Pengaruh Suhu Gelatinisasi dan Durasi Pengadukan terhadap Karakteristik Film Kemasan Cerdas Bioplastik
DOI:
https://doi.org/10.24843/JBETA.2022.v10.i02.p18Kata Kunci:
bioplastik, durasi pengadukan, kemasan cerdas, suhu gelatinisasiAbstrak
Karakteristik kemasan dapat dipengaruhi oleh suhu gelatinisasi dan durasi pengadukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu gelatinisasi dan durasi pengadukan terhadap karakteristik film kemasan cerdasbioplastik serta memperoleh perlakuan yang menghasilkan karakteristik kemasan paling baik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor pertama perlakuan yaitu, suhu gelatinisasi (T) yang terdiri dari 3 level suhu: 75±2°C, 80±2°C, dan85±2°Cdan faktor kedua yaitu, durasi pengadukan (D) yang terdiri dari 3 level: 5, 10 dan 15 menit dengan dua kali pengulangan sehingga menghasilkan 18 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam dan apabila perlakuan berpengaruhterhadap parameter yang diamati maka akan dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu gelatinisasi dan durasi pengadukan pada pembuatan kemasan cerdas bioplastikberpengaruh terhadap nilai kuat tarik, pemanjangan, elastisitas, ketahanan air, ketebalan dan perubahan warna film kemasan cerdas. Perlakuan suhu gelatinisasi 80oC dan durasi pengadukan selama 5 menit merupakan perlakuan yang menghasilkan kemasan cerdas dengan karakteristik terbaik yaitu nilai kuat tarik sebesar 14,10 MPa, pemanjangan sebesar 3,73%, elastisitas sebesar 397,75 MPa, ketahanan air sebesar 96,58%, dan ketebalan sebesar 0,40 mm dan menunjukkan perubahan warna yang responsif.
Referensi
Afif, M., Wijayati, N., & Mursiti, S. (2018). Pembuatan dan karakterisasi bioplastik dari pati biji alpukat–kitosan dengan plasticizer sorbitol. Indonesian Journal of Chemical Science, 7(2), 102–109.
Agustin, Y. E., & Padmawijaya, K. S. (2016). Sintesis bioplastik dari kitosan–pati kulit pisang kepok dengan penambahan zat aditif. Jurnal Teknik Kimia, 10(2), 40–48.
Anandito, R. B. K., Nurhartadi, E., & Bukhori, A. (2012). Pengaruh gliserol terhadap karakteristik edible film berbahan dasar tepung jali (Coix lacryma-jobi L.). Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 5(2), 17–23.
Dewi, N. L. G. S., Admadi, B., & Hartiati, A. (2017). Karakteristik bioplastik alginat dari rumput laut Ulva lactuca (tinjauan suhu dan lama gelatinisasi). Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 5(3), 66–73.
Elfaini, Y., & Domonita, H. (2019). Pengaruh bahan pelapis (edible coating) dan ketebalan kemasan terhadap umur simpan pempek ikan parang-parang dalam kemasan vakum. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Teknologi Pangan, 5(1), 54–59.
Ginting, M. H. S., Sinaga, R. F., Hasibuan, R., & Ginting, G. (2014). Pengaruh variasi temperatur gelatinisasi pati terhadap sifat kekuatan tarik dan pemanjangan saat putus bioplastik pati umbi talas. Seminar Nasional Sains dan Teknologi, 1–3.
Irawan, S. (2010). Pengaruh gliserol terhadap sifat fisik/mekanik dan barrier edible film dari kitosan. Jurnal Kimia dan Kemasan, 32(1), 6–12.
Iwanto, R., Putri, M. S., & Jumsurizal. (2018). Biosensor pendeteksi kesegaran ikan berbasis indikator warna bromocresol purple. 1–10.
Jabbar, U. F. (2017). Pengaruh penambahan kitosan terhadap karakteristik bioplastik dari pati kulit kentang (Solanum tuberosum L.). Skripsi.
