Pengaruh Konsentrasi Penambahan EM4 pada Fermentasi Media Tanam serta Kendali Suhu dan Kelembaban Lingkungan Terhadap Karakteristik Fisik Jamur Tiram
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i02.p15Kata Kunci:
EM4, jamur tiram, kelembapan, suhuAbstrak
Peningkatan hasil panen jamur tiram berperan penting dalam upaya memenuhi permintaan pasar dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh konsentrasi penambahan EM4 pada fermentasi media tanam serta kendali suhu dan kelembaban lingkungan terhadap karakteristik fisik jamur tiram, dan juga interaksi terbaik dari kedua perlakuan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu penambahan EM4 (tanpa EM4, 2, 4, 6,8, dan 10 mL/baglog) dan kendali suhu dan kelembaban (lingkungan terkendali secara konvensional dan otomatis). Setiap perlakuan dibuat tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan EM4 dan kendali suhu dan kelembaban memiliki pengaruh nyata terhadap berat segar badan buah dan panjang tangkai. Interaksi perlakuan penambahan EM4 dan kendali suhu dan kelembaban berpengaruh nyata terhadap panjang tangkai, akan tetapi tidak berpengaruh kepada parameter berat segar badan buah, jumlahbadan buah, diameter tudung, dan umur panen pertama. Penambahan EM4 4 ml/baglog dan lingkungan terkendali secara otomatis merupakan interaksi perlakuan yang menghasilkan karakteristik fisik jamur tiram terbaik. Karakteristik fisik yang dihasilkan yaitu berat segar badan buah 125,8 g, jumlah badan buah 21 buah, diameter tudung 6,92 cm, panjang tangkai 7,5 cm, dan umur panen pertama 24 hari.
Referensi
Afief, M. F., Lahay, R. R., & Siagian, B. (2015). Respon pertumbuhan dan produksi jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) terhadap berbagai media serbuk kayu dan pemberian pupuk NPK. *Jurnal Online Agroekoteknologi*, 3(4), 1381–1390.
Andriyanto, A., Budiarti, R. S., & Subagyo, A. (2019). Pengaruh penggunaan Effective Microorganism 4 (EM4) pada budidaya jamur merang (Volvariella volvaceae) menggunakan media tandan kosong kelapa sawit. *Jurnal Biologi UNAND*, 7(1), 59–68. [https://doi.org/10.25077/jbioua.7.1.59-68.2019](https://doi.org/10.25077/jbioua.7.1.59-68.2019)
Badan Pusat Statistik Provinsi Bali. (2019). *Statistik hortikultura Provinsi Bali 2019*. BPS Provinsi Bali.
Cikarge, G. P., & Arifin, F. (2018). Oyster mushrooms humidity control based on fuzzy logic by using Arduino ATMega238 microcontroller. *Journal of Physics: Conference Series*, 1140(1), 012002. [https://doi.org/10.1088/1742-6596/1140/1/012002](https://doi.org/10.1088/1742-6596/1140/1/012002)
Devi, N. S., Erwanto, D., & Utomo, Y. B. (2018). Perancangan sistem kontrol suhu dan kelembaban ruangan pada budidaya jamur tiram berbasis IoT. *Multitek Indonesia*, 12(2), 104–111. [https://doi.org/10.24269/mtkind.v12i2.1331](https://doi.org/10.24269/mtkind.v12i2.1331)
Draski, H., & Ernita, E. (2013). Pengaruh jenis media dan dosis fosfor terhadap pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). *Jurnal Dinamika Pertanian*, 28, 203–210.
Duryatmo, S., Apriyanti, R. N., Angkasa, S., Raharjo, A. A., Rizkika, K., Rahimah, D. S., Titisari, A., Setyawan, B., Vebriansyah, R., Fadhilah, R., Nugroho, H., & Awaludin, M. (2014). *Pacu produksi jamur tiram*. PT Trubus Swadaya.
