Rancang Bangun Sistem Pencampuran Nutrisi pada Fertigasi untuk Hidroponik Berbasis IoT (Internet of Things)

Penulis

  • Program Studi Teknik Pertaniandan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian,Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Sumiyati Program Studi Teknik Pertaniandan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian,Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Program Studi Teknik Pertaniandan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian,Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p18

Kata Kunci:

android, fertigasi, hidroponik, internet of things, sistem pencampur nutrisi

Abstrak

Perkembangan IoT (Internet of Things) dalam upaya menyatukan dunia nyata, dunia cyber, dan dunia sosial juga telah dimanfaatkan pada sektor pertanian salah satunya pada pertanian dengan sistem hidroponik. Kebutuhan nutrisi yang tepat membutuhkan suatu sistem yang dapat membantu petani dalam memberikan nutrisi yang tepat didukung oleh perkembangan teknologi dengan bantuan sensor untuk mengukur konsentrasi nutrisi pada tangki utama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun sistem pencampuran nutrisi pada fertigasi untuk hidroponik berbasisIoT (Internet of Things), yaitu sistem yang dapat memberikan nutrisi berupa pupuk AB Mixterlarut sesuai dengan kebutuhan petani secara jarak jauh melalui jaringan internet. Rancang bangun sistem yang dihasilkan pada penelitian ini meliputi penggunaan Arduino Mega 2560 R3 sebagai mikrokontroler yang terhubung dengan sensor DS18B20 sebagai pengukur suhu, sensor Keyestudio KS0429 sebagai pengukur konsentrasi nutrisi, relay sebagai pengendali aplikator, LCD 16x2 sebagai penampil data, NodeMCU Lolin V3 sebagaipengirim dan penerima data pada Google Firebase(server database) melalui internet pada jaringan WiFi (Wireless Fidelity), serta perangkat lunak user interfacepada smartphonedengan OS Android yang berfungsi sebagai media antar muka untuk petani dalam memantau konsentrasi nutrisi dan menentukan nilai setpointyang diinginkan. Sistem yang dirancang menghasilkan prototipe yang telah berhasil membaca, mengirim, menerima, dan menyimpan data dengan koneksi internet yang sangat baik pada jaringan WiFi, hasil uji sensor DS18B20 dengan tingkat korelasi yang kuat sebesar 0.89 dan sensor Keyestudio KS0429 sebesar 0.8 dengan metode Pearson, serta hasil uji prototipe keseluruhan dengan nilai RMSE (Root Mean Square Error) sebesar 0.08 serta efisiensi waktu dalam pemberian nutrisi sebesar 77.77%

Referensi

Ainina, A., & Aini, N. (2018). Konsentrasi nutrisi AB Mix dan media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah (Lactuca sativa L. var. crispa) dengan sistem hidroponik substrat. Jurnal Produksi Tanaman, 6(8), 1684–1693.

Bugbee, B. (2004). Nutrient management in recirculating hydroponic culture. Acta Horticulturae, 99–112.

Eridani, D., Wardhani, O., & Widianto, E. D. (2017). Designing and implementing the Arduino-based nutrition feeding automation system of a prototype scaled nutrient film technique (NFT) hydroponics using total dissolved solids (TDS) sensor. Proceedings of the 2017 4th International Conference on Information Technology, Computer, and Electrical Engineering (ICITACEE), 170–175. https://doi.org/10.1109/ICITACEE.2017.8257697

Hahn, F. F., & González, F. (2013). Automatic dosing of fertigation solution tanks. American Society of Agricultural and Biological Engineers, 6, 4889–4894.

Hesham, Z. A., H., & M., M. (2015). Internet of Things (IoT): Definitions, challenges and recent research directions. International Journal of Computer Applications, 128(1), 37–47. https://doi.org/10.5120/ijca2015906430

Jensen, M. H. (1997). Hydroponics. HortScience, 32(6), 1018–1021. https://doi.org/10.21273/hortsci.32.6.1018

Junaidi, A. (2015). Internet of Things: Sejarah, teknologi, dan penerapannya (Review). Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Terapan, 1(3), 62–66.

Kelley, K., & Lai, K. (2011). Accuracy in parameter estimation for the root mean square error of approximation: Sample size planning for narrow confidence intervals. Multivariate Behavioral Research, 46(1), 1–32. https://doi.org/10.1080/00273171.2011.543027

Nowak, J. T. (1977). Influence of increased doses of microelements in hydroponic nutrient solution on the yield of Capsicum annuum L. fruits and their capsaicin content. Acta Agrobotanica, 33(1), 73–80.

Sembiring, G., & Maghfoer, M. (2018). Pengaruh komposisi nutrisi dan pupuk daun pada pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L. var. chinensis) sistem hidroponik rakit apung. Plantropica Journal of Agricultural Science, 3(2), 103–109.

Suarjana, I., Aviantara, G., & Arda, G. (2020). Pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam (Amaranthus tricolor) secara hidroponik NFT. Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian).

Sugiyanto, E. (2020). Teknologi smart farming: Pentingnya pendidikan petani hari ini dan di masa mendatang. Webinar Series Hydroponic Workshop.

Susilawati, Suwignyo, R. A., Munandar, & Hasmeda, M. (2012). Irigasi tetes pada budidaya cabai. Jurnal Agronomi Indonesia, 40(3), 185.

Tufik, C. B. A., Fontes, P. C. R., Milagres, C. do C., & Moreira, M. A. (2019). Productivity of potato seed submitted to different doses of potassium in hydroponic system. Emirates Journal of Food and Agriculture, 31(7), 555–560. https://doi.org/10.9755/ejfa.2019.v31.i7.1979

Widodo, & Stiyawan, E. A. (2020). Design of total dissolved solid (TDS) measuring using conductivity sensor and temperature sensor DS18B20. BEST: Journal of Applied Electrical, Science, & Technology, 2(1), 25–29. https://doi.org/10.36456/best.vol2.no1.2583

Unduhan

Diterbitkan

2022-04-29

Cara Mengutip

I Made Andika Dwi, Sumiyati, & I Putu Gede. (2022). Rancang Bangun Sistem Pencampuran Nutrisi pada Fertigasi untuk Hidroponik Berbasis IoT (Internet of Things). Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 10(1), 175–185. https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p18

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 8 > >>