Distribusi Spasial Tekstur, Porositas dam Kapasitas Lapang Tanah di Subak Jaka, Tabanan untuk Menunjang Sistem Pertanian Presisi
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p05Kata Kunci:
distribusi spasial, IDW, kualitas sifat fisik tanah, pertanian presisAbstrak
K ualitas tanah adalah kapasitas tanah yang berfungsi mempertahankan produktivitas t anaman, mempertahankan dan menjaga ketersediaan air. Sebagian besar petani mengelola lahannya tidak memperhatikan keragaman spasial yang ada, sehingga dapat menyebabkan ketidaktepatan pemberian pupuk, penurunan keuntungan, dan dampak negatif terhadap lingkungan Masalah tersebut dapat diatasi dengan pendekatan sistem pertanian presisi, dimana dalam penerapannya dapat menggunakan sistem informasi geografis untuk memudahkan mengelola lah an. P e ne litian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan distribusi spasial sifat fisik tanah yaitu tekstur, porositas dan kapasitas lapang di Suba k Jaka, Tabanan. Metode yang digunakan yaitu uji laboratorium untuk menganalisa sifat fisik tanah. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode griding dan SyS sebanyak 29 sampel kemudian dipetakan men ggun a kan interpolasi Inverse Dist an ce Weighted (IDW ). Kualitas sifat fisik tanah Subak Jaka memiliki tanah bertekstur liat dengan kandungan rata - rata pasir 21.06 %, debu 31.74% dan liat 45.43%, porositas 59.95 %, kapasitas lapang 39.46%. Distribusi spasial kualitas sifat fisik tanah di Subak Jaka didominasi oleh fraksi liat dengan nilai kelas 40 , 0 - 55 ,0 %, fra ksi debu 17 , 5 – 35 , 0 % fraksi pasir 15 , 0 – 30 , 0 %, porositas 60 , 0 – 65 , 0 % dan kadar air kapasitas lapang 40 , 0 – 45 , 0 %Referensi
Anonim. (1990). Planting the future: A source guide to sustainable agriculture in the Third World. Minneapolis.
Anonim. (1997). Interpolation: Inverse distance weighting. http://www.ncgia.ucsb.edu/pubs/spherekit/inverse.html
Anonim. (2000). Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 150 Tahun 2000 tentang pengendalian kerusakan tanah untuk produksi biomassa. Jakarta. https://bpk.go.id/pp-no-150-tahun-2000
(Diakses: 4 April 2023)
Anonim. (2019). Kembangkan pertanian padi organik, Desa Kukuh diinspeksi LeSOS. Corteva. https://www.corteva.id/berita/Kembangkan-Pertanian-Padi-Organik-Desa-Kukuh-Diinspeksi-LeSOS.html
(Diakses: 15 Mei 2022)
Baskoro, D., & Tarigan, S. (2007). Soil moisture characteristics on several soil types. Jurnal Tanah dan Lingkungan, 9(2), 1–10. Institut Pertanian Bogor.
Blackmore, S. (1994). Precision farming: An overview. Agricultural Engineer, 49(3), 86–88.
Cahyadewi, P., Diara, W., & Arthagama, D. W. (2016). Uji kualitas tanah dan arahan pengelolaannya pada budidaya padi sawah di Subak Jatiluwih, Penebel, Tabanan. Jurnal Agroteknologi Tropica, 5(3). Universitas Udayana. Bali.
Maelindauyun. (2016). Peran sifat fisik tanah terhadap produktivitas tanaman. http://peran-sifat-fisik-tanah-terhadap-produktivitas-tanaman.maliendauyun.blogspot.com
(Diakses: 15 Mei 2022)
Pramono, G. H. (2008). Akurasi metode IDW dan kriging untuk interpolasi sebaran sedimen tersuspensi.
Sembiring, R. A., Setiyo, Y., & Sumiyati. (2013). Pengaruh pemberian kompos pada budidaya tanaman kacang tunggak terhadap erodibilitas tanah. Jurnal Biosistem dan Teknik Pertanian, 1(1). Universitas Udayana. Bali.
Sigit, Pramudya, P., Astika, P., Praeko, R., Setiawan, A., & Rustiadie, E. (2009). Sistem informasi geografis dalam pertanian presisi: Aplikasi dalam kegiatan pemupukan di perkebunan tebu. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Tamara, W. R., Sumiyati, & Anom, M. S. W. (2020). Analisis kualitas sifat fisik tanah pada lahan subak di Bali. Jurnal Biosistem dan Teknologi Pertanian (BETA), 8(2). Universitas Udayana. Bali.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/