Karakteristik Briket Biomassa dari Variasi Bahan Baku Dan Persentase Perekat yang Berbeda

Penulis

  • Agnesia Arista Wijaya AK Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali.
  • Ni Luh Yulianti Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali.
  • Ida Bagus Putu Gunadnya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali.

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p07

Kata Kunci:

arang bambu tabah, sekam, karakteristik briket, persentase perekat briket

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pengaruh jenis bahan baku dan persentase perekat yang berbeda terhadap mutu briket biomassa yang dihasilkan dan menentukan perlakuan manakah yang memberikan hasil terbaik terhadap karakteristik briket yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan menggunakan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama (A) adalah jenis bahan baku yang terdiri dari 3 taraf arang bambu tabah (A1), sekam padi (A2) dan campuran bambu tabah dan sekam padi (A3). Faktor kedua (B) adalah persentase perekat yang terdiri dari 3 taraf yaitu persentase 10%,
(B1) 15% (B2) dan 20%(B3). Parameter penelitian yang diamati adalah kadar air, kadar abu, kadar zat menguap dan laju pembakaran. Seluruh perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga didapatkan 27 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan apabila terdapat pengaruh perlakuan yang signifikan, maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Test (DMRT). Berdasarakan hasil penelitian diketahui bahwa, interaksi perlakuan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter kadar air, kadar abu, kadar zat menguap dan laju pembakaran. Selanjutnya Kadar air yang didapat berkisar antar 2,30% bb - 4,78%bb kadar abu 5,88% - 34,85%, kadar zat menguap 31,30% - 51,59% dan laju pembakaran 73,20 gr/menit – 106,00 gr/menit. Kualitas briket yang
paling baik diperoleh pada perlakuan A2B3 (arang sekam 80 gram perekat 20 gram) dimana kadar air yang dihasilkan sebesar 2,30%bb, kadar abu 32,29%, kadar zat menguap 32,01% dan laju pembakarannya 92,60 gr/menit.

Referensi

Batubara, B., & Jamilatun, S. (2012). Sifat-Sifat Penyalaan dan Pembakaran Briket Biomassa, Briket Batubara dan Arang Kayu. Jurnal Rekayasa Proses,2(2), 37–40. https://doi.org/10.22146/jrekpros.554

Faiz, T. A., Harahap, L. A., & Daulay, S. B. (2015). Pemanfaatan Tongkol Jagung dan Limbah Teh Sebagai Bahan Briket. Jurnal Rekayasa Pangan Dan Pertanian, 4(3), 427–432.

Handayani, R. T., & Suryaningsih, S. (2019).Pengaruh Suhu Karbonisasi dan Variasi Kecepatan. 4(2), 98–103.

Hastiawan, I., Ernawati, E., Noviyanti, A. R., Eddy, D. R., & Yuliyati, Y. B. (2018). Pembuatan briket dari limbah bambu dengan memakai. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 7(3),154–156.

Hendra, D. (2007). Pembuatan Briket Arang Dari Campuran Kayu, Bambu, Sabut Kelapa Dan Tempurung Kelapa Sebagai Sumber Energi Alternatif. In Jurnal Penelitian Hasil Hutan(Vol. 25, Issue 3, pp. 242–255). https://doi.org/10.20886/jphh.2007.25.3.242-255

Isa, I. (2012). Briket Arang Dan Arang Aktif Dari Limbah Tongkol Jagung. Universitas Negeri Gorontalo, 1–50. http://repository.ung.ac.id/get/simlit/1/168/2/ Briket-Arang-Dan-Arang-Aktif-Dari-Limbah-Tongkol-Jagung.pdf

Iskandar, T., & Rofiatin, U. (2017). Karakteristik Biochar Berdasarkan Jenis Biomassa Dan Parameter Proses Pyrolisis. Jurnal Teknik Kimia, 12(1), 28–34. https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i1.843

Ismayana, A., & Afriyanto, M. R. (2011). Pengaruh Jenis Dan Kadar Bahan Perekat Pada Pembuatan Briket Blotong Sebagai Bahan Bakar Alternatif. J. Tek. Ind. Pert,21(3), 186–193.

