Modifikasi Keranjang Biokomposter Sederhana Untuk Sampah Organik Rumah Tangga

Penulis

  • I Komang Gede Habi Wijaya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Ida Ayu Gede Bintang Madrini Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • Ida Bagus Putu Gunadnya Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p14

Kata Kunci:

keranjang biokomposter, kompos, modifikasi, sampah rumah tangga

Abstrak

Modifikasi keranjang biokomposter sederhana dilakukan karena masih terdapat kekurangan yaitu tiang penyangga tidak kuat menopang jaring, jaring yang digunakan tidak kokoh, lubang jaring terlalu besar dan tidak adanya alas dudukan. Tujuan dari penelitian ini untuk memodifikasi keranjang biokomposter hasil rancangan sebelumnya, menguji kinerja keranjang biokomposter sederhana skala rumah tangga. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap memodifikasi bagian rangka dengan penambahan tiang penyangga, alas dudukan pada bagian bawah, selanjutnya mengganti jaring. Tahap kedua yaitu uji kinerja dengan pengomposan yang dilakukan selama 60 hari. Sampah organik rumah tangga dan sekam padi sebagai bahan baku dengan perlakuan: A1 (1:0), A2 (1:1), A3 (1:2). Kontruksi rangka dinyatakan aman karena dapat menopang beban kompos seberat 32 kg dengan tegangan (σ) tarik rangka yaitu 0,275 N/mm2 yang lebih kecil dari tegangan (σ) ijin bahan yaitu 48,1 N/mm2. Hasil modifikasi yaitu, memperkokoh rangka dengan menambah tiang penyangga sebanyak 4 buah, mengganti jaring dengan ukuran 0,5 mm, menambah alas dudukan berukuran 10 cm dari permukaan tanah. Berdasarkan hasil kinerja keranjang biokomposter hasil modifikasi menunjukkan bahwa ke 6 keranjang memiliki kinerja yang sama, untuk komposisi kompos yang paling baik dihasilkan pada perbandingan A1 (sampah rumah tangga tanpa campuran), karena bahan baku sampah rumah tangga sudah memenuhi syarat C/N rasio dari awal hingga akhir pengomposan

Referensi

Amalia, D., & Widiyaningrum, P. 2016. Penggunaan EM4 Dan Mol Limbah Tomat Sebagai Bioaktivator Pada Pembuatan Kompos. Life Science, 5(1), 18–24.

BSN. 2004. SNI19-7030-2004 Tentang Spesifikasi kompos dari sampah organik domestik. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.file:///C:/Users/JAMCOM/Downloads/ Documents/Spesifikasi-kompos-SNI.pdf

Harada, YK, Haga, Tosada, and K. M. 1993. Quality of compost produced form animal wastes (1993). 26(4), 238–246.

Kazem Hashemimajd. 2012. Effect of elemental sulphur and compost on pH, electrical conductivity and phosphorus availability of one clay soil. African Journal of Biotechnology, 11(6), 1425–1432. https://doi.org/10.5897/ajb11.2800

KLHK, K. L. H. dan K. 2020. Kementrian Lingkungan Hidup. Kementerian Lingkungan Hidup.

M Angga Kusuma. 2012. Pengaruh Variasi Kadar Air Terhadap Laju Dekomposisi Kompos sampah Organik Di Kota Depok. Universitas Indonesia.

Madrini, I. A. B., & Sulastri, N. N. 2018. Dinamika Suhu Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Keranjang Bio Komposter. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 7(1), 204. https://doi.org/10.24843/jbeta.2019.v07.i01.p1 1

Mehl, J. A. 2008. Pathogen Destruction and Aerobic Decomposition in Composting Latrines: A Study from Rural Panama. 56.

Mohamad, M. 2012. Optimasi Pengomposan Sampah Kebun Dengan Variasi Aerasi Dan Penambahan Kotoran Sapi Sebagai Bioaktivator. Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 4(1), 61–66.

Murbandono. 2008. Membuat Kompos. Penebar Swadaya. Pane, M. A., Damanik, M. M., & Sitorus, B. 2014. Pemberian Bahan Organik Kompos Jerami Padi Dan Abu Sekam Padi Dalam Memperbaiki Sifat Kimian Tanah Ultisol Serta Pertumbuhan Tanaman Jagung. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara, 2(4), 101546. https://doi.org/10.32734/JAET.V2I4.8438

Purnaning Dewi, S., Oktiawan, W., & Zaman, B. 2017. Pengaruh Penambahan Lindi dan Mol Bonggol Pisang Terhadap Waktu Pengomposan Sampah Organik. Jurnal Teknik Lingkungan, 191–199. Sa’id Gumbira E. 1987. Bioindustri (Penerapan Teknologi Fermentasi). Penebar Swadaya.

Siboro, E. S., Surya, E., & Herlina, N. 2013. Pembuatan Pupuk Cair Dan Biogas Dari Campuran Limbah Sayuran. Jurnal Teknik Kimia USU, 2(3), 40–43. https://doi.org/10.32734/jtk.v2i3.1448

Sitompul, E., Wardhana, I. wisnu, & Sutrisno, E. 2017. Studi Identifikasi Rasio C/N Pengolahan Sampah Organik Sayuran Sawi, DaunSingkong, Dan Kotoran Kambing Dengan Variasi Komposisi Menggunakan Metode Vermikomposting. Jurnal Teknik Lingkungan, 56(2), 1–12. Statistik, B. P. 2013. Denpasar Dalam Angka 2013. Badan Pusat Statistik.

Suehara, K. I., Ohta, Y., Nakano, Y., & Yano, T. 1999. Rapid measurement and control of the moisture content of compost using near- infrared spectroscopy. Journal of Bioscience and Bioengineering, 87(6), 769–774. https://doi.org/10.1016/S1389-1723(99)80151-0

Widarti, B, N., Wardhini, W. K., & Sarwono, E. 2015. Pengaruh Rasio C/N Bahan Baku Pada Pembuatan Kompos Dari Kubis dan Kulit Pisang. Jurnal Integrasi Proses, 5(2), 75–80

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-06

Cara Mengutip

Wijaya, I. K. G. H., Madrini, I. A. G. B., & Gunadnya, I. B. P. (2026). Modifikasi Keranjang Biokomposter Sederhana Untuk Sampah Organik Rumah Tangga. Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 11(1), 134–145. https://doi.org/10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p14

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 7 > >>