Fadilah, R., Kamelia, L., & Effendi, M. R. (2019). Sistem otomasi dan monitoring pertumbuhan jamur tiram putih berbasis IFTTT. Dalam *SENTER: Seminar Nasional Teknik Elektro* (hlm. 601–610).
Gunawan, Y. I. (2017). *Pengaruh volume EM4 (Effective Microorganism) dan periode panen pada pengomposan media tanam serbuk kayu sengon terhadap pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus)*. Universitas Brawijaya.
Hendri, Y., Samingan, & Thomy, Z. (2016). Pengaruh variasi jenis dan komposisi substrat terhadap pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). *Jurnal Edubio Tropika*, 4(1), 19–23.
Iskandar, D., Wijayanto, B., & Puspitasari, S. (2019). Sistem otomatisasi kumbung jamur berbasis Raspberry Pi. *JISKA (Jurnal Informatika Sunan Kalijaga)*, 3(2), 73–80. [https://doi.org/10.14421/jiska.2018.32-01](https://doi.org/10.14421/jiska.2018.32-01)
Kusumaningrum, I. K., Zakia, N., & Nilasari, C. (2017). Pengaruh derajat keasaman (pH) media tanam dan waktu panen pada fortifikasi selenium jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). *JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya*, 1(1), 30–34. [https://doi.org/10.17977/um026v1i12017p030](https://doi.org/10.17977/um026v1i12017p030)
Mudakir, I., Hastuti, U. S., Rohman, F., & Gofur, A. (2013). Pengaruh limbah kulit buah kakao sebagai campuran media tanam terhadap produktivitas dan kandungan gizi jamur tiram coklat (Pleurotus cystidiosus). Dalam *Seminar Nasional XI Pendidikan Biologi FKIP UNS* (hlm. 76–80).
Neville, F., Ardianto, R., Viktaria, V., Budihalim, V., & Sari, I. J. (2018). Pengaruh intensitas cahaya dan kadar sukrosa terhadap pertumbuhan jamur tiram di Tangerang Selatan. *Biodidaktika: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya*, 13.
Nugroho, A., Asyroh, M. F. K., Pangestu, A., & Wulandari, B. (2018). Pengatur suhu dan kelembaban kumbung jamur otomatis. *Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education)*, 3(2), 48–53. [https://doi.org/10.21831/elinvo.v3i2.20347](https://doi.org/10.21831/elinvo.v3i2.20347)
Sari, R., & Prayudyaningsih, R. (2015). Rhizobium: Pemanfaatannya sebagai bakteri penambat nitrogen. *Info Teknis EBONI*, 12(1), 51–64.
Setiyono, G., & Ademarta, R. (2013). Pengaruh ketebalan dan komposisi media terhadap pertumbuhan dan hasil jamur merang. *Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian*, 1(1), 47–53. [http://jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/AGRITROP/article/view/668/538](http://jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/AGRITROP/article/view/668/538)
Suryani, T., & Carolina, H. (2017). Pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih pada beberapa bahan media pembibitan. *Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi*, 3(1), 73–80. [https://doi.org/10.23917/bioeksperimen.v3i1.3674](https://doi.org/10.23917/bioeksperimen.v3i1.3674)
Syahyuti, & Sayaka, B. (2020). *Bisnis jamur tiram tetap eksis di tengah pandemi*. [https://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/covid-19/berita-covid19/471-bisnis-jamur-tiram-tetap-eksis-di-tengah-pandemi](https://pse.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/covid-19/berita-covid19/471-bisnis-jamur-tiram-tetap-eksis-di-tengah-pandemi)
Tesfaw, A., Tadesse, A., & Kiros, G. (2015). Optimization of oyster (Pleurotus ostreatus) mushroom cultivation using locally available substrates and materials in Debre Berhan, Ethiopia. *Journal of Applied Biology & Biotechnology*, 3(1), 15–20. [https://doi.org/10.7324/jabb.2015.3103](https://doi.org/10.7324/jabb.2015.3103)
Yulliawati, T. (2016). *Pasti untung dari budi daya jamur*. AgroMedia Pustaka.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/