Kajian KemampuanMediaTanamPenyimpanAir dan Produktivitas Tanaman pada Budidaya Kentang (Solanum tuberosum L.)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i02.p09Kata Kunci:
Media tanam, kemampuan media tanam mengikat air, kemampuan mediai tanam mengikat nutrisi, produktivitas kentangAbstrak
Petani menanam kentang pada musim kemarau, air menjadi komponen utama agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Penelitian ini bertujuan menentukan kemampuan media tanam mengikat unsur hara dan untuk menentukan proporsi jenis media tanam yang menghasilkan water holding capacity(WHC) yang terbaik untuk produktivitas budidaya kentang. Parameter yang diamati pada penelitian meliputi porositas, ketersediaaan air tanaman(KAT), volume air terikat (VAT), electrical conductivity(EC), produktivitas kentang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 8 taraf komposisi, komposkotoran ayam 100% (P1), tanah100% (P2), arang sekam 100% (P3), tanah50%+kompos kotoran ayam40%+ arang sekam10% (P4), tanah50%+kompos kotoran ayam30%+ arang sekam20% (P5), tanah50%+ kompos kotoran ayam20%+ arang sekam30% (P6), tanah50%+kompos kotoran ayam10%+arang sekam40% (P7), tanah50%+ kompos kotoran ayam25%+ arang sekam25% (P8). Media tanam arang sekam 100 % (P3) menghasilkan porositas, ketersediaan air bagi tanaman dan volume air terikat yang paling tinggi, dengan nilai porositas 55,71%, nilai ketersediaan air bagi tanaman 17,22 % w.b, dan nilai volume air terikat 1.603 ml. Perlakuan media tanah 100 % (P2) menghasilkan kemampuan media tanam mengikat unsur hara paling tinggi dengan nilai 788,67 μS/cm. Proporsitanah50%komposkotoranayam10%arangsekam40%menghasilkanproduktivitasbudidayakentangpalingtinggi yaitu 571,70 g/tanaman.
Referensi
Aisyah, D. ., T. Kurniatin, & S. Maryam. (2006). Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Jurnal Ilmu Tanah, Faperta Unpad, 7–18.Arsa, I. W., Setiyo, Y., & Nada, I. M. (2015). Kajian Relevansi Sifat Piskokimia Tanah Pada Kualitas Dan Produktifitas Kentang (Solanum TuberosumL). Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 1(1), 1–10.Costa, M. M., de Queiroz, D. M., de Carvalho Pinto, F. de A., dos Reis, E. F., & Santos, N. T. (2014). Moisture content effect in the relationship between apparent electrical conductivity and soil attributes. Acta Scientiarum -Agronomy, 36(4), 395–401. Hanafiah, K. A. (2005). Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Rajawali press.Heryani, N., Sawiyo, & Pujilestari, N. (2000). Pemberian Irigasi Suplementer Pada Lahan Kering Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan. Core.Ac.Uk, 58–71. https://core.ac.uk/download/pdf/198231605.pdfIsmi, I. Y., Asep, S., Naken, S., & Bintoro, D. M. H. (2011). Pengaruh Pemberian Bahan Organik Pada Tanah Liat Dan Lempung Berliat Terhadap Kemampuan Mengikat Air. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 16(2), 130–135.Jumin, H. B.(2002). Agroekologi. Raja Grafindo.Jakarta.Kusuma, A. H., Izzati, M., & Saptiningsih, E. (2013). Pengaruh Penambahan Arang dan Abu Sekam dengan Proporsi yang Berbeda terhadap Permeabilitas dan Porositas Tanah Liat serta Pertumbuhan Kacang Hijau (Vigna radiataL). Anatomi Fisiologi, XXI(1), 1–9. https://doi.org/10.14710/baf.v21i1.6260Kweon, G., Lund, E., & Maxton, C. (2013). Soil organic matter and cation-exchange capacity sensing with on-the-go electrical conductivity and optical sensors. Geoderma, 199, 80–89. https://doi.org/10.1016/j.geoderma.2012.11.001Marsha, N. D., Aini, N., & Sumarni, T. (2014). Pengaruh Frekuensi dan Volume Pemberian Air Pada Pertumbuhan Tanaman Crotalaria mucronata
238Desv. Jurnal Produksi Tanaman, 2(8), 673–678.Nurwanto, A., Soeddradjad, R., & Sulistyaningsih, N. (2017). Aplikasi berbagai dosis pupuk kalium dan kompos terhadap produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescensL.). Agritrop, 15(2), 181–193. Prihmantoro, H., & Y.H, I. (2017). Petunjuk praktis memupuk tanaman sayur. Jakarta : Penebar Swadaya 2017.Purwanto. (2006). Bertanam cabai rawit dalam pot. Jakarta : Agromedia Pustaka, 2006.Setiyo, Y., Gunadnya, I. B. P., Gunam, I. B. W., Permana, I. D. G. M., Susrusa, I. K. B., & Triani, I. G. A. L. (2016). Improving Physical and Chemical Soil Characteristic on Potatoes (Solanum tuberosumL.) Cultivation by Implementation of LeisaSystem. Agriculture and Agricultural Science Procedia, 9, 525–531. https://doi.org/10.1016/j.aaspro.2016.02.172Setiyo, Y., Susrusa, K. B., Gunam, I., Gunadnya, I. B. P., Yulianti, N. L., & Ada, W. (2017). Agribisnis Kentang.Setiyo, Y., Susrusa, K. B., Triani, I. G. A. L., & Permana, I. D. G. M. (2016). Pengembangan Sistim LEISA untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Umbi Kentang ( SolanumTuberosumL. ) Development LEISASystem Granola Variety to Increase Productivity and Quality of Potatoes Tuber (Solanum TuberosumL.). Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian AGROTECHNO, 1(2), 101–106.Sinulingga, M., & Darmanti, S. (2007). Kemampuan Mengikat Air oleh Tanah Pasir yang Diperlakukan dengan Tepung Rumput Laut Gracilaria verrucosa. Anatomi Fisiologi, XV(2), 32–38. https://doi.org/10.14710/baf.v15i2.2570Sulastri, N. N., Shibusawa, S., & Kodaira, M. (2020). Soil Electrical Conductivity (Ec) Mapping Using Real-Time Soil Sensor. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 5(1), 9. https://doi.org/10.24843/jitpa.2020.v05.i01.p02Sutedjo, M. M. (2010). Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta. Utomo, M., SudaTrUsono, Rusman, B., Sabrina, T., & Lumbanraja, J. (2016). Ilmu Tanah Dasar-Dasar Pengolahan. Rajawalipress.Yulfianti, C. E. (2011). Efek pemanfaatan Abu Sekam Sebagai Sumber Silika (Si) untuk Memperbaiki Kesuburan Tanah Sawah. 38, 33–36.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/