Penentuan Umur Simpan Dodol Nangka dengan Metode ESS (Extended Storage Studies)

Penulis

  • Siti Muizzun Nisak Fakultas Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian Universitas Udayana
  • Ida Bagus Putu Gunadnya Fakultas Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian Universitas Udayana
  • I Made Anom S. Wijaya Fakultas Teknologi Pertanian, Teknik Pertanian Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JBETA.2014.v02.i02.p03

Kata Kunci:

dodol nangka, uji organoleptik, umur simpan, ESS

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui umur simpan dodol nangka menggunakan metode ESS (Extended Storage Studies). Metode ESS diperoleh dengan uji organoleptik yang ditentukan dengan rentang suhu 28-30ºC dan RH ruang penyimpanan 75%, kriteria uji organoleptik yang digunakan adalah kekenyalan, aroma, dan warna. Parameter lainnya diperkirakan selama berlangsungnya uji organoleptik yaitu perubahan bobot dodol nangka dan perubahan kadar air dodol nangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dodol nangka diterima dengan rata-rata nilai uji sebesar 4.2, untuk kekenyalan, 4.8 untuk aroma dan warna. Uji organoleptik dihentikan ketika panelis menolak untuk melakukan uji yaitu karena tumbuhnya kapang pada permukaan dodol nangka. Umur simpan dodol nangka dengan metode ESS diperoleh sebesar 113 hari.

Referensi

AOAC International. (2007). Official Methods of Analysis, 18th edn., 2005. AOAC International, Gaithersburg, MD.

Adnan, Mochamad. 1981. Aktivitas Air dan Kerusakan Bahan Makanan. Agritech.Yogyakarta.

Badan Standarisasi Nasional (BSN). 2006. SNI 01-2986-1992. Karakteristik Produk Olahan Pangan Dodol. BSN. Jakarta.

Herawati, Henny. 2008. Penentuan Umur Simpan Pada Produk Pangan. Jurnal Litbang Pertanian, Halaman 27 edisi (4).

Institutre Food Scince and Technology. 1974. Shelf Life of Food. J. Food Sci. 39: 861-865.

Kusnandar, F. 2006. Desain Percobaaan Dalam Penetapan Umur Simpan Produk Pangan dengan Metode ESS (Extended Storage Studies) Produk Semi Basah. Modul Pelatihan : Pendugaan Masa Kadaluwarsa Bahan dan Produk Pangan, 7-8 Agustus 2006. Bogor.

Muchtadi, T.R., dan Sugiono, 1989. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. PAU-IPB. Bogor.

Nugroho, A. 2007. Kerusakan Bahan. PT. Gramedia. Jakarta.

Pantastico, ER. B., 1986. Fisiologi Pasca Panen (Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Subropika). Gadjah Mada. University Press. Yogyakarta.

Purnomo, H. 2006. Aktivitas Air dan Peranannya dalam Pengawetan Pangan. UI Press. Jakarta.

Syamsir. 2010. Teknologi Pengemasan Dodol Rumput Laut. Penerbit Arcan. Rekayasa Proses Pangan IPB. Bandung.

Soekarto, S.T. 1979. Pangan Semi Basah Ketahanan dan Potensinya dalam Gizi Masyarakat. Pusat Pengembangan Teknologi Pangan. IPB. Bogor.

Sudarsono. 1981. Mempelajari Berbagai Jenis Sifat Bahan Pangan Tradisional serta Kehubungannya dengan Keawetan. Skripsi Teknologi dan Mekanisasi Pertanian. IPB. Bogor.

Unduhan

Diterbitkan

2015-11-24

Cara Mengutip

Nisak, S. M., Gunadnya, I. B. P., & Wijaya, I. M. A. S. (2015). Penentuan Umur Simpan Dodol Nangka dengan Metode ESS (Extended Storage Studies). Jurnal BETA (Biosistem Dan Teknik Pertanian), 2(2), 1–13. https://doi.org/10.24843/JBETA.2014.v02.i02.p03

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 3 4 5 6 > >>