Kencana, P. K. D., Widia, W., & Antara, N. S. (2012). Praktek baik budi daya bambu rebung tabah(Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ). 1–69. https://bamboeindonesia.files.wordpress.com/2012/06/budidaya-bambu-rebung-tabah.pdf

Muhammad, D. R. A., Parnanto, N. H. R., & Widadie, F. (2018). Kajian Peningkatan Mutu Briket Arang Tempurung Kelapa Dengan Alat Pengering Tipe Rak Berbahan Bakar Biomassa. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 6(1). https://doi.org/10.20961/jthp.v0i0.13500

Musabbikhah, Saptoadi, H., Subarmono, & Arif Wibisono, M. (2015). optimasi proses pembuatan briket biomassa menggunakanmetode yang ramah lingkungan (Optimization of Biomass Briquettes Production Process Using Taguchi Method to Fulfill The Need of Environment Friendly Alternative Fuel)Diterima : 15 Desember 2014. J. Manusia Dan Lingkungan, 22(1), 121–128.

Ningsih, E., Mirzayanti, Y. W., Himawan, H. S., & Indriani, H. M. (2016). Pengaruh Jenis Perekat pada Briket dari Kulit Buah Bintaro terhadap Waktu Bakar. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan” Pengembangan Teknologi Kimia Untuk Pengolahan Sumber Daya Alam Indonesia, 1–8.

Purwanto, D. (2014). Pengaruh Tekanan Kempa Dan PersentasePerekat Terhadap Sifat Biobriket Dari Limbah Tempurung Sawit. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan,7(2), 1. https://doi.org/10.24111/jrihh.v7i2.1225

Putra, H. P., & Indonesia, U. I. (2018). StudyKarakteristik Briket Berbahan Dasar Limbah Bambu dengan Menggunakan Perekat Nasi. December 2013.Sa’diyah, H., Nurhimawan, S., Fatoni, S. A., Irmansyah, I., & Irzaman, I. (2016). Ektraksi Silikon Dioksida Dari Daun Bambu. V, SNF2016-BMP-13-SNF2016-BMP-16. https://doi.org/10.21009/0305020303

Silviana, & Purbasari, A. (2009). Kajian Awal Pemanfaatan Kulit Biji Nyamplung Sebagai Briket Bioarang. Kajian Awal Pemanfaatan Kulit Biji Nyamplung Sebagai Briket Bioarang,6.Siwi, H., Sirun, A., & Arungpadang, T. A. R. (2017). Briket Campuran Arang Tempurung Kelapa dan Enceng Gondok Hasil Pirolisis. 1, 61–68.

Sudarja. (2009). Analisis Rekayasa dan Karakterisasi Briket Bahan Bakar dari Limbah Serat Kenaf. Jurnal Ilmiah Semesta Teknika, 12(1), 92–98.

Sudding, & Jamaluddin. (2015). Pengaruh Jumlah Perekat Kanji terhadap Lama Briket Terbakar menjadi Abu. Jurnal Chemical, 16(1), 27–36.

Vachlepi, A., & Suwardin, D. (2013). Penggunaan Biobriket Sebagai Bahan Bakar Alternatif Dalam Pengeringan Karet Alam. Warta Perkaretan,32(2), 65. https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v32i2.38

Wibowo, A. S. (2009). Kajian pengaruh komposisi dan perekat pada pembuatan briket sekam padi terhadap kalor yang dihasilkan. Universitas Stuttgart.Yorgancı, B. (2018). Title. Gastrointestinal Endoscopy, 10(1), 279–288.

http://dx.doi.org/10.1053/j.gastro.2014.05.023%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.gie.2018.04.013%0Ahttp://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29451164%0Ahttp://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=PMC5838726%250Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.gie.2013.07.022

Unduhan

Diterbitkan

2021-09-29 — Diperbaharui pada 2026-02-11

Versi

Cara Mengutip

AK, A. A. W., Yulianti, N. L., & Gunadnya, I. B. P. (2026). Karakteristik Briket Biomassa dari Variasi Bahan Baku Dan Persentase Perekat yang Berbeda. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 9(2), 202–211. https://doi.org/10.24843/JBETA.2021.v09.i02.p07 (Original work published 29 September 2021)

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 > >>