Lismawati. (2017). Pengaruh penambahan plasticizer gliserol terhadap karakteristik edible film dari pati kentang (Solanum tuberosum L.). Skripsi.
Malinda, W. (2019). Kajian waktu dan perbedaan suhu penyimpanan pada perubahan pewarna alami betasianin sebagai bioindikator kemasan cerdas susu kambing segar. Skripsi.
Pratami, N. L. F., Hartiati, A., & Harsojuwono, B. A. (2021). Karakteristik komposit bioplastik dalam variasi rasio pati gadung (Dioscorea hispida D.)–glukomanan dan suhu gelatinisasinya. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 9(2), 166–173.
Pujawati, D., Hartiati, A., & Suwariani, N. P. (2021). Karakteristik komposit bioplastik pati ubi talas–karagenan pada variasi suhu dan waktu gelatinisasi. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 9(3), 277–287.
Purnavita, S., & Dewi, V. C. (2021). Kajian ketahanan bioplastik pati jagung dengan variasi berat dan suhu pelarutan polivinil alkohol. Journal of Chemical Engineering, 2, 14–22.
Putra, D. M. D. P., Harsojuwono, B. A., & Hartiati, A. (2019). Studi suhu dan pH gelatinisasi pada pembuatan bioplastik pati kulit singkong. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 7(3), 441–449. https://doi.org/10.24843/jrma.2019.v07.i3p11
Putri, R. R. A., Hartiati, A., & Harsojuwono, B. A. (2021). Pengaruh jenis dan konsentrasi pemlastis terhadap karakteristik komposit bioplastik pati ubi talas Belitung (Xanthosoma sagittifolium)–kitosan. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 9(3), 323–334.
Riyanto, B., Maddu, A., & Hasnedi, Y. W. (2010). Kemasan cerdas pendeteksi kebusukan filet ikan nila. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 13(2), 129–142. https://doi.org/10.17844/jphpi.v13i2.5354
Riyanto, R., Hermana, I., & Wibowo, S. (2014). Karakteristik plastik indikator sebagai tanda peringatan dini tingkatan kesegaran ikan dalam kemasan plastik. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Perikanan, 9(2), 153–163.
Situmorang, B. D., Harsojuwono, B. A., & Hartiati, A. (2019). Karakteristik komposit bioplastik dalam variasi rasio maizena–glukomanan dan variasi pH pelarut. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri, 7(3), 391–400.
Sucipta, I. N., Suriasih, K., & Kencana, P. K. D. (2017). Pengemasan pangan. Denpasar: Udayana University Press.
Utomo, A. W., Argo, B. D., & Hermanto, M. B. (2013). Pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap karakteristik fisikokimiawi plastik biodegradable dari komposit pati lidah buaya (Aloe vera)–kitosan. Jurnal Bioproses Komoditas Tropis, 1(1), 73–79.
Warsiki, E., & Putri, C. D. W. (2012). Pembuatan label/film indikator warna dengan pewarna alami dan sintetis. Jurnal Agroindustri Indonesia, 1(2), 82–88.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketentuan Lisensi
Semua artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian) bersifat open access dan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Hal ini berarti siapa pun berhak untuk:
-
Berbagi — menyalin dan mendistribusikan kembali materi dalam bentuk atau format apa pun.
-
Adaptasi — menggubah, mengubah, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial.
Namun, hak tersebut diberikan dengan ketentuan sebagai berikut:
-
Atribusi — Anda harus memberikan pengakuan yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang wajar, tetapi tidak boleh dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
-
Tanpa pembatasan tambahan — Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau langkah teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini.
Dengan mengirimkan artikel ke Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian), penulis menyetujui penerbitan karya mereka di bawah lisensi akses terbuka ini. Hak cipta tetap dimiliki oleh penulis, namun penulis memberikan hak publikasi pertama kepada Jurnal Beta (Biosistem dan Teknik Pertanian).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai lisensi CC BY 4.0, silakan kunjungi situs resmi: https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/