Pengaruh Konsentrasi Rendaman Asap Cair Bambu Tabah(Gigantochloa NigrociliataBuse-Kurz) dan Suhu Pengovenan Bawal Putih (Pampus Argenteus)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i02.p17Kata Kunci:
asap cair, bambu tabah, ikan bawal putihAbstrak
Ikan bawal putih (Pampus argenteus) merupakan ikan yang memiliki gizitinggi danmudah mengalami kerusakan. Digunakan carauntuk mengawetkan ikan bawal putih dengan proses pengasapan.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengukur dan memperoleh konsentrasi asap cair bambu tabah dan suhu pengovenan yang sesuai agar dapar memperolehkualitas mutu ikan bawal putih yang terbaik.. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktorial. Faktor pertama yaitupemberian konsentrasi asap cair yang terdiri dari konsentrasi 0%, 3%, dan 6%. Faktor kedua yaitu suhu pengovenan pada ikan bawal putih dengan suhu 60°C, 80°C, dan 100°C selama 4 jam. Kombinasi perlakuan yang terbaik adalah pada konsentrasi 6% dan suhu pengovenan 100°C menghasilkan ikan bawal putih dengan karakteristik sebagai berikut: kadar air 26,37%; kadar protein 8,23%; pH 5,99; lemak 9,62%; nilai uji sensori kenampakan 8,20; aroma 8,20; rasa 8,20; serta tekstur 9.00.
Referensi
Andika, I. K. A. S., Kencana, P. K. D., & Gunadnya, I. B. P. (2020). Pengaruh konsentrasi asap cair batang bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) terhadap karakteristik ikan lele (Clarias sp.) asap. *Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)*, 8(2), 346.
Anggraini, S. P. A., & Yuniningsih, S. (2017). Teknologi asap cair terhadap kualitas ikan segar selama penyimpanan. *September*, 931–941.
Atmaja, A. K. (2009). *Aplikasi asap cair redestilasi pada karakterisasi kamaboko ikan tongkol (Euthynnus affinis) ditinjau dari tingkat keawetan dan kesukaan konsumen*.
Diatmika, I. G. N. A. Y. A., Kencana, P. K. D., & Arda, G. (2019). Karakteristik asap cair batang bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) yang dipirolisis pada suhu yang berbeda. *Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)*, 7(2), 271.
Enampato, M. H. (2011). *Inventarisasi keragaman mutu produk ikan tandipang (Dussumieria acuta C.V.) asap kering produksi rumah tangga di Desa Matani I Kecamatan Tumpaan*. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UNSRAT, Manado.
Gómez-Guillén, M. C., Montero, P., Hurtado, O., & Borderías, A. J. (2000). Biological characteristics affect the quality of farmed Atlantic salmon and smoked muscle. *Journal of Food Science*, 65(1), 53–60.
Himawati, E. (2010). *Pengaruh penambahan asap cair tempurung kelapa destilasi dan redestilasi terhadap sifat kimia, mikrobiologi, dan sensoris ikan layang (Decapterus spp.) selama penyimpanan*.
Izwardy, D. (2018). *Tabel komposisi pangan Indonesia 2017*. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kencana, P. K., Widia, W., & Antara, N. (2012). *Praktik baik budidaya bambu rebuffing tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz)*. USAID-TPC Project.
Kusmawati, A., Ujang, H., & Evi, E. (2000). *Dasar-dasar pengolahan hasil pertanian I*. Jakarta: Central Grafika.
Lombongadil, G. P., Reo, A. R., & Onibala, H. (2013). Studi mutu produk ikan japuh (Dussumieria acuta C.V.) asap kering industri rumah tangga di Desa Tumpaan Baru Kecamatan Tumpaan. *Media Teknologi Hasil Perikanan*, 1(2), 47–53.
Muratore, G., Mazzaglia, A., Lanza, C. M., & Licciardello, F. (2007). Effect of process variables on the quality of swordfish fillets flavored with smoke condensate. *Journal of Food Processing and Preservation*, 31(2), 167–177.
Nidaul Fauziah, F. S., & Rianingsih, L. (2014). Kajian efek antioksidan asap cair terhadap oksidasi lemak ikan pindang layang (Decapterus sp.) selama penyimpanan suhu ruang. *3*(2003), 75–81.
Pratama, R. I., Sumaryanto, H., Santoso, J., & Zahirudin, W. (2012). Karakteristik sensori beberapa produk ikan asap khas daerah di Indonesia dengan metode quantitative descriptive analysis. *Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan*, 7(2), 117.
Prihatiningsih, Mukhlis, N., & Hartati, S. T. (2015). Parameter populasi ikan bawal putih (Pampus argenteus) di Perairan Takaran Kalimantan Timur. *BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap*, 7(3), 165–174.
Sebranek, J. G. (2009). *Ingredients in meat products*. New York: Springer.
Sitanggang, S., Pudja, I. A. R. P., & Gunadnya, I. B. P. (2020). Pendugaan umur simpan metode extended storage studies ikan kakap putih olahan dengan aplikasi asap cair bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) dalam berbagai metode pengemasan. *Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)*, 8(1), 45–54.
Sudarmaji, S., Haryono, B., & Suhardi. (1984). *Prosedur analisa untuk bahan makanan dan pertanian*. Yogyakarta: Liberty.
Sulistijowati, R. S., Suhara, O. D., Nurhajati, J., Afrianto, E., & Udin, Z. (2011). *Mekanisme pengasapan ikan*.
Sunarsih, S., Pratiwi, Y., & Sunarto, Y. (2012). Pengaruh suhu, waktu dan kadar air pada pembuatan asap cair dari limbah padat pati aren. *Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains dan Teknologi (SNAST) Periode III*, 290–297.
Swastawati, F., & Cahyono, I. W. B. (2018). Perubahan karakteristik kualitas ikan tongkol (Euthynnus affinis) dengan metode pengasapan tradisional dan penerapan asap cair. *INFO*, 19(2), 55–64.
Swastawati, F., Surti, T., Agustini, T. W., & Riyadi, P. H. (2013). Karakteristik kualitas ikan asap yang diproses menggunakan metode dan jenis ikan berbeda. *Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan*, 2(3), 1–7.
Wibowo, S. (2002). *Industri pengasapan ikan*. Jakarta: Penebar Swadaya.
Winarno, F. G. (1992). *Kimia pangan dan gizi*. Jakarta: Gramedia.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/