemukan bahwa kotak model yang paling sesuai untuk menyimpan kubis segar adalah kotak model kelima.

Referensi

Acedo Jr., A.L. 2010. Postharvest Technology for Leafy Vegetables.AVRDC-The World Vegetable Center, Shanhua.ASHRAE. 2014. 2014

ASHRAE Handbook: Refrigeration SI Edition. American Society 222of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers, Inc., Atlanta.

ASHRAE. 2006. 2006 ASHRAE Handbook: Refrigeration Inch-Pound Edition. American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers, Inc., Atlanta.

BPS. 2020. Provinsi Bali dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistik, Denpasar.

Cantwell, M. dan T. Suslow. 2006. Cabbages (Round and Chinese types): Recommendations for maintaining postharvest quality. UC Davis Postharvest Technology Research Information Center.Chakraverty, A., A.S.

Mujumdar, G.S.V. Raghavan, H.S. Ramaswamy. 2003. Handbook of Postharvest Technology: Cereal, Fruits, Vegetables, Tea, and Spice. Marcel Dekker, Inc., New York.Cengel, Y.A. 2002. Heat Transfer A Practical Approach. McGraw-Hill, New York.FAO. 2011. Global Food Losses and Food Waste: Extent, Causes, and Prevention. FAO, Roma.

Kitinoja, L. dan J.F. Thompson. 2010. Pre-cooling systems for small-scale producers. Stewart Postharvest Rev. 6:1–14.

Muin, A. 2017. Sistem lemari pendingin sayuran sederhana dengan media es batu.Jurnal Desiminasi Teknologi. 5(2),146-151Montgomery, D.C. dan G.C. Runger. 2014. Applied Statistics and Probability for Engineers. John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey.Putra, I.S. 2014. Studi kelayakan pengadaan mobile coolboxdalam rangka mendukung pengembangan eksport kubis. J Social Economic Arigulcure and Agribusiness. 3(2):-.

Prusky, D. 2011. Reduction of the incidence of postharvest qulity losses, and future prospects. Food Sec. 3:463-474.

Sagas, E.Y., F. Wenur, L.C.Ch.E. Lengkey. 2015. Kajian penggunaan kotak pendingin menggunakan hancuran es untuk distribusi pak choi (Brassica rapa). Cocos. 6(15):-

Sheel, S. 2014. Logisteics in Packaging, Storage and Transportation of Horticultural Produces: Perspective Bangladesh. Paper presented in the International Conference on “Logistics and Supply Chain Management in Food Industry, 2014”. January, 25 2014, Bangladesh University of Engineering and Technology (BUET), Dhaka.Takaendengan, V., I. Longdong dan F. Wenur. 2015. Kajian perubahan mutu kubis (Brassica oleracea var gran11) dalam kemasan plastik selama penyimpanan. Cocos. 6(17):-.

Toledo, R.T. 2007. Fundamentals of Food Process Engineering. Springer Science+Business Media, LLC, New York.Vigneault C., J. Thompson, S. Wu, K.P.C. Hui dan D.I. LeBlanc. 2009. Transportation of fresh horticultural produce. Postharvest Technologies for Horticultural Crops. 2:1-24.

Wisnuwardhani, P., Lestari, D. A. H., & Santoso, H. (2015). Motivasi Konsumen Membeli Kubis Segardi Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis, 3(2).

Unduhan

Diterbitkan

2021-09-29 — Diperbaharui pada 2026-02-11

Versi

Cara Mengutip

Bagus Made Brahmanda, Ida Bagus Putu, & I Putu Gede. (2026). Modifikasi Kotak Polistiren Untuk Penyimpanan Dingin Sayur Kubis Dengan Menggunakan Es Kering Sebagai Media Pendingin . Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 9(2), 212–222. https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p08 (Original work published 29 September 2021)

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 > >>